Sempat terhenti karena pandemi, Prodi Pendidikan Sejarah UM Metro kembali laksanakan SOS Lokal dan Makrab bersamaan
Kota Metro - Progam Studi Pendidikan Sejarah (Prodi Pendidikan Sejarah) dan Himpunan Mahasiswa Sejarah Universitas Muhammadiyah Metro (Himas UM Metro) melaksanakan kegiatan Studi Objek Sejarah Lokal (SOS Lokal ) dan Masa Keakraban (Makrab) pada Sabtu (26/11/2022).
SOS Lokal dan Makrab ini merupakan kegiatan rutin dan wajib yang dilakukan Oleh Prodi Pendidikan Sejarah dan HIMAS UM Metro dalam rangka menggali mengenai tempat-tempat bersejarah yang ada di Lampung dan melakukan kegiatan Keakraban antar angkatan mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah UM Metro.
Tahun 2022 ini merupakan SOS Lokal dan Makrab pertama setelah terhenti karena adanya pandemi. Terakhir kali dilaksanakan padah tahun 2019. Adapun yang menjadi tempat tujuannya yaitu Situs Batu Tulis Palas Pasemah Lampung Selatan, Benteng Cempaka dan Makam Raden Inten ll Lampung Selatan, serta untuk acara keakrabannya dilakukan di Pantai M beach Lampung Selatan.
Adapaun tema yang diangkat dalam kegiatan kali ini yakni "one day get solidarity with history education"
Rosdiana Dilaranti, selaku Ketua bidang Perkaderan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia HIMAS UM Metro yang juga sekaligus Ketua Panitia kegiatan menjelaskan Alhamdulillah makrab tahun 2022 dibareng lagi dengan kegiatan SOS Lokal. Sempat terhenti karena pandemi tapi tahun ini bisa berjalan lagi.
"Yah, kegiatan Makrab tahun ini dilaksanakan di Pantai M beach Lampung Selatan, setelah melakukan kunjungan ke beberapa objek sejarah yang telah ditentukan. Makrab sendiri merupakan Program Kerja dari Himas UM Metro sebagai dari langkah untuk membangun kekeluargaan di Prodi Pendidikan Sejarah antara mahasiswa dan dosen. Nanti diacara makrab ada beberapa kegiatan yang dilakukan diantaranya game tepung, kereta balon dan estafet air selain juga ada beberapa kegiatan pendukung lainnya yang itu sudah diformulasikan oleh rekan-rekan panitia," ujar mahasiswi yang akrab dipanggil Dina.
Ketua umum HIMAS UM Metro, Aditya Nurrohman menyampaikan acara ini merupakan acara rutin dari Prodi Pendidikan Sejarah dan Himas UM Metro yang dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan SOS Lokal ini biasanya digabung dengan masa keakraban antar mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah UM Metro.
"Alhamdulillah tahun 2022 ini keluarga besar Prodi Pendidikan Sejarah bisa melaksanakan SOS Lokal dan Makrab secara berbarengan. Kita tahu sudah dua kali makrab tidak bareng dengan SOS Lokal, dan tahun ini terlaksana kembali. Alhamdulillah. Acara ini juga merupakan bentuk kolaborasi Prodi Pendidikan Sejarah dengan Himas UM Metro. Sehingga tradisi dari dulu bisa kembali dihidupkan tentunya terus berlanjut ke masa depan," ucap Aditya.
Kaprodi Pendidikan Sejarah UM Metro, Kuswono dalam sambutannya pada saat pelepasan mengungkapkan bahwa SOS Lokal merupakan langkah untuk menguatkan kompetensi guru sejarah yang diantaranya adalah menguasai hakikat, struktur keilmuan, ruang lingkup, dan objek sejarah secara luas dan mendalam, berkenan dengan hal tersebut maka Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro, melaksanakan kegiatan Studi Objek Sejarah (SOS) Lokal.
"Prodi Pendidikan Sejarah UM Metro 5 tahun terakhir ini sudah konsen dengan sejarah lokal, maka untuk mendukung hal tersebut diadakan SOS Lokal. Sehingga nanti setelah lulus akan mengenali berbagai tempat-tempat bersejarah yang ada disekitar, selain daripada untuk menguatkan kompetensi guru sejarah. Diacara ini juga nanti akan ada kegiatan keakraban Mahasiswa Sejarah, jadi nantinya hubungan persaudaraan antar mahasiswa sejarah semakin erat," kata Kuswono.
Wakil Dekan 1 Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Metro, Bobi Hidayat pada saat pelepasan juga menyampaikan apresiasi. Adanya kegiatan ini juga kompetensi calon guru sejarah nantinya akan semakin kuat. Kegiatan juga akan berbarengan dengan Makrab jadi perlu sekali untuk mahasiswa sejarah disetiap angkatan harus saling mengenal satu sama lainnya.
"Apresiasi yang sangat kami sampaikan kepada Prodi Pendidikan Sejarah, yang sudah kembali melaksanakan kegiatan sos lokal, karena kita tahu sempat terhenti karena pandemi. Harapan dari pihak fakultas dengan adanya kegiatan ini calon-calon guru sejarah memiliki kemampuan dan kompetensi nantinya pada membelajarkan materi sejarah. Karena acara ini digabungkan dengan masa Keakraban maka nanti setiap angkatan saling mengenal satu sama lain. Dengan mengucap Alhamdulillahirabbil 'alamiin SOS Lokal dan Makrab Prodi Pendidikan Sejarah UM Metro resmi saya lepas," ucap Bobi Hidayat.
Kunjungan pertama di Objek Sejarah Situs Batu Tulis Palas Pasemah, disini diterangkan mengenai awal mula keberadaan dari situs. Dijelaskan bahwa situs batu tulis Palas Pasemah ini merupakan salah bukti kebesaran dan keberadaan Kerajaan Sriwijaya yang sampai ke wilayah Lampung.
Dinamakan Situs Batu Tulis Palas Pasemah karena berada di Desa Palas Pasemah Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan. Prasasti Palas Pasemah menceritakan tentang keberhasilan Kerajaan Sriwijaya dalam menduduki wilayah Lampung Selatan. Selain itu, prasasti ini juga berisikan kutukan bagi orang-orang yang tidak taat kepada raja. Orang tersebut akan terbunuh oleh kutukan.
Objek kunjungan kedua di lokasi Komplek Benteng Cempaka dan Makam Pahlawan Raden Inten ll. Lokasi Makam Raden Inten II terletak di Desa Gedungharta Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan, dikenal dengan nama Benteng Cempaka, jarak tempuh sekitar 18 km dari Kota Kalianda.
Di lokasi ini dijelaskan mengenai silsilah Radin Inten II yang masih keturunan dari Kesultanan Banten yang berjaya di abad 16. Dan juga masih ada ikatan darah kekerabatan dengan Kesultanan Aceh.
Kota Metro - Progam Studi Pendidikan Sejarah (Prodi Pendidikan Sejarah) dan Himpunan Mahasiswa Sejarah Universitas Muhammadiyah Metro (Himas UM Metro) melaksanakan kegiatan Studi Objek Sejarah Lokal (SOS Lokal ) dan Masa Keakraban (Makrab) pada Sabtu (26/11/2022).
SOS Lokal dan Makrab ini merupakan kegiatan rutin dan wajib yang dilakukan Oleh Prodi Pendidikan Sejarah dan HIMAS UM Metro dalam rangka menggali mengenai tempat-tempat bersejarah yang ada di Lampung dan melakukan kegiatan Keakraban antar angkatan mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah UM Metro.
Tahun 2022 ini merupakan SOS Lokal dan Makrab pertama setelah terhenti karena adanya pandemi. Terakhir kali dilaksanakan padah tahun 2019. Adapun yang menjadi tempat tujuannya yaitu Situs Batu Tulis Palas Pasemah Lampung Selatan, Benteng Cempaka dan Makam Raden Inten ll Lampung Selatan, serta untuk acara keakrabannya dilakukan di Pantai M beach Lampung Selatan.
Adapaun tema yang diangkat dalam kegiatan kali ini yakni "one day get solidarity with history education"
Rosdiana Dilaranti, selaku Ketua bidang Perkaderan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia HIMAS UM Metro yang juga sekaligus Ketua Panitia kegiatan menjelaskan Alhamdulillah makrab tahun 2022 dibareng lagi dengan kegiatan SOS Lokal. Sempat terhenti karena pandemi tapi tahun ini bisa berjalan lagi.
"Yah, kegiatan Makrab tahun ini dilaksanakan di Pantai M beach Lampung Selatan, setelah melakukan kunjungan ke beberapa objek sejarah yang telah ditentukan. Makrab sendiri merupakan Program Kerja dari Himas UM Metro sebagai dari langkah untuk membangun kekeluargaan di Prodi Pendidikan Sejarah antara mahasiswa dan dosen. Nanti diacara makrab ada beberapa kegiatan yang dilakukan diantaranya game tepung, kereta balon dan estafet air selain juga ada beberapa kegiatan pendukung lainnya yang itu sudah diformulasikan oleh rekan-rekan panitia," ujar mahasiswi yang akrab dipanggil Dina.
Ketua umum HIMAS UM Metro, Aditya Nurrohman menyampaikan acara ini merupakan acara rutin dari Prodi Pendidikan Sejarah dan Himas UM Metro yang dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan SOS Lokal ini biasanya digabung dengan masa keakraban antar mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah UM Metro.
"Alhamdulillah tahun 2022 ini keluarga besar Prodi Pendidikan Sejarah bisa melaksanakan SOS Lokal dan Makrab secara berbarengan. Kita tahu sudah dua kali makrab tidak bareng dengan SOS Lokal, dan tahun ini terlaksana kembali. Alhamdulillah. Acara ini juga merupakan bentuk kolaborasi Prodi Pendidikan Sejarah dengan Himas UM Metro. Sehingga tradisi dari dulu bisa kembali dihidupkan tentunya terus berlanjut ke masa depan," ucap Aditya.
Kaprodi Pendidikan Sejarah UM Metro, Kuswono dalam sambutannya pada saat pelepasan mengungkapkan bahwa SOS Lokal merupakan langkah untuk menguatkan kompetensi guru sejarah yang diantaranya adalah menguasai hakikat, struktur keilmuan, ruang lingkup, dan objek sejarah secara luas dan mendalam, berkenan dengan hal tersebut maka Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro, melaksanakan kegiatan Studi Objek Sejarah (SOS) Lokal.
"Prodi Pendidikan Sejarah UM Metro 5 tahun terakhir ini sudah konsen dengan sejarah lokal, maka untuk mendukung hal tersebut diadakan SOS Lokal. Sehingga nanti setelah lulus akan mengenali berbagai tempat-tempat bersejarah yang ada disekitar, selain daripada untuk menguatkan kompetensi guru sejarah. Diacara ini juga nanti akan ada kegiatan keakraban Mahasiswa Sejarah, jadi nantinya hubungan persaudaraan antar mahasiswa sejarah semakin erat," kata Kuswono.
Wakil Dekan 1 Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Metro, Bobi Hidayat pada saat pelepasan juga menyampaikan apresiasi. Adanya kegiatan ini juga kompetensi calon guru sejarah nantinya akan semakin kuat. Kegiatan juga akan berbarengan dengan Makrab jadi perlu sekali untuk mahasiswa sejarah disetiap angkatan harus saling mengenal satu sama lainnya.
"Apresiasi yang sangat kami sampaikan kepada Prodi Pendidikan Sejarah, yang sudah kembali melaksanakan kegiatan sos lokal, karena kita tahu sempat terhenti karena pandemi. Harapan dari pihak fakultas dengan adanya kegiatan ini calon-calon guru sejarah memiliki kemampuan dan kompetensi nantinya pada membelajarkan materi sejarah. Karena acara ini digabungkan dengan masa Keakraban maka nanti setiap angkatan saling mengenal satu sama lain. Dengan mengucap Alhamdulillahirabbil 'alamiin SOS Lokal dan Makrab Prodi Pendidikan Sejarah UM Metro resmi saya lepas," ucap Bobi Hidayat.
Kunjungan pertama di Objek Sejarah Situs Batu Tulis Palas Pasemah, disini diterangkan mengenai awal mula keberadaan dari situs. Dijelaskan bahwa situs batu tulis Palas Pasemah ini merupakan salah bukti kebesaran dan keberadaan Kerajaan Sriwijaya yang sampai ke wilayah Lampung.
Dinamakan Situs Batu Tulis Palas Pasemah karena berada di Desa Palas Pasemah Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan. Prasasti Palas Pasemah menceritakan tentang keberhasilan Kerajaan Sriwijaya dalam menduduki wilayah Lampung Selatan. Selain itu, prasasti ini juga berisikan kutukan bagi orang-orang yang tidak taat kepada raja. Orang tersebut akan terbunuh oleh kutukan.
Objek kunjungan kedua di lokasi Komplek Benteng Cempaka dan Makam Pahlawan Raden Inten ll. Lokasi Makam Raden Inten II terletak di Desa Gedungharta Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan, dikenal dengan nama Benteng Cempaka, jarak tempuh sekitar 18 km dari Kota Kalianda.
Di lokasi ini dijelaskan mengenai silsilah Radin Inten II yang masih keturunan dari Kesultanan Banten yang berjaya di abad 16. Dan juga masih ada ikatan darah kekerabatan dengan Kesultanan Aceh.
Raden Inten II Gelar Kusuma Ratu (1834-1856) merupakan keturunan Fatahillah dari perkawinannya dengan Putri Sinar Alam dari Keratuan Pugung, dikenal sebagai pemimpin yang gigih menentang penjajahan Belanda.
Peserta SOS Lokal dan Makrab tahun ini terdiri dari mahasiswa dari Pendidikan Sejarah UM Metro semester 1, 3 dan 5 yang berjumlah 61 mahasiswa dan didampingi 7 dosen.
Peserta SOS Lokal dan Makrab tahun ini terdiri dari mahasiswa dari Pendidikan Sejarah UM Metro semester 1, 3 dan 5 yang berjumlah 61 mahasiswa dan didampingi 7 dosen.
(Berandadesa.com - Kampus)
Penulis: Adit
