Lampung Tengah (Beranda Desa.com). Musim kemarau tahun 2019 menyisakan suka duka. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan. Karena umumnya mereka menggantungkan penghasilan dari bertani ataupun berkebun. Tapi disisi lain ada fenomena unik yang terjadi di Desa Notoharjo Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah.
Warga Desa Notoharjo memanfaatkan kemarau yang kering ini sebagai peluang untuk berkreatifitas. Para warga berkompetisi membuat Layang-layang untuk dilombakan, uniknya pada musim ini lomba yang diadakan tak hanya sebatas warga dalam kampung saja, tetapi lintas kampung bahkan kecamatan.
"Untuk membuat layang-layang, dibutuhkan kesabaran dan kemampuan kusus untuk hasil yang maksimal" ujar Anang salah satu penggiat layang-layang
Pada perlombaan ini layang harus diterbangkan dengan rentang benang murang lebih 100m, dan tak lupa layang-layang harus dihiasi lampu agar lebih menarik ketika melintasi langit. Biasanya lomba di mulai ba'da magrib dan pemenang adalah siapa yang paling lama dapat bertahan diatas langit.
"....biasanya lomba bisa sampe jam 03.00 pagi, bahkan sampe subuh, dan ya kita pemilik layang-layang yang nungguin layang-layang itu turun" tutur Alfian julianus salah satu peserta Lomba.
Tak tanggung-tanggung Hadiah utama pada perlombaan adalah seekor Kambing dan disertai doorprize-doorprize lainya.
Penulis: Pandu Pinuju
![]() |
| Lahan Kering, Warga Trimurjo Lomba Layang-Layang |
Warga Desa Notoharjo memanfaatkan kemarau yang kering ini sebagai peluang untuk berkreatifitas. Para warga berkompetisi membuat Layang-layang untuk dilombakan, uniknya pada musim ini lomba yang diadakan tak hanya sebatas warga dalam kampung saja, tetapi lintas kampung bahkan kecamatan.
"Untuk membuat layang-layang, dibutuhkan kesabaran dan kemampuan kusus untuk hasil yang maksimal" ujar Anang salah satu penggiat layang-layang
Pada perlombaan ini layang harus diterbangkan dengan rentang benang murang lebih 100m, dan tak lupa layang-layang harus dihiasi lampu agar lebih menarik ketika melintasi langit. Biasanya lomba di mulai ba'da magrib dan pemenang adalah siapa yang paling lama dapat bertahan diatas langit.
"....biasanya lomba bisa sampe jam 03.00 pagi, bahkan sampe subuh, dan ya kita pemilik layang-layang yang nungguin layang-layang itu turun" tutur Alfian julianus salah satu peserta Lomba.
Tak tanggung-tanggung Hadiah utama pada perlombaan adalah seekor Kambing dan disertai doorprize-doorprize lainya.
Penulis: Pandu Pinuju
