| Sate Padang Goyang Lidah di Bandar Lampung |
Meski jauh dari tempat asalnya, Padang, Sumatera Barat, Sate Padang ini tetap berusaha mempertahankan eksistensinya di Bumi Tapis Berseri. Terletak di jalan Pagar Alam Kota Bandar Lampung, dengan menempati ruang sempit sisa gedung-gedung mewah bertingkat.
Ramainya kota menjadi sebuah kesempatan bagi para pedagang kaki lima untuk terus menjajakan makanan di pinggiran jalan. Meski sadar bahwa persaingan dengan restoran dan cafe modern di samping kanan-kirinya tak bisa terhindarkan.
Dengan seperti itu, kondisi para pedagang pun beragam, ada beberapa yang ramai kedatangan pembeli dan terkadang sepi. Namun mereka tak lantas berputus asa, sebab bisa jadi usaha ini sebagai satu-satunya cara menghidupi perekonomian keluarga.
Dengan seperti itu, kondisi para pedagang pun beragam, ada beberapa yang ramai kedatangan pembeli dan terkadang sepi. Namun mereka tak lantas berputus asa, sebab bisa jadi usaha ini sebagai satu-satunya cara menghidupi perekonomian keluarga.
Sate Padang Goyang Lidah yang berlokasi di jalan Pagar Alam, samping Swalayan Fitrinofane,
Bandar Lampung ini salah satunya.
Seorang tuannya mengadu peruntungan dengan memanfaatkan ruang sempit dipinggir jalan dengan atap tenda sederhana. Jika dibandingkan dengan bangunan di sekelilingnya jelas jauh berbeda.
Akibatnya tempat dan lokasinya yang kurang memadai, tentu berakibat kepada minat pembeli. Berbanding terbalik dengan penjual makanan di mall atau plaza, yang selalu berderet antrian panjang. Padahal harganya bisa dua kali lipat dengan harga makanan di pedagang kaki lima.
Alasan klasik yang masih menarik minat pembeli belanja di pedagang kaki lima bisa jadi karena harganya murah dan pembelinya kemungkinan pada taraf ekonomi menengah ke bawah. Karena orang-orang elit biasa terlalu banyak pertimbangan untuk sekedar mampir ke pedagang di trotoar.
Sate Padang Goyang Lidah terbilang murah untuk ukuran di Bandar Lampung. Dengan merogoh kocek 15.000 rupiah, pembeli sudah bisa menyantap satu porsi dengan isi sepuluh tusuk sate plus irisan lontong.
Lokasinya memang terbatas, tapi pedagang sangat lihai menata perabotannya. Meja dan kursi siap tersedia bila sewaktu-waktu ada pengunjung yang ingin bersantap langsung di tempat. Tapi tak jarang ada juga pembeli yang minta dibungkus karena mau menyantapnya bareng keluarga di rumah.
Akibatnya tempat dan lokasinya yang kurang memadai, tentu berakibat kepada minat pembeli. Berbanding terbalik dengan penjual makanan di mall atau plaza, yang selalu berderet antrian panjang. Padahal harganya bisa dua kali lipat dengan harga makanan di pedagang kaki lima.
Alasan klasik yang masih menarik minat pembeli belanja di pedagang kaki lima bisa jadi karena harganya murah dan pembelinya kemungkinan pada taraf ekonomi menengah ke bawah. Karena orang-orang elit biasa terlalu banyak pertimbangan untuk sekedar mampir ke pedagang di trotoar.
Sate Padang Goyang Lidah terbilang murah untuk ukuran di Bandar Lampung. Dengan merogoh kocek 15.000 rupiah, pembeli sudah bisa menyantap satu porsi dengan isi sepuluh tusuk sate plus irisan lontong.
Lokasinya memang terbatas, tapi pedagang sangat lihai menata perabotannya. Meja dan kursi siap tersedia bila sewaktu-waktu ada pengunjung yang ingin bersantap langsung di tempat. Tapi tak jarang ada juga pembeli yang minta dibungkus karena mau menyantapnya bareng keluarga di rumah.
Baca juga D'Camp Cafe, Salah Satu Cafe Unik di Bandar LampungDari sisi rasa, sedikit ada perbedaan dengan sate-sate lainnya. Bahan utama terlihat sama, daging ayam dan bumbu kacang. Tapi cara penyajian dan dari segi rasa berbeda. Bumbu kacangnya lebih kental, dan rempahnya berasa banger.
Bisa jadi kandungan bumbu
rahasianya yang menjadikan sate ini sebagai salah satu makanan khas Tanah Minang, selain masakan rendang.
Konon, bumbu kuah kacangnya itu ditambahi cabai yang cukup banyak sehingga rasanya
pedas. Selain itu, bumbunya selalu dihangatkan diatas bara api, jadi penyajiannya selalu dalam keadaan hangat dan terasa sangat cocok disantap saat musim hujan seperti ini.
Di daerah
asalnya Sumatera Barat terdapat tiga jenis varian Sate Padang, yaitu Sate
Padang, Sate Padang Panjang dan Sate Pariaman.
Selamat berburu masakan khas daerah dan selamatkan eksistensi pedagang UMKM Indonesia!