Ramadan adalah bulan yang mulia bagi komunitas umat Islam di dunia. Juga diyakini banyak terdapat keutamaan-keutamaan di dalamnya.
Terlepas dari itu, ramadan juga rupanya membawa berkah tersendiri bagi para pedagang makanan. Bila disurvey, mungkin ada lonjakan permintaan dari para konsumen terhadap bahan/barang makanan. Ini bisa jadi karena masyarakat muslim semua berbondong-bondong menyiapkan beragam menu makanan untuk berbuka puasa dan makan sahur.
Selain itu, keinginan atau hasrat orang berpuasa biasanya ingin makan yang enak-enak dan minum yang segar-segar disaat berbuka dan makan sahur. Alasannya untuk memenuhi nutrisi tubuh setelah seharian menahan haus dan lapar. Sehingga buah, sayur, ikan dan daging kerap menjadi hidangan yang wajib saat berbuka puasa dan makan sahur.
Untuk itu Beranda Desa mencoba menelusuri penjual ikan segar di seputar Kota Metro Lampung. Jum'at (1/4/2020) sore, penjual ikan segar yang terdapat di Kelurahan Yosomulyo hampir kehabisan stok dagangannya. Ikan yang banyak diburu pembeli diantaranya Ikan Nila, Ikan Lele, Ikan Patin dan Ikan Mas.
Harga dari jenis ikan tersebut juga terlihat mengalami kenaikan disaat menjelang ramadan. Semula dihari-hari biasa beranda desa pernah mendapati harga Ikan Nila seharga Rp. 30.000/kg, namun saat ini naik menjadi Rp. 35.000/kg.
Begitu juga dengan Ikan Mas, harganya hampir naik sekitar Rp. 5.000 dari harga normal. Ikan Lele dan Ikan Patin diperkirakan mengalami kenaikan sekitar Rp. 3.000.
Fenomena pasar seperti ini memang lazim terjadi. Disaat permintaan barang meningkat dan barang langka dipasaran biasanya harga barang tersebut akan naik.
Namun apakah kondisi pasar seperti ini menjadi problem bagi kita. Mungkin iya, mungkin juga tidak. Karena bisa jadi momen ramadan ini menjadi kesempatan untuk menambah penghasilan para pedagang. Dan bisa menjadi 'masalah' karena harga beli terlalu mahal tidak diimbangi dengan daya beli konsumen atau masyarakat.
Sebagian masyarakat yang berpenghasilan rendah mungkin akan merasa terbebani oleh kenaikan berbagai barang makanan tersebut. Sehingga, rasa-rasanya sangat benar anjuran dari Islam yang menyarankan supaya yang berkelebihan harta mau menyisihkan hartanya bagi yang membutuhkan.
Terutama sekali di bulan ramadan, memberi makan orang berpuasa pahalanya disebutkan setara dengan orang yang berpuasa tersebut. Wallahu a'lam bisshwab.
Semoga bulan ramadan ini memberi hikmah kepada kita, untuk saling menguatkan dan mengasihi sesama umat, bangsa dan negara.

.jpeg)