Angin Segar, Guru Honorer Berhak Digaji dari Dana BOS, Lihat Persyaratannya

Advertisement

Angin Segar, Guru Honorer Berhak Digaji dari Dana BOS, Lihat Persyaratannya

Beranda Desa
Wednesday, 11 March 2020

Angin segar serasa menghempas guru honorer setelah mas Menteri Kebudayaan dan Pendidikan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengeluarkan kebijakan bahwa Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa dialokasikan untuk membayar honor guru honorer.

foto: Menteri Kebudayaan dan Pendidikan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim/https://www.kemdikbud.go.id/

Tidak tanggung-tanggung, alokasinya sampai 50% dari total Dana BOS yang diterima sekolahan. Penyaluran dana dilakukan melalui Menteri Keuangan langsung ke rekening sekolah.

Sehingga pihak sekolah, kepala sekolah dan para guru honorer perlu menyambut kabar baik ini meski tidak semua guru honorer berhak mendapat honor dari Dana BOS tersebut.

Karena setiap instansi sekolah dan guru honorer harus melengkapi berbagai dokumen persyaratan sebagai verifikasi, seperti dilansir https://www.kemdikbud.go.id/

  • Pembayaran honor guru honorer dengan menggunakan dana BOS dapat dilakukan dengan persyaratan yaitu guru yang bersangkutan sudah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), belum memiliki sertifikasi pendidik, serta sudah tercatat di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebelum 31 Desember 2019.
  • Penetapan surat keputusan (SK) sekolah penerima dana BOS dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kemudian disusul dengan verifikasi oleh pemerintah provinsi/kabupaten/kota. Sekolah diwajibkan untuk melakukan validasi data melalui aplikasi Dapodik sebelum tenggat waktu yang ditentukan. Batas akhir pengambilan data oleh Kemendikbud dilakukan satu kali per tahun, yakni per 31 Agustus. Sebelumnya dilakukan dua kali per tahun, yaitu per Januari dan Oktober.

Selain kebijakan penyaluran dan penggunaan, pemerintah juga meningkatkan harga satuan BOS per satu peserta didik untuk jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) sebesar Rp100.000 per peserta didik.

Untuk SD yang sebelumnya Rp 800.000 per siswa per tahun, sekarang menjadi Rp900 ribu per siswa per tahun. Begitu juga untuk SMP dan SMA masing-masing naik menjadi Rp1.100.000 dan Rp1.500.000 per siswa per tahun.

Mendatang, penyaluran dana BOS tahap ketiga hanya dapat dilakukan jika sekolah sudah melaporkan penggunaan dana BOS untuk tahap satu dan tahap dua. Sekolah juga wajib mempublikasikan penerimaan dan penggunaan dana BOS di papan informasi sekolah atau tempat lain yang mudah diakses masyarakat.