Sekolah Muhammadiyah ke-2 di Metro



berjalan dg langkah berat,

terseok angin kehidupan,

yg terkadang tak sejalan,

bahkan kerap kali menantang,

.

tumpuan semua orang tua,

dimana putra dan putri dititipkan,

tempat harapan ditaburkan,

agar cerah masa depan.

.

menjadi ujung tombak peradaban,

penentu arah masa depan bangsa,

.

kini,

ketika pandemi menghampiri,

telah menyadarkan banyak diri,

bahwa apa yg engkau tekuni,

tak mudah utk diikuti,

.

membuat org bnyak mengerti,

apa yg engkau jalani,

tak layak utk dicaci,

tapi layak dijunjung tinggi,

dan dihormati,

.

bnyak hal yg tak mungkin dilupa,

bagi semua yg pernah mjd siswa,

atas semua omelan mu, hukuman mu, pr banyak dari mu, bahkan nilai merah utk ku,

semua berbaris, mjd kenangan manis,

.

tapi ajaran mu, teladan mu, nasihat baik mu, pengetahuan dari mu, 

tak sekedar berbaris, mjd knangan manis,

tapi menyatu, dalam diri ku,

menjadi sisi baik ku, dan mengantarkan aku,

mjd insan yg berguna,

bagi masyarakat dan sesama,

.

kesuksesan ku adlh keberhasilan mu,

kegagalan ku adlh krn abai nasihat mu,

.

terima kasih tak terkira,

atas jasa yg tiada tara,

teruntuk bapak dan ibu,

guru ku,

.

Selamat Hari Guru Nasional Tahun 2020

.

arsip foto: Suasana pembelajaran dalam kelas di Sekolah Muhammadiyah ke-2 di Metro, pusat kolonisasi pertanian penduduk Jawa di Distrik Lampung. 

foto diambil oleh: Jan van der Kolk sekitar tahun 1940, nomor arsip: 53755


Scrip: Kian Amboro

Kolom Komentar

Previous Post Next Post