Ali Sastroamidjojo pada ceramahnya di Gedung Kebangkitan Nasional tahun 1974 yang diprakarsai oleh yayasan Idayu menuturkan demikian seperti Beranda Desa himpun di bawah ini:
Tercatat berbagai forum internasional ia ikuti sebagai tempat mempropagandakan keinginan bangsa Indonesia Merdeka. Masih pada kesempatan yang sama, beberapa forum internasional itu ia jelaskan dengan terang benerang.
Forum Internasional Pertama
Forum Internasional pertama yang memberi kesempatan kepada Perhimpunan Indonesia untuk mempropagandakan Indonesia dan perjuangan bangsa kita untuk mencapai kemerdekaan ialah “Congres democratique international pour la paix” (Kongres internasional demokratis untuk perdamaian), yang diadakan di Bierville, dekat Paris pada bulan Agustus 1926.
Perhimpunan Indonesia diwakili oleh Bung Hatta. Didalam pidatonya Bung Hatta yang ketika itu kira-kira masih berusia 24 tahun, mengutarakan dengan jelas tentang perjuangan rakyat kita untuk mencapai kemerdekaannya. Nama Indonesia untuk pertama kalinya ditonjolkannya didalam kongres tersebut.
Sudah barang tentu pemerintah Belanda mengetahui tentang apa yang terjadi didalam kongres Bierville itu dan menjadi sangat marahnya. Apalagi karena nama negeri jajahannya, Hindia Belanda, disajikan kepada kongres tersebut sebagai “Indonesia”, disertai dengan keterangan tentang tujuan pergerakan nasional kita, yaitu Indonesia Merdeka.
Padahal pemerintah Belanda sudah bertahun-tahun mempropagandakan bahwa rakyat Indonesia dibawah jajahanya, hidup makmur, bahagia dan dalam ketentraman, sehingga orang-orang negeri diluar Nederland, percaya bahwa pemerintahan kolonial Belanda adalah yang terbaik di dunia (The Best Colonial Administration). Maka dimengertilah betapa besar kemarahan Belanda terhadap pidato Bung Hatta di Bierille itu.
Hal yang menarik dari penuturan Ali adalah usia yang masih tergolong muda yaitu 24 tahun, Bung Hatta dengan berani dan tegas menyatakan kalimat Indonesia Merdeka di forum internasional jauh lebih dulu dari kawan semasanya di Tanah Air.
Dan hal yang baru kita ketahui bahwa ternyata pemerintah Belanda membuat kebohongan kepada dunia bahwa kekuasaannya di Hindia Belanda telah membuat rakyat Hindia Belanda atau Indonesia hidup makmur, bahagia dan tentram, padahal sebaliknya.
Sehingga akibat pidato Bung Hatta yang membongkar kebohongannya pemerintah Belanda meradang dan dikemudian hari menyeret Bung Hatta ke dalam penjara.
Forum Internasional Kedua
Pada kongres internasional kedua ini menurut Ali Sastroamidjojo begitu sangat mengesankan sehingga mendapatkan sambutan yang baik sekali. Hal yang menjadi menarik menurut Ali Sastro karena kehadiran orang-orang yang mewakili bangsa yang sedang terjajah oleh bangsa lain.
Mata Internasional seakan dibuat kagum dan berkembang rasa simpati mereka oleh sebab kehebatan para propagandis menyuarakan keadaan tanah Hindia Belanda yang sebenarnya selama berada di bawah kekuasaan pemerintah Belanda.
Selain itu hal yang tak kalah penting yang Ali sampaikan pada ceramahnya tersebut adalah untuk mencapai cita-cita diperlukan semagat dan ketekunan.
Empat pemuda ini mencontohkan pentingnya pendidikan untuk mempertajam pengetahuan generasi muda supaya mampu bersaing di muka internasional.
Negara-negara besar dunia akan sangat besar kemungkinannya menaruh kepentingan di Indonesia. Tentu kita tidak ingin, nasib ratusan tahun dimonopoli dan dijajah terulang kembali dikemudian hari.
Tulisan ini merupakan kumpulan dari pernyataan Ali Sastroamidjojo yang menceritakan perjuangannya selama di Nederland. Kisah ini perlu kita resapi sebagai sebuah upaya mengenal perjuangan meraih dan mewujudkan kemerdekaan Indonesia.