Pak Anies, Gatel Gak Sih?
Pak Anies yang dimaksud adalah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Menurut kaca mata saya dan kebanyakan orang menilai bahwa terpilihnya ia menjadi gubernur berkat diusung oleh Partai Gerindra dan koalisinya.
Mengenai usung-mengusung dalam politik rupanya banyak hal yang tak terduga. Contoh kasus datang dari mantan jendral TNI Prabowo Subianto, konon dirinya kerap dilupakan oleh orang-orang yang semula ia dukung dan sukses memenangkan kontestasi politik.
Saat kampanye terbuka di Bogor, beliau menyinggung soal ini. Dengan bahasa sindiran dirinya mengaku lupa dengan gubernur Jawa Barat saat ini. Dan justru lebih ingat kepada mantan Gubernur Jawa Barat periode sebelumnya, Ahmad Heriawan.
Mengenai Pak Anies, apakah ia juga melupakan Pak Prabowo? Soalnya ia terlihat sibuk sendiri dengan pekerjaannya mengurus Ibu Kota. Lebih parah, terkadang malah asyik bermain sepak bola bersama putra kesayangannya.
Yang bener aja nih, masa Pak Anies lupa. Seinget saya Pak Anies terpilih jadi Gubernur DKI Jakarta kan diusung dan sedikit banyaknya melibatkan Pak Prabowo.
Pak Anies beneran lupa apa ya? Kok sibuk sendiri, gak mau bantu kampanyein atau jadi tim pemenangan seperti kepala daerah lain apa ya?
Jarinya apa gak gatel pak? Ngempet (Menahan) untuk tidak memposting hal-hal yang berbau Pak Prabowo atau karib bapak sendiri, Sandiaga Uno? Saya kurang yakin kalo bapak gak punya hasrat ingin turut mensosialisasikan sahabat bapak di pemilihan presiden ini.
Saya check instagram pribadi bapak, @aniesbaswedan, yang foto profilnya mengenakan kaos merah putih dengan lambang Jakartanya itu memang tak ada juga memposting hal-hal tentang Pak Prabowo. Terlihat berbeda dengan beberapa kepala daerah tetangganya, medsosnya banyak memposting Paslon Capres-Cawapres.
Melihat hubungan dengan Prabowo Subianto, apalagi dengan wakilnya Sandiaga Uno jelas sekali keakrabannya gak bisa dipungkiri. Publik juga rasa-rasanya memiliki persepsi yang sama dengan saya.
Pak Anies, gatel gak sih? Ditengah derasnya perbincangan mengenai isu-isu pemilihan presiden, bapak malah diem-diem bae, gak terdengar menyuarakan pendapat bapak mengenai sosok Paslon Capres-Cawapres 2019.
Tapi setelah melalui perenungan, tidak salah memang penobatan Gubernur Indonesia kepada bapak.
Saya membaca solah-olah Pak Anies ingin menyampaikan pesan kepada para pejabat publik di negeri ini, bagaimana seharusnya menempatkan diri ditengah kontestasi politik. Atau minimal bapak berhasil konsisten bekerja sesuai porsinya sebagai kepala daerah.
Sebenarnya bapak bisa saja memanfaatkan hari libur untuk turut berkampanye dengan karib bapak, dan kabarnya itu tidak menyalahi aturan konstitusi.
Tapi bapak tidak, dengan tidak memanfaatkan celah itu justru bapak terlihat anggun sebagai pejabat publik. Bapak berhasil menyampaikan pesan berpolitik santun, politik adiluhung atau kata Pak Amien Rais biasa menyebutnya High Politic.
