Jarang sekali kita dengar adanya suatu desa yang menolak bantuan dari pemerintah, apalagi jumlahnya yang terbilang cukup besar. Namun hal itu nyata terjadi di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten. Desa yang didiami oleh Suku Baduy ini secara tegas menolak bantuan dana sebesar 2.5 miliyar, padahal daerahnya tergolong desa tertinggal.
Melihat kenyataan ini, pertanyaan yang muncul adalah apa yang menjadi alasan warga Suku Baduy di Desa Kanekes menolak Dana Desa?
Meski daerah tempat tinggalnya masuk dalam katagori desa tertinggal, warga Suku Baduy di Lebak, Banten, sepakat untuk tidak menerima kucuran dana desa dari pemerintah. Hal itu dikarenakan keinginan mereka tetap menjaga kearifan lokal yang ada. Adanya pembangunan dianggap akan melunturkan adat istiadat yang selama ini menjadi identitas dan bagian dari warisan leluhurnya.
Serupa dengan Berdesa.com, yang melansir bahwa alasan dari penolakan masyarakat Suku Baduy dikarenakan kekhawatiran apabila pembangunan yang menjadi tujuan program Dana Desa itu bisa merusak dan mengganggu kelestarian masyarakan adat Baduy.
Melihat jumlah kucuran dana desa sebesar 2.5 miliyar rupanya tidak melunturkan kecintaan masyarakat Baduy terhadap adat istiadatnya. Dengan menolak Dana Desa, menandakan bahwa mereka ingin terus merawat dan melestarikan budaya yang telah lama ada dari generasi ke generasi.
Hal yang paling dihawatirkan oleh masyarakat Suku Baduy perihal Dana Desa adalah rencana pengalokasian dana sebesar 2.5 miliyar itu untuk pembangunan jalan disekitar pemukiman warga. Setelah pembanunan jalan selesai, bisa dipastikan jalan di sekitar Desa Kanekes menjadi mudah diakses oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Melalui Kepala Desa Kanekes sekaligus pemuka adat Suku Baduy, Saija, menyampaikan bahwa penolakan Dana Desa 2019 ini merupakan keputusan adat yang harus dipatuhi seluruh masyarakat Suku Baduy.
Menurut
beberapa literatur, fenomena kepatuhan terhadap keputusan Kepala Adat memang tidak bisa diganggu gugat. Masyarakat Baduy sejak dahulu
selalu memegang teguh seluruh ketentuan maupun aturan-aturan yang telah
ditetapkan oleh Kepala Adat.
Kepatuhan ini menjadi pegangan mutlak untuk menjalani
kehidupan bersama. Selain itu, adanya keyakinan yang kuat, hamper keseluruhan
masyarakat Baduy Luar maupun Baduy Dalam tidak pernah ada yang menentang
atau bahkan menolak sekalipun terhadap
aturan yang telah diterapkan oleh Kepala Adat.
Perihal penolakan terhadap pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat Suku Baduy di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten, sudah menjadi rahasia umum. Suku Baduy memang telah lama dikenal sebagai salah satu suku yang membatasi dan mengisolasi diri dari dunia luar.
Kehidupan warga setempat tergolong jauh dari kata modern, selain menolak pembangunan jalan banyak hal yang tidak mereka terima seperti alat komunikasi, lampu penerangan, hingga peralatan elektronik. Kebanyakan dari mereka masih bertahan dengan memanfaatkan cara-cara tradisional untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kenyakinan yang masih dianut oleh masyarakat Suku Baduy tentunya berdampak terhadap aspek kehidupan lainnya jika kita pandang dari kaca mata modern. Selain menolak berbagai teknologi modern, mereka juga belum mengenal pendidikan formal. Sehingga wajar jika kebanyakan warga di Desa Kanekes masih banyak yang buta huruf. Bahasa sehari-hari sebagai alat komunikasi mereka gunakan Bahasa Sunda, namun ada sebagian kecil darinya yang pandai berbahasa Indonesia.
Penggunaan bahasa Sunda sebagai bahasa komunikasi sehari-hari disinyalir adanya pertalian antara Suku Baduy dengan orang Sunda. Selain dari segi bahasa, kepercayaan yang mereka anut selama ini juga masih berkenyakinan kepada ajaran animisme yang mengagungkan pemujaan leluhur dan roh kekuatan alam.
Seperti itulah kisah atau alasan Suku Baduy tolak Dana Desa dari pemerintah yang berhasil Beranda Desa himpun dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat dan terus simak artikel lainnya. Terimakasih!!
Seperti itulah kisah atau alasan Suku Baduy tolak Dana Desa dari pemerintah yang berhasil Beranda Desa himpun dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat dan terus simak artikel lainnya. Terimakasih!!
