METRO, BERANDADESA.COM - Komunitas Pegiat Sejarah Metro melakukan kegiatan pendokumentasian bangunan antik berarsitektur kolonial yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 137, Metro Pusat, Kota Metro, Minggu (10/01/2021).
Seperti
diketahui belakangan, Rumah Antik yang berada di depan Dealer Suzuki Kota Metro
itu dikabarkan akan dijual oleh pemiliknya. Informasi tersebut terlihat dari
papan informasi penjualan yang terpasang di halaman rumah dan juga dari akun
sosial media instagram penjualan properti.
Febri
Angga, salah seorang penggiat sejarah dari Komunitas Trimoerdjo Heritage
mengungkapkan, “sampai dengan saat ini belum didapatkan informasi mengenai
sejarah pembangunan rumah ini dan kapan rumah ini didirikan. Informasi yang
baru kami peroleh adalah bahwa rumah ini merupakan bekas rumah produksi roti
merek Anugerah yang pernah berjaya pada masanya. Akan tetapi dari arsitektur
bangunan, dapat diidentifikasi bahwa ciri-ciri bangunan bergaya kolonial dan
Indis jelas terlihat”, ungkapnya.
Hal
inilah yang kemudian menjadi dasar dan keyakinan dari para pegiat sejarah,
bahwa bangunan antik ini pasti memiliki eksplanasi sejarah yang sangat
dimungkinkan belum terungkap.
Kian Amboro, salah satu pegiat sejarah yang juga anggota TACB Metro juga menjelaskan “Ciri-ciri bangunan bergaya kolonial dari rumah ini sebenarnya sangat mudah diidentifikasi, seperti dari bentuk fasad bangunan yang simetris, memiliki bangunan tambahan di sisi kanan-kiri sebagai penyeimbang (bijgebouwen),"
"memiliki elemen bukaan bangunan yang diekspos, seperti pintu, jendela, lubang
angin/ventilasi sebagai bentuk adaptasi terhadap iklim tropis, dan elemen batu
alam pada dinding bagian luar yang menambah kesan kekokohan dan gigantisme
bangunan, serta morfologi elemen bukaan, seperti bentuk khas daun pintu/jendela
pasangan (kupu tarung) dan berkisi-kisi/jalusi,” jelas Kian.
Baca juga: Pertama di Lampung, Kota Metro Tetapkan Dua Bangunan Cagar Budaya
![]() |
| Bangunan antik berarsitektur kolonial Belanda yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 137, Metro Pusat, Kota Metro |
Febri juga menambahkan “saat ini tidak banyak yang bisa dilakukan oleh kami (para pegiat sejarah) terhadap keberadaan rumah antik ini yang akan dijual, alasan yang pertama karena rumah ini kepemilikannya adalah perorangan, sehingga tidak mungkin bagi kami menghalangi pemilik rumah ini untuk menjual aset pribadinya,"
"alasan kedua, kajian yang sedang dilakukan oleh para pegiat sejarah tentang
sejarah rumah ini belum selesai, alasan ketiga, status rumah antik ini yang belum
ditetapkan sebagai Cagar Budaya maupun dugaan Cagar Budaya, sehingga upaya
perlindungan hukum terhadap rumah ini belum bisa ditempuh. Oleh karena itu,
yang saat ini kami lakukan sebatas menyelamatkan memori historis dengan
melakukan pendokumentasian bangunan ini,” tambahnya.
Barnas
Rasmana, pegiat sejarah dari Komunitas ARSENIK juga menegaskan pentingnya
pendokumentasian ini, “sejarah itu adalah tentang memori, ingatan, jika kita
tidak bisa menjaga monumen dimana tempat memori itu melekat agar tetap lestari,
setidaknya kita harus menjaga memori itu tetap ada dalam bentuk lain,
digitalisasi memori ini penting, untuk mengantisipasi ketidakpastian masa depan
dari rumah antik ini, sehingga apabila kemungkinan terburuk terjadi (karena
hancur, atau musnah) generasi mendatang masih bisa tetap tahu bahwa kota ini
pernah memiliki bangunan antik ini” tegasnya.
Baca juga: Komunitas Sejarah ARSENIK Sukses Gelar Hunting History Pringsewu Area
Selain
itu Utara Setya Nugraha, Ketua Himpunan Mahasiswa Sejarah (HIMAS) UM Metro juga
menyampaikan bahwa rumah ini memiliki keunikan dan kekhasan dari bentuk dan
gaya arsitekturnya, sangat identik dengan bangunan kolonial. Apabila hasil
kajian nantinya memang menunjukkan bahwa rumah ini adalah rumah bersejarah, ini
adalah bagian penting dari aset sejarah kota ini, tentu juga aset bagi
pendidikan. Maka penyelamatan memori historis rumah ini sangat penting.
Kegiatan
tersebut diikuti oleh para pegiat sejarah yang berasal dari berbagai komunitas,
seperti Komunitas Trimoerdjo Heritage, Komunitas ARSENIK, Himpunan Mahasiswa
Sejarah (HIMAS) UM Metro, Komunitas Fotoantik, Seputar Kota Metro, maupun dari
kalangan umum yang tertarik untuk mengabadikan bangunan itu.
Rumah
bergaya arsitektur indis tersebut telah lama menjadi pusat perhatian di
kalangan pegiat sejarah, serta sedang dalam proses kajian oleh para pegiat
sejarah di kota Metro.

