ads klik

Advertisement

Saturday, 17 August 2019

Cara Maknai Hari Kemerdekaan di Desa Way Terusan Lampung Tengah


Lampung TengahDua desa di UPT Way Terusan, Lampung Tengah adakan upacara bersama untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. Upacara digelar di Lapangan desa setempat, Sabtu (17/8/2019).



Warga di Desa Way Terusan sedang memperingati Hari Kemerdekaan RI Ke 74

Seperti biasa, di upacara tersebut terdapat beberapa kelompok yang memerankan tugasnya masing-masing. Mulai dari siswa taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah dan berbagai elemen masyarakat.

"Siswa SD Negeri SP 2 tadi memainkan drum band untuk mengiringi lagu kebangsaan. Sedangkan paduan suara dibawakan oleh siswa SMP PGRI 5 Bandar Mataram, dan (Paskibra) Pasukan Pengibar Bendera di tugaskan kepada siswa SMA Terusan Bangsa Bandar Mataram," ungkap Arif Budianto, salah satu pemuda di desa setempat.

Lebih jauh ia juga menjelaskan bahwa upacara tersebut kurang lebih diikuti oleh 1000 peserta yang terdiri TK Pertiwi SP 1, TK Dharma Wanita SP 2, SD Negeri SP 1,SD Negeri SP 2, SMP PGRI 5 Bandar Mataram, SMA Terusan Bangsa Bandar Mataram, Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) dan beberapa Organisasi Bela Diri seperti Cempaka Putih, Pagar Nusa, Paku Banten, PSHT dan seluruh elemen masyarakat yang berada di Desa SP 1 dan Desa SP 2.

Sementara menurut Ngadiman selaku Kepala Desa setempat, upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI Ke 74 ini sudah dipersiapkan dari awal dan menginformasikan keseluruh warga supaya warga turut berpartisipasi.

"Dalam menyambut peringatan Hari Kemerdekaan ini kami mempersiapkannya bersama warga, kami memberikan informasi kepada masyarakat melalui ketua RK atau RT, menyusun program dan pelaksanaannya secara bergotong royong mulai dari mempersiapkan tempat untuk mengadakan acara tersebut," ungkapnya.

Masih menurut Ngadiman "Peringatan Hari Kemerdekaan Ke 74 ini kami maksudkan supaya generasi muda yang ada di Desa Way Terusan tahu akan makna dari sebuah perjuangan dan untuk mempererat persatuan khususnya masyarakat register dan transmigrasi dan juga mengajak kebersamaan dalam kegiatan HUT RI ke-74."

Senada dengan Sandi Yusanto selaku Babinkamtibmas Polsek Seputih Mataram juga menyebut kegiatan tersebut bisa bermanfaat untuk menumbuhkan rasa Nasionalisme terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Kontributor: Arif Budianto, mahasiswa akhir di Pendidikan Sejarah UM Metro

Friday, 2 August 2019

Gempa Terkini Guncang Banten, Bandung, Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu




Beranda Desa - Breaking News- Gempa mengguncang wilayah Lampung sekitar 19.10 WIB. Dari informasi yang berhasil dihimpun, getarannya meluas hingga berbagai provinsi, seperti Sumatra Selatan, Bengkulu dan Jawa Barat. 

"Dari Bandung juga getaran gempa sangat terasa," ungkap Dedi yang memberi informasi via Whatsapp.

Senada dengan itu, Bungsudibi juga menginformasikan bahwa getaran gempa sampai ke Sumatera Selatan. "Getaran gempa juga sampai ke Sumatera Selatan," ujarnya.

Di Lampung juga demikian, beberapa informan yang mengabarkan bahwa getaran sangat terasa di beberapa daerah seperti Lampung Barat, Lampung Timur, Lampung Utara, Kota Metro, Kota Bandar Lampung, Tanggamus, Pringsewu.

Kabar yang sama datang dari BMKG yang merilis bahwa gempa berpusat di laut Banten dan berpotensi tsunami. Berikut daerah yang diwaspadai berpotensi tsunami.

Peringatan Dini Tsunami untuk wilayah: BANTEN, BENGKULU, JABAR, LAMPUNG, Gempa Mag:7.4, 02-Agu-19 19:03:21 WIB, Lok:7.54 LS, 104.58 BT (147 km Barat Daya SUMUR-BANTEN), Kedalaman:10 Km

Daerah yang berpotensi tsunami berdasarkan pemodelan menurut rilis @infoBMKG:
  1. PANDEGLANG BAGIAN SELATAN (BANTEN) - SIAGA
  2. PANDEGLANG PULAU PANAITAN (BANTEN) - SIAGA
  3. LAMPUNG-BARAT PESISIR-SELATAN (LAMPUNG) - SIAGA
  4. PANDEGLANG BAGIAN UTARA (BANTEN) - WASPADA
  5. LEBAK (BANTEN) - WASPADA
  6. TANGGAMUS PULAU TABUAN (LAMPUNG) - WASPADA
  7. SUKABUMI UJUNG-GENTENG (JABAR) - WASPADA
  8. TANGGAMUS BAGIAN TIMUR (LAMPUNG) - WASPADA
  9. LAMPUNG-SELATAN KEP. KRAKATAU (LAMPUNG) - WASPADA
  10. LAMPUNG-SELATAN KEP. LEGUNDI (LAMPUNG) - WASPADA
  11. LAMPUNG-BARAT PESISIR-TENGAH (LAMPUNG) - WASPADA
  12. LAMPUNG-BARAT PESISIR-UTARA (LAMPUNG) - WASPADA
  13. BENGKULU-UTARA PULAU ENGGANO (BENGKULU) - WASPADA
  14. KAUR (BENGKULU) - WASPADA
  15. LAMPUNG-SELATAN KEP. SEBUKU (LAMPUNG) - WASPADA
  16. BENGKULU-SELATAN (BENGKULU) - WASPADA
  17. SERANG BAGIAN BARAT (BANTEN) - WASPADA
  18. SELUMA (BENGKULU) - WASPADA

Lampung Diguncang Gempa Bumi, Getaran Sampai Jawa Barat



Beranda Desa - Breaking News- Gempa mengguncang wilayah Lampung sekitar 19.10 WIB. Dari informasi yang berhasil dihimpun, getarannya meluas hingga berbagai provinsi, seperti Sumatra Selatan, Bengkulu dan Jawa Barat. 

"Dari Bandung juga getaran gempa sangat terasa," ungkap Dedi yang memberi informasi via Whatsapp.

Senada dengan itu, Bungsudibi juga menginformasikan bahwa getaran gempa sampai ke Sumatera Selatan. "Getaran gempa juga sampai ke Sumatera Selatan," ujarnya.

Di Lampung juga demikian, beberapa informan yang mengabarkan bahwa getaran sangat terasa di beberapa daerah seperti Lampung Barat, Lampung Timur, Lampung Utara, Kota Metro, Kota Bandar Lampung, Tanggamus, Pringsewu.

Kabar yang sama datang dari BMKG yang merilis bahwa gempa berpusat di laut Banten dan berpotensi tsunami. Berikut daerah yang diwaspadai berpotensi tsunami.

Peringatan Dini Tsunami untuk wilayah: BANTEN, BENGKULU, JABAR, LAMPUNG, Gempa Mag:7.4, 02-Agu-19 19:03:21 WIB, Lok:7.54 LS, 104.58 BT (147 km Barat Daya SUMUR-BANTEN), Kedalaman:10 Km ::BMKG

Daerah yang berpotensi tsunami berdasarkan pemodelan yang dirilis @infoBMKG:
  1. PANDEGLANG BAGIAN SELATAN (BANTEN) - SIAGA
  2. PANDEGLANG PULAU PANAITAN (BANTEN) - SIAGA
  3. LAMPUNG-BARAT PESISIR-SELATAN (LAMPUNG) - SIAGA
  4. PANDEGLANG BAGIAN UTARA (BANTEN) - WASPADA
  5. LEBAK (BANTEN) - WASPADA
  6. TANGGAMUS PULAU TABUAN (LAMPUNG) - WASPADA
  7. SUKABUMI UJUNG-GENTENG (JABAR) - WASPADA
  8. TANGGAMUS BAGIAN TIMUR (LAMPUNG) - WASPADA
  9. LAMPUNG-SELATAN KEP. KRAKATAU (LAMPUNG) - WASPADA
  10. LAMPUNG-SELATAN KEP. LEGUNDI (LAMPUNG) - WASPADA
  11. LAMPUNG-BARAT PESISIR-TENGAH (LAMPUNG) - WASPADA
  12. LAMPUNG-BARAT PESISIR-UTARA (LAMPUNG) - WASPADA
  13. BENGKULU-UTARA PULAU ENGGANO (BENGKULU) - WASPADA
  14. KAUR (BENGKULU) - WASPADA
  15. LAMPUNG-SELATAN KEP. SEBUKU (LAMPUNG) - WASPADA
  16. BENGKULU-SELATAN (BENGKULU) - WASPADA
  17. SERANG BAGIAN BARAT (BANTEN) - WASPADA
  18. SELUMA (BENGKULU) - WASPADA

Terbaru, Wilayah Berpotensi Tsunami Gempa Banten Agustus 2019




Beranda Desa - Breaking News- Gempa mengguncang wilayah Lampung sekitar 19.10 WIB. Dari informasi yang berhasil dihimpun, getaran meluas hingga berbagai provinsi, seperti Sumatra Selatan, Bengkulu dan Jawa Barat. 

"Dari Bandung juga getaran gempa sangat terasa," ungkap Dedi yang memberi informasi via Whatsapp.

"Sumatera Selatan juga terasa ada getaran gempa malam ini, belum tahu pusat gempanya ada di mana," ujar Bungsudibi.

Di Lampung juga demikian, beberapa informan yang mengabarkan bahwa getaran sangat terasa di Lampung Barat, Lampung Timur, Lampung Utara, Kota Metro, Kota Bandar Lampung, Tanggamus, Pringsewu.

Kabar yang sama datang dari BMKG yang merilis bahwa gempa berpusat di laut Banten dan berpotensi tsunami. Dan berikut daerah yang harus diwaspadai sebagai daerah yang berpotensi tsunami.

Peringatan Dini Tsunami untuk wilayah: BANTEN, BENGKULU, JABAR, LAMPUNG, Gempa Mag:7.4, 02-Agu-19 19:03:21 WIB, Lok:7.54 LS, 104.58 BT (147 km BaratDaya SUMUR-BANTEN), Kedlmn:10 Km ::BMKG

Daerah yang berpotensi tsunami berdasarkan pemodelan:


  1. PANDEGLANG BAGIAN SELATAN (BANTEN) - SIAGA
  2. PANDEGLANG PULAU PANAITAN (BANTEN) - SIAGA
  3. LAMPUNG-BARAT PESISIR-SELATAN (LAMPUNG) - SIAGA
  4. PANDEGLANG BAGIAN UTARA (BANTEN) - WASPADA
  5. LEBAK (BANTEN) - WASPADA
  6. TANGGAMUS PULAU TABUAN (LAMPUNG) - WASPADA
  7. SUKABUMI UJUNG-GENTENG (JABAR) - WASPADA
  8. TANGGAMUS BAGIAN TIMUR (LAMPUNG) - WASPADA
  9. LAMPUNG-SELATAN KEP. KRAKATAU (LAMPUNG) - WASPADA
  10. LAMPUNG-SELATAN KEP. LEGUNDI (LAMPUNG) - WASPADA
  11. LAMPUNG-BARAT PESISIR-TENGAH (LAMPUNG) - WASPADA
  12. LAMPUNG-BARAT PESISIR-UTARA (LAMPUNG) - WASPADA
  13. BENGKULU-UTARA PULAU ENGGANO (BENGKULU) - WASPADA
  14. KAUR (BENGKULU) - WASPADA
  15. LAMPUNG-SELATAN KEP. SEBUKU (LAMPUNG) - WASPADA
  16. BENGKULU-SELATAN (BENGKULU) - WASPADA
  17. SERANG BAGIAN BARAT (BANTEN) - WASPADA
  18. SELUMA (BENGKULU) - WASPADA


Wednesday, 31 July 2019

Rektor UM Metro Sosialisasikan Arah Kebijakan AIK



Rektor UM Metro Beserta Ketua PWM Lampung


UM Metro – Rabu (31/7), segenap pimpinan Universitas Muhammadiyah (UM) Metro mengadakan silaturahmi dan sosialisasi arah kebijakan institusi dalam mengimplementasikan AIK (Al Islam dan Kemuhammadiyahan).

Acara yang berlangsung di Gd. E.1.7, turut dihadiri oleh Ketua PWM (Pimpinan WilayahMuhammadiyah) Lampung, Ketua PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Kota Metro, Wakil Rektor, Ketua LPM (Lembaga Penjamin Mutu), Dekan, Kaprodi dan Dosen yang ada di lingkungan kampus UM Metro.

Drs. Jazim Ahmad, M.Pd., selaku rektor menyebut Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) merupakan ruh dan karakter yang melekat pada lembaga pendidikan Muhammadiyah, termasuk UM Metro sebagai institusi atau lembaga yang saat ini dipimpinnya.

Sehingga sebagai pimpinan ia merasa bertanggungjawab mempersiapkan kebijakan yang tepat untuk mengaplikasikan AIK di lingkup karyawan, dosen maupun mahasiswa. Dengan harapan visi “Terintegrasinya Nilai-nilai Islam dalam Kompetensi Individu dan Lembaga” akan benar-benar terwujud.

“AIK itu ciri dari Muhammadiyah, sehingga rektor harus menyiapkan dosen dan karyawan supaya memahami bidang ini, seperti fasih membaca Al Quran, memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan,” ungkap Rektor Jazim.

Mengerti akan sulitnya mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam kehidupan sehari-hari maupun ke dalam kurikulum perkuliahan, rektor beserta pimpinan lainnya telah menggodok dan menyusun beberapa program untuk mendukung ketercapaian visi institusi yang tengah dinahkodainya.

“Untuk mencapai itu, setelah beberapa tahun absen, insyaallah sebentar lagi kita akan mengadakan Baitul Arqom atau pengkaderan untuk karyawan. Penguatan sumber daya manusia, mengadakan penelitian dibidang AIK sebagai ciri khas PTM, Kurikulum perkuliahan AIK harus didesain ulang sesuai dengan kebutuhan,” imbuhnya.

Terakhir rektor juga mengajak seluruh pemangku kebijakan, dosen dan karyawan yang ada di lingkungan UM Metro untuk terus berkomitmen meningkatkan kinerja untuk mencapai UM Metro yang berkemajuan.

Rektor UM Metro Sosialisasikan Arah Kebijakan AIK

Dalam kesempatan yang sama, PWM Lampung Prof. Dr. Marzuki Noor, M.S., juga menyampaikan bagaimana seharusnya AIK itu diimplementasikan dalam gerak langkah Perguruan Tinggi Muhammadiyah seperti UM Metro.

“Filosofis kerja dan filosofis pikir harus sinkron dalam mewujudkan visi UM Metro, yakni Terintegrasinya nilai-nilai Islam dalam Kompetensi Individu dan Lembaga. Kontribusi dosen di bidang ke Islaman berkolaborasi dengan dosen keilmuan lain seperti dibidang Biologi misalnya akan melahirkan generasi baru yakni generasi yang memahami ilmu biologi yang berlandaskan ke Islaman yang kuat,” terangnya.

Prof.Marzuki juga menghimbau, dalam keikutsertaannya mewujudkan visi-misi UM Metro, dosen harus menurunkan visi tersebut ke dalam strategi baik itu pengajaran maupun penelitian. Supaya strategi pengajaran yang berbasis Islam dan strategi penelitian berbasis islam benar-benar terintegrasi.




Tuesday, 30 July 2019

Juli 2019, Ranking Perguruan Tinggi di Lampung Berubah versi Webomatrics

Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia periode Juli 2019 versi Webomatrics

Berandadesa – Juli 2019, Rangking Web Of Universities (Webomatrics) kembali merilis ranking perguruan tinggi di seluruh dunia. Untuk ranking 100 perguruan tinggi terbaik di Indonesia pada periode ini terlihat mengalami perubahan.

Beberapa perguruan tinggi terlihat naik peringkat dan begitu juga sebaliknya. Seperti peringkat teratas dari 100 perguruan tinggi terbaik pada Januari 2019 diduduki oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) namun di periode Juli 2019 bergeser menjadi Universitas Indonesia (UI). Sedangkan Institut Teknologi Bandung (ITB) tetap kokoh di peringkat 3 (tiga).

Tidak hanya terjadi pada perguruan tinggi ternama seperti yang disebutkan di atas, beberapa perguruan tinggi yang sedang berkembang terlihat rankingnya meningkat. Seperti beberapa perguruan tinggi di Lampung. 

Dua diantaranya naik peringkat, seperti Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), pada Januari 2019 lalu posisinya berada di urutan 99 dari 100 Perguruan Tinggi terbaik versi webomatrics. Namun di Juli 2019 posisinya naik ke peringkat 80 dari 100 Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia.

Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia periode Juli 2019 versi Webomatrics

Begitu juga dengan IIB (Institut Informatika dan Bisnis Indonesia) Darmajaya, periode Juli 2019 ini naik peringkat. Semula di urutan 84 naik menjadi urutan ke 82 perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Berbeda dengan dua tetangganya di atas, Unila (Universitas Lampung) Januari 2019 sempat menduduki urutan ke 15 perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Namun periode Juli 2019 turun ke peringkat 30 (tiga puluh) versi webomatrics.

Sementara ini, dari sekitar 65 perguruan tinggi yang beroperasi di Provinsi Lampung, baik negeri maupun swasta, menurut ranking yang dirilis webomatrics, baru 3 (tiga) perguruan tinggi yang masuk jajaran 100 perguruan tinggi terbaik di Indonesia, (Unila (30), UM Metro (80) dan IIB Darmajaya di urutan 82).

Meski begitu, untuk posisi tiga besar perguruan tinggi terbaik tingkat nasional masih ditempati oleh kampus-kampus ternama seperti UI, UGM, dan ITB. Namun, keberadaan kampus diluar ketiganya saat ini sudah terlihat menampakan kualitas bila kita merujuk ke versi webomatrics.

Hal itu terlihat dari jajaran 10 besar perguruan terbaik, periode Januari 2019 hanya ada 1 (satu) perguruan tinggi dari luar Pulau Jawa, yakni Universitas Syiah Kuala di Aceh. Kini di periode Juli 2019, perguruan tinggi luar Pulau Jawa yang masuk jajaran 10 besar bertambah dengan masuknya Universitas Hasanudin di Makassar yang menduduki peringkat ke 10.





Budiantoro: Mahasiswa S2 UM Metro Raih Medali Emas di Kejurnas Atletik Master

Budiantoro, Peraih tiga medali emas di Kejurnas Atletik Master



Berandadesa-UM Metro | Mahasiswa Program Pascasarjana (S2) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, Budiantoro raih medali emas di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik Master. Kejuaraan yang berlangsung di Stadion Pahoman pada 26-27 Juli 2019 di gelar oleh Persatuan Atlit Master Indonesia (PAMI).

Saat dimintai keterangan mengenai hal ini, ia membenarkan bahwa dikejuaraan itu dirinya meraih beberapa medali emas dan perak dari cabang atletik.

“Kejuaraan Nasional Atletik yang diselenggarakan PAMI (Persatuan Atlit Master Indonesia) ini memang sudah saya siapkan selama 6 bulan. Oleh karena Lampung menjadi tuan rumah jadi ditargetkan 3 emas, dan alhamdulillah target saya bisa tercapai dengan 3 Medali Emas, dan 1 Medali Perak,” ungkapnya.

Budiantoro juga melanjutkan “Pada Kejurnas Atletik Master kemarin di nomor Tolak Peluru saya meraih medali emas. Lontar Martil medali emas, Lempar Cakram medali emas dan Lempar Lembing medali perak,” imbuhnya yang saat dihubungi tengah mengantarkan siswanya dikualifikasi PON (Pekan Olahraga Nasional).

Terakhir ia juga menjelaskan keikutsertaannya di Kejurnas Atletik Master atas sepengetahuan Direktur Pascasarjana UM Metro Dr. Agus Sutanto dan Wakil Rektor IV sekaligus dosen pengampunya di Program Magister Administrasi Pendidikan Dr. M. Ihsan Dacholfany

 “Sebelum berangkat Kejurnas saya kemarin sudah izin kepada Pak Ihsan dan Pak Agus,” tukasnya.

Mendengar hal itu, Dr. Ihsan terut mengapresiasi capaian prestasi yang diraih mahasiswanya. Menurutnya, Budiantoro sebetulnya sudah berprofesi sebagai guru dan saat ini tengah menempuh studi lanjut di Pascasarjana UM Metro dengan konsentrasi Magister Administrasi Pendidikan. Keahlian yang dimiliki Budi dinilainya sangat baik untuk mendukung keprofesiannya sebagai guru.

“Budiantoro merupakan sosok guru sekaligus mahasiswa yang patut ditiru. Meski ia sudah berprofesi tetap sebagai guru, namun alangkah baiknya guru juga mempunyai ketrampilan khusus seperti Budi, sehingga guru tersebut memiliki nilai plus, dan saya kira itu bermanfaat untuk mengembangkan karirnya sendiri maupun lembaga,” ungkapnya.




Monday, 29 July 2019

Pendidikan Sejarah UM Metro: SOS Sebagai Ajang Peningkatan Wawasan Sejarah



Pendidikan Sejarah UM Metro: SOS Sebagai Ajang Peningkatan Wawasan Sejarah|Foto: Aulia Mutiara Putri 

Beranda Desa-UM Metro | Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah (UM) Metro adakan SOS (Studi Objek Sejarah) ke berbagai situs sejarah yang terdapat di Solo, Yogyakarta, Cirebon dan Karawang. Kegiatan ini direncakan berlangsung dari tanggal 29/7/2019 hingga 06/8/2019.

“Tadi pagi (29/7) di halaman Gd. B UM Metro, Kaprodi Pendidikan Sejarah melepas keberangkatan mahasiswa angkatan 2018 yang akan melaksanakan SOS ke Solo, Yogjakarta, Cirebon dan Karawang,” ungkap Aulia Mutiara Putri, salah satu mahasiswa yang diketahui ikut dalam rombongan SOS tersebut.

Masih menurut Aulia “Sesuai agenda yang terjadwal, kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 29/7/2019 hingga 06/8/2019. Sedangkan SOS sendiri ditujukan bukan hanya untuk jalan-jalan semata, namun sebagai mahasiswa sejarah kita harus memaknainya sebagai kegiatan yang sarat dengan edukatif, rekreatif, dan inspiratif.”

Senada dengan itu, Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah UM Metro, Kuswono, M.Pd., di sela-sela pidatonya menyampaikan bahwa SOS penting diikuti karena selama mengunjungi situs-situs bersejarah (rekreasi) mahasiswa dituntut memetik nilai edukasi yang terkandung di dalamnya, dengan harapan mahasiswa menjadi lebih terinspirasi dan memaknai sejarah sebagai ilmu pengetahuan yang penting dipahami.

"Manfaatkan SOS ini sebagai ajang rekreasi dengan tidak lupa memetik nilai edukasi dari setiap objek atau situs sejarah yang akan kita kunjungi, karena dari situ kita akan merasa terinpirasi dan memahami bahwa peran sejarah sangat penting diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” himbaunya kepada puluhan mahasiswa yang akan melaksanakan SOS ke berbagai daerah di Pulau Jawa.

Sebagai Kaprodi, Kuswono, M.Pd., juga menjelaskan bahwa Studi Objek Sejarah merupakan rutinitas yang setiap tahun diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Mero. Selain itu SOS ini juga masuk ke dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dengan nilai 2 SKS di semester 4 (empat) mendatang.


Kontributor : Aulia Mutiara Putri

Thursday, 25 July 2019

Kisah Pemetik Kopi di Lampung Barat


Kisah Pemetik Kopi Lampung Barat | foto: Ari Hidayat

Beranda Desa - Lampung Barat - Perkebunan kopi di Indonesia tercatat yang terluas di dunia, Indonesia menempati urutan pertama dengan total luas perkebunan sekitar 1,3 juta hektar, disusul oleh negara di bagian Amerika Latin (Brasil) dan Vietnam sebagai negara dalam satu regional (Asia Tenggara).

"Saat ini, area perkebunan kopi di Indonesia adalah sekitar 1,3 juta hektar, diikuti oleh Brasil dengan 600 hektar, dan Vietnam dengan 400 ribu hektar," dilansir Republika.com 

Menempati urutan perkebunan kopi terluas di dunia bagi Indonesia rasanya biasa-biasa saja mengingat luas wilayah Indonesia dirasa lebih luas dari negara-negara yang disebutkan di atas.

Dan serasa menjadi tidak ada artinya jika luas perkebunan kopi tidak sebanding dengan hasil produksinya, atau belum berhasil memberi penghidupan yang layak bagi masyarakat di sentra-sentra produksi kopi, terlebih seperti buruh petik biji kopi (Baca: Mutil dalam bahasa Jawa).

Tantangan industri kopi Indonesia memang terlihat kompleks, salah satu faktor yang mempengaruhinya ialah sektor pemasaran. Di pasar internasional, kopi Indonesia dituntut mampu melampaui kualitas produksi kopi dari negara-negara produsen internasional lainnya jika ingin memiliki nial jual yang tinggi.

"Adanya pesaing-pesaing terbesar Indonesia seperti Brazil, Colombia, Guatemala, Costa rika, Meksiko mendorong industri perkopian Indonesia untuk meningkatkan kualitas kopinya serta kemampuannya untuk bersaing di pasar Internaional," repository.ipb.ac.id

Keterkaitan pasar dan petani kopi saya rasa tidak bisa dipisahkan, analisa sederhananya semakin banyak permintaan barang akan semakin meningkatkan produksi dan income di tingkat bawah, ini seolah mata rantai yang saling bertalian. Namun kenyataan yang terjadi tidak sesederhana itu, proses produksi kopi rupaya juga memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Sehingga bila dikalkulasikan antara pengeluaran biaya perawatan dan segala macamnya berbanding tipis dengan penghasilan yang didapat oleh petani apabila tidak mau dibilang rugi.

Pemetik Kopi di Perkebunan Kopi Desa Mekarsari, Pagar Dewa, Lampung Barat | Foto: Ari Hidayat

Jamil Musanif perwakilan dari Koperasi Kopi Indonesia Sejahtera (Kopkis) dalam Republika.com pernah mengatakan selain masalah produktivitas, ada masalah lain yang membelit perkopian di Indonesia yakni ketidakadilan dari segi pendapatan antara petani yang bergerak di hulu dengan di hilir. Jamil berharap ke depannya jurang pendapatan tersebut dapat dipersempit.

Hal ini menjadi menarik diperhatikan, namun sebelumnya, petani yang disinggung Musanif perlu dipersempit pemaknaannya. Petani dalam kerangka pikir kita maknai sebagai pemilik lahan atau perkebunan kopi, sedangkan pada strata sosial ini masih ada yang lebih rendah yakni buruh yang bekerja kepada pemilik perkebunan kopi.

Ari Hidayat misalnya, pemuda asal Kabupaten Pringsewu sengaja datang untuk bekerja sebagai pemetik (Mutil) buah kopi di perkebunan kopi milik salah satu warga Desa Mekarsari, Pagar Dewa, Lampung Barat. Konon, setiap musim panen tiba, ia bersama beberapa temannya yang lain biasa menjadi buruh petik musiman.

Hidup jauh dari daerah asal dan keluarga, suka duka kerap ia rasakan, ditambah harus tinggal berbulan-bulan di tengah perkebunan selama memanen kopi. "Aktivitas sehari-hari ya memetik kopi dari pagi sampai sore, malam istirahat, esok harinya kembali ke kebun terus sampai selesai masa panen," ungkapnya.

Terkadang saat memetik buah kopi dengan kontur tanah berada dikemiringan 60-70 derajat ia harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menyeimbangkan tubuh supaya tidak terpeleset. Tak jarang buah kopi hasil petikannya tumpah berserakan ketika mengalami insiden seperti itu.

Satu karung biji kopi yang dipetik dari beberapa batang pohon kopi Ari mendapat upah 25.000 sampai 35.000 rupiah tergantung ukuran besar dan kecilnya karung. Dari pukul 08.00 sampai 17.00 maksimal menghasilkan 8 (Delapan) karung biji kopi, itupun jika didukung oleh kondisi batang kopi lebat dan kontur tanah yang tidak terjal, terlebih bila di batang pohon kopi terdapat sarang semut atau lebah proses pemetikan menjadi terhambat dan berefek kepada pendapatan.

Buah kopi yang baru dipetik dikumpulkan dalam karung | Foto: Ari Hidayat


"Saya bekerja di sini diberi upah sesuai dengan hasil petik kopi, satu karung biji kopi yang saya kumpulkan upahnya 25.000-35.000 ribu, tergantung ukuran karungnya. Satu hari kalau buah kopinya lebat bisa dapat 8 (delapan) karung. Saya paling kesal jika sedang memetik kopi di pohonnya terdapat sarang semut dan kadang lebah, itu sangat menghambat karena buah kopi di pohon tersebut harus tetap di petik," jelas Ari.

Keberadaan Ari dengan empat orang rekannya di Desa Mekarsari, Pagar Dewa, Lampung Barat bisa sampai 1 (Satu) sampai 2 (dua) bulan. Setelah selesai masa panen ia akan kembali ke daerah asalnya di Pekon Siliwangi, Sukoharjo, Pringsewu. Meski pekerjaannya menjadi buruh petik kopi musiman serasa melelahkan, Ari tetap bersyukur. Upah yang ia dapatkan bisa untuk membantu perekonomian orang tua dan kebutuhan sehari-harinya sambil menunggu masa panen kopi selanjutnya.


Pemetik Kopi di Perkebunan Kopi Desa Mekarsari, Pagar Dewa, Lampung Barat | Foto: Ari Hidayat







Tuesday, 23 July 2019

7 Perguruan Tinggi di Lampung Resmi Jalin Kerjasama dengan UKM Malaysia


7 Perguruan Tinggi di Lampung Resmi Jalin Kerjasama dengan UKM Malaysia

Beranda Desa - Tujuh Perguruan Tinggi yang beroprasi di Provinsi Lampung resmi jalin kerjasama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Hal ini ditandai dengan penandatangan nota kerjasama (MoU) antar perguruan tinggi yang di gelar pada Minggu (21/7/2019) di Aula Gd. Humas dan Internasional, Kampus I, UM Metro.

Tujuh di antaranya ialah Universitas Muhammadiyah Lampung (UM Lampung), Institut Agama Islam Agus Salim (IAI Agus Salim Kota Metro), STKIP Kumala Lampung Metro, STAI Darussalam, STKIP PGRI Metro, STIMIK Darma Wacana, sedangkan Universitas Muhammadiyah Metro sejak tahun 2016 sudah menjalin kerjasama dengan UKM.

Seperti dilansir ummetro.ac.id "Perguruan Tinggi yang terlibat dalam penandatanganan nota kerjasama, baik dengan sesama PT di Lampung maupun dengan UKM ialah UM Lampung, Institut Agama Islam Agus Salim (IAI Agus Salim Kota Metro), STKIP Kumala Lampung Metro, STAI Darussalam, STKIP PGRI Metro, STIMIK Darma Wacana, sedangkan Universitas Muhammadiyah Metro sejak tahun 2016 sudah menjalin kerjasama dengan UKM."

Kerjasama ini diketahui kerjasama program peningkatan pengembangan pengelola perguruan tinggi (dosen) seperti penelitian ilmiah dan program doktoral. “Kerjasama antar perguruan tinggi memiliki manfaat bagi individu dosen dan institusi, karena layanan yang ada dalam kerjasama itu biasanya memiliki efek domino yang positif. Seperti layanan peningkatan penelitian dan penerbitan,” ungkap Prof. Norhamidi Muhammad, guru besar UKM.


Prof. Dr. Norhamidi Muhammad (7 Perguruan Tinggi di Lampung Resmi Jalin Kerjasama dengan UKM Malaysia)

Terakhir Prof. Norhamidi menjelaskan setiap mahasiswa yang mengambil studi doktoral di UKM akan dicarikan promotor sesuai keilmuannya dan berasal dari daerah asal disamping promotor asal UKM.

Selain itu mahasiswa tidak perlu meninggalkan kerja dan keluarga karena bisa melakukan penelitian di daerah asalnya masing-masing. Dengan seperti ini, secara tidak langsung hasil penelitian mahasiswa doktoral bisa menjadi solusi pemecahan masalah di daerah Lampung.

Satu hal yang penting diketahui, syarat untuk ‌mengambil studi doktoral di UKM menurut Prof. Norhamidi minimal harus menguasai metode penelitian tahap 1 (satu) dan metode penelitian tahap 2 (dua). Kursus berbahasa Melayu dan lulus toefel dengan skor minimal 550.


Papringan, Wisata Berbasis Desa di Metro Utara Kota Metro


Desa Wisata Papringan Purwosari Metro Utara Kota Metro

Beranda Desa-Kota Metro | Mendengar Wisata Papringan biasanya hanya ditemui di daerah Pulau Jawa, itu pun jumlahnya masih sangat terbatas. Sehingga sangat sedikit dari kita yang mengetahui istilah Wisata Papringan. Selain terbatas dari segi jumlah, lokasi yang jauh dari Provinsi Lampung atau Kota Metro tentu memerlukan waktu dan biaya yang lebih benyak bila ingin mengunjunginya.

Namun kini nampaknya warga Lampung atau Kota Metro khususnya segera akan menyaksikan Wisata Papringan hadir di daerahnya. Penggagasnya ialah tim dosen asal perguruan tinggi Universitas Muhammadiyah Metro dengan melibatkan mahasiswa dan pemuda di Purwosari, Metro Utara, Kota Metro.

Seperti dilansir ummetro.ac.id “Tim dosen beserta mahasiswa saat ini sedang melakukan program pengabdian masyarakat di 28, Purwosari, Metro Utara, Kota Metro. Puluhan mahasiswa kami terdiri dari berbagai Program Studi. Tidak hanya itu, kami juga mengajak organisasi pemuda (Karang Taruna) setempat untuk bekerjasama mewujudkan pembangunan Wisata Papringan Purwosari. Harapan dari ini semua tentunya bisa membantu pertumbuhan perekonomian warga setempat.”


Desa Wisata Papringan Purwosari Metro Utara Kota Metro

Wisata Papringan Purwosari kabarnya muncul sebagai sebuah ide atau gagasan ketika melakukan survei potensi daerah pengabdian yang dilakukan sebelumnya oleh tim dosen dan mahasiswa.


Seperti namanya ‘Papringan’ wisata ini memang berada di pekarangan yang banyak ditumbuhi Pohon Bambu (Baca: Pring dalam bahasa Jawa). Konon Wisata Papringan akan menyediakan tempat Wisata Education, Culinary (Jajanan Tradisional warga setempat) dan Entertainment.

Dengan melibatkan Pemuda dan Mahasiswa, kegiatan ini tentunya dapat mengasah kreativitas para pemuda dan mahasiswa dalam bermasyarakat. Sehingga setelah lulus dari perguruan tinggi (UM Metro) mahasiswa diharapkan lebih memahami perannya dalam masyarakat. 


Selain itu, karena lokasinya berada di tengah pemukiman desa, tentunya wisata ini merupakan sebuah wisata berbasis desa. Kedepan dengan adaannya Wisata Papringan diharapkan dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat, sehingga secara tidak langsung menumbuhkan perekonomian masyarakat desa.

Seperti diketahui dosen asal Universitas Muhammadiyah Metro yang mengajak puluhan mahasiswa melakukan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Kelurahan Purwosari, Metro Utara, Kota Metro itu ialah Agil Lepiyanto, M.Pd., Kuswono, M.Pd., dan Rasuane Noor, M. Sc.




Monday, 22 July 2019

Desa Wisata Papringan Purwosari Kota Metro


Desa Wisata Papringan Purwosari

Beranda Desa-Kota Metro |  Tiga Dosen Universitas Muhammadiyah Metro ajak puluhan mahasiswa melakukan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Kelurahan Purwosari, Metro Utara, Kota Metro. Ketiganya ialah Agil Lepiyanto, M.Pd., Kuswono, M.Pd., dan Rasuane Noor, M. Sc.

Bentuk PKM yang digagas oleh tiga dosen dan puluhan mahasiswa ini berupa pengadaan tempat wisata berbasis desa (Wisata Papringan). Dampak dari pengadaan Wisata Papringan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat, sehingga secara tidak langsung menumbuhkan perekonomian masyarakat desa.

“Tim dosen beserta mahasiswa saat ini sedang melakukan program pengabdian masyarakat di 28, Purwosari, Metro Utara, Kota Metro. Puluhan mahasiswa kami terdiri dari berbagai Program Studi. Tidak hanya itu, kami juga mengajak organisasi pemuda (Karang Taruna) setempat untuk bekerjasama mewujudkan pembangunan Wisata Papringan Purwosari. Harapan dari ini semua tentunya membantu pertumbuhan perekonomian warga setempat,” uangkap Agil Lepiyanto.





Wisata Papringan Purwosari muncul sebagai sebuah ide dan gagasan dari survei potensi daerah pengabdian yang dilakukan sebelumnya oleh tim dosen dan mahasiswa.

“Seperti namanya ‘Papringan Purwosari’ wisata ini memang berada di Kelurahan Purwosari, dengan memanfaatkan pekarangan yang banyak tumbuh Pohon Bambu (Pring dalam bahasa Jawa). Wisata Papringan nantinya akan menjadi tempat Wisata Education, Culinary (Jajanan Tradisional warga setempat) dan Entertainment,” Imbuhnya.

Manfaat lain dari kegiatan seperti menurutnya dapat mengasah kreativitas mahasiswa dalam bermasyarakat. Sehingga nantinya setelah lulus dari perguruan tinggi (UM Metro) diharapkan mahasiswa dapat memahami perannya dalam bermasyarakat. 




Sunday, 21 July 2019

Mahasiswa Hias Desa Wisata Banjarrejo Lampung Timur


Mahasiswa Hias Desa Wisata Banjarrejo Lampung Timur 

Beranda Desa - Lampung Timur 
| Menjelang pembukaan Desa Wisata Bahasa di Banjarrejo, Batanghari, Lampung Timur, 
Tim Volunteer Universitas Muhammadiyah (UM) Metro bergegas bersihkan lingkungan sekitar.
Hal itu terungkap dari beberapa perwakilan mahasiswa yang berhasil dimintai keterangan. Menurut mereka kegiatan bersih desa yang dilakukan tim volunteer bertujuan untuk menghadirkan kenyaman bagi peserta kursus selama berada di Desa Wisata Bahasa.
"Saya berharap dengan lingkungan bersih dan hiasan di setiap spot belajar, nantinya akan memberi kenyaman tersendiri bagi peserta kursus Bahasa Inggris,” tutur Indah, salah satu anggota Divisi Triner.
Lanjut Indah, “Sampai saat ini yang sudah terdaftar menjadi peserta kursus di Desa Wisata Bahasa terdiri dari siswa SDSMP, SMA, dan aparatur Desa."

Mahasiswa Hias Desa Wisata Banjarrejo Lampung Timur 

Masih di lokasi yang sama 
Gita Septia membeberkan berbagai rencana yang akan dikerjakan untuk memperindah lokasi wisata bahasa. Menurutnya tiap-tiap titik lokasi kursus nantinya akan dihias sedemikian rupa.
"Beberapa spot akan dihias dengan hiasan-hiasan yang berasal dari pemanfaatan barang-barang bekas, seperti botol dan sisa gelas air mineralyang sudah dicat, supaya mempercantik tampilan," ungkap Gita.
Gita pun melanjutkan, setiap kegiatan persiapan menjelang pembukaan Desa Wisata Bahasa maupun kegiatan-kegiatan selanjutnya akan selaludikoordinasikan dengan pemuda setempat. Hal ini menurutnya merupakan wujud dari komitmen pemerintah Desa Banjarrejo dan mahasiswa yang siap berkolaborasi wujudkan Desa Wisata Bahasa.
Seperti diketahui, setiap divisi volunteer Desa Wisata Bahasa saat ini tengah bekerja secara maksimal untuk mewujudkan program-program yang telah direncanakan.