Metro, Berandadesa.com - Himpunan Mahasiswa Sejarah (HIMAS) Program Studi Pendidikan Sejarah UM Metro kembali mengadakan kegiatan di Rumah Sejarah Dokter Metro (Dokterswoning), Jl. Brigjend Sutiyoso No. 1, Metro Pusat, Kota Metro.
![]() |
| Di Rumah Dokterswoning Metro, HIMAS Gelar Peringatan Hari Bela Negara |
Seperti
diketahui sebelumnya, Rabu (16/12/2020), rombongan HIMAS Pendidikan
Sejarah UM Metro juga melakukan giat bakti sosial di lokasi yang sama.
Kemudian
pada Sabtu (19/12/2020), HIMAS menggelar diskusi rutin OBRAS (Obrolan Seputar
Sejarah) bertajuk peringatan Hari Bela Negara bagi generasi Z (Gen-Z).
Diskusi
ini mengambil tema Peserta diskusi terdiri dari mahasiswa program studi pendidikan
sejarah UM Metro dan alumni pendidikan sejarah. Dosen Sejarah, Kian Amboro
hadir sebagai pemantik diskusi mengetengahkan perlunya transformasi
sejarah kepada Gen-Z.
“Generasi
teknologi yang serba cepat, instan, dan pragmatis ini tentu membutuhkan sejarah
dalam kemasan baru yang sesuai perkembangan zaman, agar dapat lebih dipahami
oleh Gen-Z, sejarah yang sesuai dengan jiwa zamannya (zeitgeist),” jelas Kian.
Lebih
jauh, Kian yang juga pada tahun 2020 ini menjadi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB)
Kota Metro menjelaskan berbagai hal yang bisa dilakukan generasi muda dalam
berpartisipasi dalam bela negara.
“Peran
aktif yang bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari terkait Bela Negara,
yakni memajukan bangsa dan negara (pendidikan, moral, sosial, peningkatan
kesejahteraan), menjaga hubungan baik
antar sesama warga negara, melestarikan budaya, belajar dengan rajin, taat akan
hukum dan peraturan negara, mencintai produk dalam negeri, mengisi kemerdekaan
dengan kegiatan positif, pengabdian sesuai profesi, membantu mencegah dan menangani bencana dan
ancaman non-fisik (ekonomi, sosial, budaya, dst),” imbuhnya.
Ketua
Himas Utara Setya Nugraha mengemukakan Obras kali ini ada yang berbeda, selain
bertepatan dengan peringatan Hari Bela Negara (HBN), Obras juga mengambil
tempat di rumah bersejarah dokterswoning di Jl. Brigjend Sutiyoso No. 1, Metro
Pusat, Kota Metro.
“Hal
ini sebagai bentuk upaya menghidupkan kembali rumah bersejarah dokterswoning,
mengenalkannya kepada khalayak luas bahwa bangunan ini perlu
dijaga kelestariannya,” pungkasnya.
