Trimurjo, Berandadesa.com - Komunitas Pegiat Sejarah Trimurjo Heritage sukses menyelenggarakan kegiatan penelusuran lokasi-lokasi bersejarah yang diberi nama Hunting History. Dengan bertujuan mengajak masyarakat dan mengenalkan sejarah yang ada di sekitar mereka, mulai dari lokasi dan peninggalan bersejarah, hingga toponimi nama daerah.
Kegiatan berjalan dengan sekitar 20 peserta yang berasal dari berbagai kalangan dan usia. Selama jalannya kegiatan peserta nampak antusias dan mengikuti dengan baik kegiatan hingga selesai.
Hunting History yang dilaksanakan ini menelusuri lokasi dan mendatangi objek sebagaimana yang telah diinformasikan sebelumnya, yakni (1) Drie hoofd canal atau lebih dikenal dengan Pintu Air Trimurjo, (2) Pasar Trimurjo, (3) Argoguruh Weir atau Bendung Argoguruh 1935 di Tegineneg, (4) Stalenburg atau Jembatan Baja di Batanghari Ogan, (5) Watersluis atau Pintu Air KBh 3 dan 4, (5) Lokasi volkschool atau lokasi bekas sekolah rakyat dan toponimi nama daerah.
Alfian salah satu peserta mengungkapkan "Saya sangat tertarik dengan acara yang mengkaji tentang sejarah lokal ini, karena pengetahuan ini tidak didapatkan disekolah" ujarnya
Dengan objek penelusuran bertemakan Irigasi, Komunitas Trimurjo Heritage memaparkan ulasan dari hasil kajian yang selama ini telah dilakukan dari berbagai sumber, baik arsip (KITLV, surat kabar, Tropenmuseum) maupun dari sumber lisan.
Pandu Pinuju W selaku penggiat dari Trimurjo Heritage menjelaskan" Saya sangat bangga, karena peserta berasal dari berbagai kalangan usia, yang memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda-beda, dengan minat dan rasa ingin tahu yang tinggi membuat partisipasinya dalam acara tersebut tertuang secara maksimal" singgungnya, diacara tersebut.
Dengan pemaparan dan penyampaian informasi sesederhana mungkin, membuat peserta mudah memahami kisah dibalik objek-objek yang dikunjungi, seperti fungsi,teknis pemanfaatan, dan konstruksi bangunan pada awal didirikanya hingga pada saat ini.
Kian Amboro yang merupakan salah satu pegiat sejarah Kolonisasi Sukadana mengungkapkan "kegiatan penelusuran kali ini walaupun jarak lokasi antara satu dengan yang lainnya terbilang jauh, tetapi bukan menjadi faktor putusnya semangat para peserta, saya mengamati peserta masih tetap antusias hingga kegiatan selesai, tentu ini indikator yang baik, dan kegiatan ini bisa kembali diagendakan, tentu dengan beberapa catatan dan evaluasi" ujarnya.
Kedepannya komunitas Trimurjo Heritage berharap dapat lebih meluaskan lagi ruang geraknya. Sebagai komunitas pegiat, tentu giat dan kegiatan harus menjadi syarat utama. Tetap berorientasi pada tujuan untuk lebih mengenalkan dan memasyarakatkan lagi sejarah, menunjukkan bahwa sejarah itu dekat dan ada di sekitar mereka.
Pandu Pinuju
