Tentang Literasi dan Jurnalistik
PADA dasarnya literasi ialah kemampuan seseorang memahami dan megolah informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Literasi juga dapat menambah pengetahuan dan ketrampilan, berfikir kritis dalam memecahkan suatu masalah bahkan kita bisa berkomunikasi secara efektif yang dapat mengembangkan potensi dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat. Cakupan literasi itu luas tak hanya suatu keterampilan menulis dan membaca. Jadi literasi penting untuk dipelajari dan diperdalam agar kita sebagai individu bisa bermasyarakat dengan baik dalam lingkungan.
Literasi ialah kemampuan seseorang untuk menganalisis dari lingkungan sekitar. Baik melalui penglihatan, pendengaran ataupun indra pengecap. Karena itulah literasi tak akan luput dari dunia kebahasaan. Pada dasarnya setiap insan memiliki kemampuan dasar dalam literasi. Hanya saja banyak yang acuh juga menganggap remeh hal tersebut. Beberapa orang bahkan asing dengan istilah satu ini. Literasi dianggap tidak penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun sebenarnya, tanpa hal ini kita tak akan mendapat berita dengan mudah. Bahkan ada kemungkinan kehidupan jauh lebih sulit.
Secara sederhana, literasi memang dipahami sebagai kemampuan dalam membaca dan menulis. Membaca dapat diartikan sebagai proses menerjemahkan lambang-lambang bahasa hingga diproses menjadi suatu pengertian, dan menulis berarti mengungkapkan pemikiran dengan mengukirkan lambang-lambang bahasa hingga membentuk suatu pengertian. Jadi, kalau literasi hanya dipahami sesederhana itu, artinya bangsa kita ini punya sejarah panjang terhadap aktivitas-aktivitas literasi lhoo. Tapi, seiring dengan perkembangannya, pemaknaan terhadap literasi pun menjadi lebih luas. Bahkan di Indonesia, kata literasi sudah lebih populer dibandingkan kemahirwacanaan, melek aksara, dan keberaksaraan. Bukan hanya sekedar kata, tapi literasi juga menjadi gerakan bagi pegiat pendidikan, baik informal dan juga nonformal.
Literasi adalah kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, berbicara, dan memecahkan suatu masalah. Serta kemampuan berkomunikasi secara efektif yang dapat mengembangkan potensi dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat. Literasi bertujuan untuk menjadi beripikir secara kritis, kreatif, inovatif serta menumbuhkan budi pekerti siswa. Dan untuk bisa memahami informasi secara reflektif, analitis dan krisis. Literasi sangat penting bagi siswa karena keterampilan dalam literasi berpengaruh terhadap keberhasilan belajar mereka dan kehidupannya. Keterampilan literasi yang baik akan membantu siswa dalam memahami teks lisan, tulisan, maupun gambar/visual.
Literasi dapat didefinisikan sebagai kemampuan individu dalam memahami dan mengolah informasi yang sudah dia dapatkan ketika membaca dan menulis. Literasi juga dapat diartikan sebagai kegiatan-kegiatan yang berguna untuk mendorong minat membaca dan menulis. Pengertian literasi sendiri sebenarnya dapat berubah sesuai zaman. Sebelumnya, literasi hanya sebatas membaca dan menulis. Tetapi, seiring perkembangan zaman, literasi juga lebih dimaknai dalam memahami dan menganalisis sesuatu, hingga dapat menggunakan informasi yang sudah didapatkan.
literasi dapat diartikan sebagai kemampuan berbahasa mencakup kemampuan dalam menulis, berbicara, menyimak, dan kemampuan berpikir. Literasi juga dapat diartikan sebagai kemampuan memecahkan masalah seperti mengubah mindset seseorang agar lebih rajin dalan menulis, membaca. Literasi dapat menjadi sarana bagi siswa dalam mengenal dan memahami ilmu yang didapatkan di sekolah yang memiliki manfaat untuk meningkatkan nilai mata pelajaran. Dengan literasi, tingkat pemahaman seseorang dalam mengambil kesimpulan yang diterima menjadi lebih baik. Literasi membutuhkan motivasi yang sangat tinggi terutama bagi yang minat membacanya rendah.
Jurnalistik SMAN 1 Trimurjo
