![]() |
| Dari Harley Davidson, Kita Melihat Gagahnya Pejabat Urusan Pertanian Kolonisasi Trimurjo |
SEBUAH potret pejabat pemerintahan Hindia Belanda yang bertanggungjawab pada urusan pertanian di wilayah kolonisasi Trimurjo-Metro. Sosok tersebut bernama van J.H Brinkgreve, yaitu seorang konsultan pertanian di daerah kolonisasi Trimurjo-Metro.
Yang menarik disini adalah, jenis kendaraan yang digunakannya pada saat itu, yaitu Motor pabrikan Amerika yang sangat fenomenal bernama Harley Davidson dengan seri-WLA keluaran 1930-1940. Perlu diketahui Harley Davidson adalah pabrikan motor dari negeri pamansam, yang turut serta menyuplai kendaraan-kendaraan militer roda dua pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Harley Davidson seri-WLA dirancang ketahanannya di medan perang, dengan meminimalisir konsumsi bahan bakar, mudahnya perawatan dan lain-lain.
Selain dimanfaatkan sebagai salah satu alat transportasi pada peperangan, Harley Davidson jenis ini juga dijadikan kendaraan alternatif untuk menyuplai bahan pangan dan kontroler pemerintahan Belanda di daerah-daerah terpencil, salah satunya daerah Kolonisasi Trimurjo-Metro.
Foto diatas diambil pada tahun 1940, dimana terlihat motor Harley Davidson seri-WLA bernomor polisi BE 1250 sedang melintasi jalanan utama Trimurjo-Metro yang ditunggangi oleh salah satu pejabat Belanda bernama van J.H Brinkgreve, pada foto tersebut motor Harley Davidson menggunakan kereta samping atau biasa disebut sespan (sidecar).
Mungkin beberapa orang melihat ini adalah hal yang lumrah-lumrah saja, tetapi bagi beberapa penggemar otomotif dan sejarah hal tersebut adalah bukan hal yang biasa, mengingat kendaraan pabrikan amerika tersebut adalah kendaraan yang memiliki status sosial yang tinggi di zaman ini, mungkin hanya aristokrat atau para pengusahan kelas atas yang mampu membelinya. Tetapi hal yang unik dibuktikan, bahwa motor tersebut sudah pernah dijadikan kendaraan Dinas di daerah kolonisasi Trimurjo-Metro pada tahun 1940.
Mengenai sosok rinci Brinkgreve mungkin akan kita bahasa di postingan selanjutnya.
.
Narasi : Pandu Pinuju Widodo
Sumber
Arsip : KITLV-Leiden-Belanda
Nomor Arsip : 34578/34579/34588
