Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Panggung Lestari merupakan lembaga usaha yang berada di Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Yogyakarta.
![]() |
| BUMDes Panggung Lestari olah limbah minyak goreng, foto inovasidesa.go.ig |
Inovasi yang diciptakan berupa pengolahan minyak sisa penggorengan dari rumah-rumah warga hinggga industri rumahan yang tersebar di daerah Kabupaten Bantul, Gunung Kidul dan Purworejo.
Hingga akhirnya BUMDes ini terpilih sebagai penerima penghargaan The 4th ASEAN Rural Development and Poverty Eradication Leadership Award di Nay Pyi Taw, Myanmar pada November 2019 silam.
Seperti dilansir inovasidesa.go.id BUMDes Panggung Lestari berinovasi mengolah limbah minyak goreng (jelantah), kemudian memasarkan produk inovasi desa tersebut pada PT. Tirta Investama (Aqua Danone) sebagai produk campuran bahan bakar. Melalui kerjasama ini, BUMDes mampu mengubah limbah minyak goreng menjadi pendapatan bagi desa, sekaligus mengurangi pencemaran limbah di sungai.
Penghargaan itu pun langsung diterima Wahyudi Anggoro Hadi selaku Kepala Desa Panggungharjo mewakili BUMDes Panggung Lestari.
![]() |
| Kepdes Wahyudi terima penghargaan ASEAN Leadership Award di Myanmar, foto kemendesa.go.id |
"Saya sangat bangga bahwa BUMDes Indonesia mendapatkan pengakuan di kawasan regional. Hal ini membuktikan pembangunan perdesaan di Indonesia telah diakui progressnya oleh negara-negara lain, setidaknya di kawasan regional ASEAN," ujarnya setelah menerima penghargaan dikutip Beranda Desa dari kemendesa.go.id
Statement yang diungkap Wahyudi sekaligus juga sebagai harapan, bahwa kedepan akan lebih banyak lagi BUMDes-BUMDes di Indonesia yang lebih inovatif.
Pengelolaan sampah di Desa Panggungharjo, menurut Wahyudi didasarkan pada dua perspektif, yaitu perspektif kesehatan lingkungan sekaligus perspektif bisnis (usaha), oleh karena itu pengelolaan sampah ini dilakukan oleh BUMDes.
"Pengelolaan sampah mempunyai beragam potensi yang jika dikelola secara optimal dapat menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan hidup," tukasnya.
BUMDes Panggung Lestari mulai mengelola limbah sejak tahun 2014, limbah minyak goreng diolah menjadi produk campuran bahan bakar bagi industri. Limbah tersebut didapatkan dengan cara membeli dari masyarakat seharga Rp 4 ribu per liter.
Dan setelah limbah minyak goreng melewati proses pemurnian, BUMDes menjualnya ke PT.Tirta Investama seharga Rp. 7.250 per liter.
Untuk mengumpulkan minyak goreng dari masyarakat dan lingkungan sekitar (pabrik-pabrik tahu dan restoran), BUMDes membentuk Bank Tigor (tilasan gorengan).
Hingga saat ini ada 1.700 kepala keluarga (KK) yang mau mendukung penghimpunan minyak jelantah itu. Angka itu baru sekitar 18 prosen dari total penduduk 9.300 KK yang berdomisili di desa itu.
Sementara perlu juga diketahui, ASEAN Leadership Award adalah penghargaan ASEAN bagi Civil Society Organization (CSO) dan Private Sector (swasta) yang dinilai telah berkontribusi bagi pembangunan perdesaan dan pengentasan kemiskinan.

