PFP II IPM Lampung: Sinergi Fasilitator Berdampak untuk Penguatan Kaderisasi Berkelanjutan

Lampung Tengah, Sebagai upaya memperkuat sistem kaderisasi yang berkelanjutan dan transformatif, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Lampung menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Fasilitator dan Pendamping (PFP) II yang dilaksanakan selama lima hari, sejak Rabu hingga Ahad, 21–25 Mei 2025, bertempat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PDM Lampung Tengah, Bandar Jaya, Terbanggi Besar berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Lampung Tengah sebagai tuan rumah. Kegiatan ini menjadi langkah strategis PW IPM Lampung untuk memperkuat barisan kader pelaksana perkaderan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga tajam secara ideologis dalam mengayomi.

Pelatihan ini diikuti oleh dua puluh peserta terpilih yang berasal dari berbagai Pimpinan Daerah IPM se-Lampung, serta satu peserta delegasi dari PW IPM Sumatera Selatan. Para peserta merupakan kader-kader pilihan yang selama lima hari penuh dibekali materi ideologis, kepemimpinan, manajemen perkaderan, fasilitasi kelompok, serta teknik pendampingan kaderisasi secara langsung. Dengan suasana intensif dan penuh semangat kekeluargaan, pelatihan ini menjadi ruang tumbuh bagi para calon fasilitator dan pendamping yang kelak akan memegang peran penting dalam proses pengkaderan di lingkungan IPM.

Pembukaan kegiatan berlangsung semarak dengan penampilan tari kreasi dari siswa-siswi SD Aisyiyah Poncowati, Terbanggi Besar. Tarian tersebut menyambut hangat kehadiran para peserta dan tamu undangan dalam balutan budaya yang menggambarkan semangat pelajar Lampung yang kreatif dan penuh semangat.

Ketua Umum PW IPM Lampung, Firdaus Armansyah, dalam sambutanya menyampaikan bahwa PFP bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan proses penyemaian ruh gerakan yang telah lama menjadi napas IPM. Ia menekankan bahwa rumah karya pelajar adalah visi besar PW IPM Lampung untuk membangun ekosistem pelajar yang mandiri, kolaboratif, dan berdampak.

“Kita tidak sedang melatih kader biasa. Kita sedang menyiapkan pelita-pelita kecil yang akan menerangi ruang-ruang di masa depan. Fasilitator dan pendamping adalah jiwa dari perkaderan itu sendiri mereka yang akan menghidupkan semangat, menjaga bara api gerakan, dan memastikan setiap kader IPM mendapatkan ruang untuk tumbuh secara utuh, baik akal, ruh, maupun rasa.” Tegas Arman

Ganis Khorunnisa, Ketua Bidang Perkaderan Pimpinan Pusat IPM, yang turut hadir dalam acara pembukaan, menyampaikan rasa bangga atas komitmen PW IPM Lampung yang secara konsisten melahirkan inovasi dalam bidang perkaderan. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari kesinambungan proses kaderisasi IPM secara nasional. Dalam sambutannya, ia menuturkan,

“PFP adalah ruang pembuktian bahwa IPM tidak pernah kekurangan kader berkualitas. Namun kualitas itu harus diasah dengan metode, dibentuk melalui pengalaman, dan dijaga dengan nilai-nilai ideologis. Saya berharap peserta PFP II ini menjadi penggerak dan pengikat ruh perkaderan di daerahnya masing-masing.” Ungkap Ganis

Sementara itu, Ketua PDM Lampung Tengah, Ir. Sumaidi, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepercayaan yang diberikan kepada PDM Lampung Tengah sebagai tuan rumah. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa keberadaan IPM sebagai gerakan pelajar harus terus didorong agar mampu menjadi penopang utama dalam pembentukan karakter pelajar yang unggul dan Islami. Ia menyatakan,

“Kami percaya bahwa IPM adalah harapan. Bukan hanya untuk Muhammadiyah, tapi juga untuk Indonesia. Maka kegiatan seperti ini menjadi sangat penting, karena di sinilah lahir pelaku-pelaku perubahan. Kami di daerah akan selalu siap mendukung dan membersamai proses kaderisasi ini.” Ujar Sumaidi

PFP II secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, Rahmat Santosa, yang juga memberikan amanat kepada seluruh peserta dan kader IPM. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan bahwa IPM memiliki posisi strategis dalam mengawal masa depan umat dan bangsa, dan oleh karena itu harus dijaga dengan serius melalui proses kaderisasi yang sungguh-sungguh.

“IPM adalah kebanggaan Muhammadiyah. Kaderisasi bukan hanya soal melanjutkan estafet, tetapi menegakkan marwah gerakan. Fasilitator dan pendamping itu bukan jabatan mereka adalah penjaga gerakan. Mereka adalah arsitek kaderisasi. Kami berharap melalui pelatihan ini akan lahir kader-kader penggerak yang bukan hanya mampu memimpin forum, tetapi juga mampu memimpin perubahan. Kami ingin IPM terus melahirkan pelajar yang tajam dalam nalar, lembut dalam akhlak, dan kokoh dalam prinsip,” tegasnya.

 “Saya menyaksikan sendiri semangat dan kesungguhan kader IPM hari ini. Maka saya yakin, IPM Lampung sedang menapaki jalan yang benar dalam proses transformasi kaderisasi. Kegiatan ini bukan hanya pelatihan, tetapi sebuah pergerakan sunyi yang akan menjadi gema besar di masa depan.” Tutup Rahmat

Selama kegiatan berlangsung, peserta dibimbing oleh fasilitator-fasilitator berpengalaman dari internal IPM dan beberapa pemateri yang mendorong pendekatan kaderisasi yang berdampak, komunitas, dan kepemimpinan transformatif. Para peserta terlibat dalam dinamika kelompok, studi kasus, simulasi fasilitasi, serta praktik mendampingi proses kaderisasi secara langsung. Selain itu, ruang refleksi dan evaluasi menjadi bagian penting dari setiap sesi, agar proses belajar tidak hanya menjadi hafalan, tetapi benar-benar menjadi pemahaman yang menyatu dalam laku.

Sementara itu, Apriza Bagus Saputra sebagai Asisten Master of Training menyampaikan bahwa peran fasilitator berdampak sangat krusial dalam proses kaderisasi IPM Lampung. Melalui pendekatan yang partisipatif dan inspiratif, fasilitator bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun semangat dan kapasitas kader agar mampu menjadi pemimpin yang tangguh dan berintegritas.

‘’Dalam kegiatan PFP II IPM Lampung, kami berkomitmen meneguhkan langkah kaderisasi dengan menguatkan peran fasilitator sebagai agen perubahan yang mampu membimbing kader muda secara efektif. Ini bukan sekadar pelatihan, melainkan proses pembentukan karakter dan kemampuan kader untuk berkontribusi nyata dalam organisasi dan masyarakat. Saya optimis, kolaborasi antara fasilitator berdampak dan semangat kaderisasi IPM Lampung akan menghasilkan regenerasi yang solid dan berkelanjutan, yang akan membawa organisasi ini menuju masa depan yang lebih gemilang.” Ujar Bagus

Di akhir kegiatan, suasana haru dan harapan menyelimuti penutupan. Dengan telah selesainya Pelatihan Fasilitator dan Pendamping II ini, PW IPM Lampung berharap akan lahir para fasilitator dan pendamping kaderisasi yang tidak hanya kompeten dalam metodologi, tetapi juga teguh dalam ideologi, luas dalam wawasan, dan tegas dalam membina. Fasilitator-fasilitator ini diharapkan menjadi pemantik utama lahirnya kader-kader IPM yang progresif, berdaya cipta, dan memberi dampak nyata bagi umat dan bangsa.

PFP II bukan sekadar pelatihan. Ia adalah ikhtiar nyata untuk menyalakan kembali pelita gerakan pelajar Islam di tengah dunia yang penuh hiruk pikuk dan kebisingan zaman. Di ruang-ruang kecil inilah ide besar dilahirkan. Dari semangat para pelajar ini, harapan baru itu tumbuh.

Kegiatan pembukaan juga turut dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain: PDM dan PDA Lampung Tengah, jajaran PW IPM Lampung, PC IPM Terbanggi Besar Polsek Terbanggi Besar, Kepala AUM & AUA, PRM & PRA Terbanggi Besar, serta seluruh kader IPM dari di Lampung Tengah.


Aditya N Rohman

Kolom Komentar

Previous Post Next Post