Gerakan Angkatan Perang Ratu Adil atau APRA

Selain pemberontakan yang dilakukan oleh PKI di Madiun September 1948. Upaya untuk mengacaukan kemerdekaan Republik Indonesia juga hadir dari Gerakan Angkatan Perang Ratu Adil. Pemimpin gerakan ini adalah Kapten Westerling. Tujuannya APRA ialah ingin membentuk negara federal untuk Indonesia yang mempunyai tentara sendiri di negara-negara bagian RIS.


Gambar Pasukan APRA di Bandung. Pasukan ini sebagian Besar terdiri dari bekas anggota KNIL.


Serangan pertama yang dilakukan oleh APRA terjadi pada tanggal 23 Januari 1950 di Bandung. Markas Divisi Siliwangi berhasil dikuasai dan membantai para anggota TNI yang ditemuinya. Ketika itu Letkol Lembong termasuk salah satu yang menjadi korban.

Mendengar peristiwa ini, Moh. Hatta sebagai Perdana Menteri RIS dengan sigap memerintahkan pasukannya ke Kota Bandung. Selain itu, beliau juga mengadakan rapat dengan Komisaris Tinggi Belanda. Dengan kekuatan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat yang dibantu kekuatan rakyat, Pasukan APRA terdesak dan Westerling berhasil diusir  dari Kota Bandung.

Baca juga Pemberontakan PKI Madiun 1948

Setelah itu, diketahui bahwa dalang dari semua ini adalah Sultan Hamid II, yang merupakan Menteri Negara pada kabinet RIS. Tujuan sebenarnya ialah menculik Sri Sultan Hamengkuuwono IX, yang ketika itu sebagai Menteri Pertahanan Keamanan. Selain Sri Sultan, target penculikan lainnya adalah Mr. Ali Budiadjo (Sekjen Pertahanan), dan T.B. Simatupang yang saat itu menjabat Kepala Staf Angkatan Perang. Karena keberhasilan pasukan APRIS, keamanan wilayah Jawa Barat berhasil dikendalikan dari ancaman gerakan APRA.




Kolom Komentar

Previous Post Next Post