Dam Raman: Wisata dan Gerakan Mengalirkan Uang ke Desa Purwosari-Kota Metro



Purwosari-Berandadesa.com - Kelurahan Purwosari merupakan salah satu daerah yang berada di Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Provinsi Lampung.
Jarak dari pusat Kota Metro sekitar 9.6km atau bisa ditempuh dengan waktu 20 menit perjalanan normal.
Purwosari memang sudah dikenal sebagai letak dari destinasi wisata keluarga berbasis desa yang keberadaannya mulai viral satu atau dua tahun terakhir.
Siapa lagi kalau bukan media online, sosial media, dan sejenisnya, salah satu yang menjadi faktor Dam Raman kini dikenal masyarakat luas.

Dengan memanfaatkan trend sosial media/media online para penggagas wisata Dam Raman sangat terbantu dalam menyebarluaskan informasi detail tentang wisata Dam Raman.
Berbagai sudut pandang coba diungkap oleh para pegiat sosial media untuk mengangkat isu Dam Raman. Mulai dari kritik sosial yang menyoroti kurangnya perhatian pemerintah, dan juga yang menarasikan bahwa Dam Raman saat ini layak untuk dijadikan pilihan wisata bagi warga Kota Metro.
Sehingga tidak menutup kemungkinan, karena gencarnya perberitaan tentang Dam Raman, warga luar Kota Metro, terutama sekali warga kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Timur yang lokasinya berdekatan tentu merasa diundang untuk berkunjung ke Dam Raman.
Mengapa demikian? Perlu juga diketahui bahwa dari beberapa sumber yang berhasil dihimpun, keberadaan Dam Raman memang dihimpit oleh tiga kabupaten yang disebutkan di atas.
Sebelumnya, Waduk atau Bendungan Dam Raman ini hanya berfungsi sebagai sumber pengairan lahan persawahan untuk 3 (tiga) kabupaten tersebut. Namun saat ini tentu bermaanfaat lebih, karena keberadaannya sudah disulap menjadi lokasi wisata.

Kembali ke awal, bila semua informasi tentang Dam Raman sudah banyak diberitakan dan diposting di berbagai sosial media, lalu hal apa yang akan tersaji dalam tulisan yang diakui oleh penulis sendiri sangat tumpul dalam hal pemilihan kata dan analisa, yang bila dibandingkan tentu banyak yang lebih baik dari ini.
Penulis secara subyektif ingin mengungkapkan beberapa pengalaman yang berhasil ditangkap selama berada di lokasi wisata Dam Raman. Terutama soal gerakan membuka peluang penghasilan bagi warga sekitar.
Beberapa waktu lalu saya sempat tersentuh oleh tulisan Dharma Setyawan, salah seorang tokoh penggerak ayo ke dam raman, seperti dilansir laman Nuwobalak.id.
Kurang lebih kalimatnya begini, “Berjuanglah untuk mengalirkan uang ke pinggiran kota ini, dibaca Kota Metro, karena ada desa-desa yang menyangganya.”
Bisa dipahami bahwa sebait kalimat di atas mengartikan bahwa sudah sangat perlu dan berhak bahwa masyarakat di desa/kelurahan pun memiliki peluang kerja dan pendapatan yang sama dengan masyarakat di kota.
Sebait kutipan di atas juga bisa menyadarkan kita bahwa sudah seyogyanya gerakan yang berupaya mengembangkan potensi daerah, desa, atau kelurahan senantiasa di dukung oleh berbagai elemen masyarakat, terutama pemerintah yang memiliki kendali besar dalam hal kebijakan maupun permodalan.
Terlepas dari itu, tidak ada salahnya jika penulis kembali mengurai hal-hal yang saat ini terdapat di wisata Dam Raman. Mulai dari fasilitas arena permainan hingga sarana penunjang lainnya.

1. Penjual Makanan

Pedagang di sekitar Dam Raman banyak menjajakan berbagai makanan dan minuman. Jadi bagi pengunjung yang tidak membawa bekal dan merasa lapar atau haus bisa membelinya di sini.

2. Area Parkir

Lokasi parkir di wisata Dam Raman terbilang cukup luas, bisa menampung puluhan kendaraan roda empat dan roda dua. Tarif parkir ketika kami berkunjung sebesar 2000 rupiah.

3. Mushola

Bila pengunjung sedang asyik berwisata di Dam Raman dan datang waktu sholat, tidak perlu khawatir, pengelola sudah menyediakan mushola yang bisa untuk digunakan sholat berjamaah. Dilengkapi dengan tempat wudhu, sajadah dan ruku (mukena). Konon, biaya pembangunan mushola disini berasal dari sumbangan relawan.

4. Toilet

Toilet di wisata Dam Raman posisinya berada satu lokasi dengan mushola.

5. Perahu Klotok

Perahu Klotok ini bisa digunakan untuk berkeliling mengarungi perairan Dam Raman. Bahkan biasa digunakan untuk mengantar pengunjung yang ingin mengunjungi pulau atau daratan yang ada di tengah-tengah perairan Dam Raman. Sewa perahu ini perorangnya dikenakan tarif 15.000 rupiah.

6. Perahu Bebek

Perahu bebek juga sama halnya dengan perahu klotok, hanya saja, untuk mengarungi perairan Dam Raman, pengunjung yang menyewa perahu bebek harus mengayuhnya sendiri, umumnya perahu bebek ini digerakan oleh dua orang penumpang.

7. Spot Selfie

Di tepian aliran Dam Raman pengunjung akan mendapati berbagai spot selfi yang unik dan bisa dijadikan lokasi berswafoto untuk mengabadikan momen indah bersama keluarga, sahabat atau pasangan.
Sekian informasi yang kami sajikan, jika ada sedikit hal bermanfaat dari tulisan ini silahkan dibagikan kepada sahabat dan teman-teman yang lain. Siapa tahu ada dari sahabat-sahabat kita yang ingin berkunjung ke wisata Dam Raman, di Kelurahan Purwosari, Metro Utara, Kota Metro.
Perahu Bebek di Wisata Dam Raman

Perahu Klotok, digunakan untuk mengarungi Dam Raman


Kolom Komentar

Previous Post Next Post