Pelatihan ini diikuti oleh dua puluh peserta terpilih yang berasal dari berbagai Pimpinan Daerah IPM se-Lampung, serta satu peserta delegasi dari PW IPM Sumatera Selatan. Para peserta merupakan kader-kader pilihan yang selama lima hari penuh dibekali materi ideologis, kepemimpinan, manajemen perkaderan, fasilitasi kelompok, serta teknik pendampingan kaderisasi secara langsung. Dengan suasana intensif dan penuh semangat kekeluargaan, pelatihan ini menjadi ruang tumbuh bagi para calon fasilitator dan pendamping yang kelak akan memegang peran penting dalam proses pengkaderan di lingkungan IPM.
Pembukaan kegiatan berlangsung semarak dengan penampilan tari kreasi dari siswa-siswi SD Aisyiyah Poncowati, Terbanggi Besar. Tarian tersebut menyambut hangat kehadiran para peserta dan tamu undangan dalam balutan budaya yang menggambarkan semangat pelajar Lampung yang kreatif dan penuh semangat.
Ketua
Umum PW IPM Lampung, Firdaus Armansyah, dalam sambutanya menyampaikan bahwa PFP
bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan proses penyemaian ruh gerakan yang
telah lama menjadi napas IPM. Ia menekankan bahwa rumah karya pelajar adalah
visi besar PW IPM Lampung untuk membangun ekosistem pelajar yang mandiri,
kolaboratif, dan berdampak.
“Kita
tidak sedang melatih kader biasa. Kita sedang menyiapkan pelita-pelita kecil
yang akan menerangi ruang-ruang di masa depan. Fasilitator dan pendamping
adalah jiwa dari perkaderan itu sendiri mereka yang akan menghidupkan semangat,
menjaga bara api gerakan, dan memastikan setiap kader IPM mendapatkan ruang
untuk tumbuh secara utuh, baik akal, ruh, maupun rasa.” Tegas Arman
Ganis
Khorunnisa, Ketua Bidang Perkaderan Pimpinan Pusat IPM, yang turut hadir dalam
acara pembukaan, menyampaikan rasa bangga atas komitmen PW IPM Lampung yang
secara konsisten melahirkan inovasi dalam bidang perkaderan. Ia mengungkapkan
bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari kesinambungan proses kaderisasi
IPM secara nasional. Dalam sambutannya, ia menuturkan,
“PFP
adalah ruang pembuktian bahwa IPM tidak pernah kekurangan kader berkualitas.
Namun kualitas itu harus diasah dengan metode, dibentuk melalui pengalaman, dan
dijaga dengan nilai-nilai ideologis. Saya berharap peserta PFP II ini menjadi
penggerak dan pengikat ruh perkaderan di daerahnya masing-masing.” Ungkap Ganis
Sementara
itu, Ketua PDM Lampung Tengah, Ir. Sumaidi, menyampaikan apresiasi yang tinggi
atas kepercayaan yang diberikan kepada PDM Lampung Tengah sebagai tuan rumah.
Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa keberadaan IPM sebagai gerakan pelajar
harus terus didorong agar mampu menjadi penopang utama dalam pembentukan
karakter pelajar yang unggul dan Islami. Ia menyatakan,
“Kami percaya
bahwa IPM adalah harapan. Bukan hanya untuk Muhammadiyah, tapi juga untuk
Indonesia. Maka kegiatan seperti ini menjadi sangat penting, karena di sinilah
lahir pelaku-pelaku perubahan. Kami di daerah akan selalu siap mendukung dan
membersamai proses kaderisasi ini.” Ujar Sumaidi
PFP II
secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM)
Lampung, Rahmat Santosa, yang juga memberikan amanat kepada seluruh peserta dan
kader IPM. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan bahwa IPM memiliki posisi
strategis dalam mengawal masa depan umat dan bangsa, dan oleh karena itu harus
dijaga dengan serius melalui proses kaderisasi yang sungguh-sungguh.
“IPM
adalah kebanggaan Muhammadiyah. Kaderisasi bukan hanya soal melanjutkan
estafet, tetapi menegakkan marwah gerakan. Fasilitator dan pendamping itu bukan
jabatan mereka adalah penjaga gerakan. Mereka adalah arsitek kaderisasi. Kami
berharap melalui pelatihan ini akan lahir kader-kader penggerak yang bukan
hanya mampu memimpin forum, tetapi juga mampu memimpin perubahan. Kami ingin
IPM terus melahirkan pelajar yang tajam dalam nalar, lembut dalam akhlak, dan
kokoh dalam prinsip,” tegasnya.
“Saya menyaksikan sendiri semangat dan
kesungguhan kader IPM hari ini. Maka saya yakin, IPM Lampung sedang menapaki
jalan yang benar dalam proses transformasi kaderisasi. Kegiatan ini bukan hanya
pelatihan, tetapi sebuah pergerakan sunyi yang akan menjadi gema besar di masa
depan.” Tutup Rahmat
Selama
kegiatan berlangsung, peserta dibimbing oleh fasilitator-fasilitator
berpengalaman dari internal IPM dan beberapa pemateri yang mendorong pendekatan
kaderisasi yang berdampak, komunitas, dan kepemimpinan transformatif. Para
peserta terlibat dalam dinamika kelompok, studi kasus, simulasi fasilitasi,
serta praktik mendampingi proses kaderisasi secara langsung. Selain itu, ruang
refleksi dan evaluasi menjadi bagian penting dari setiap sesi, agar proses
belajar tidak hanya menjadi hafalan, tetapi benar-benar menjadi pemahaman yang
menyatu dalam laku.
Sementara
itu, Apriza Bagus Saputra sebagai Asisten Master of Training menyampaikan bahwa
peran fasilitator berdampak sangat krusial dalam proses kaderisasi IPM Lampung.
Melalui pendekatan yang partisipatif dan inspiratif, fasilitator bukan hanya
menyampaikan materi, tetapi juga membangun semangat dan kapasitas kader agar
mampu menjadi pemimpin yang tangguh dan berintegritas.
‘’Dalam
kegiatan PFP II IPM Lampung, kami berkomitmen meneguhkan langkah kaderisasi
dengan menguatkan peran fasilitator sebagai agen perubahan yang mampu
membimbing kader muda secara efektif. Ini bukan sekadar pelatihan, melainkan
proses pembentukan karakter dan kemampuan kader untuk berkontribusi nyata dalam
organisasi dan masyarakat. Saya optimis, kolaborasi antara fasilitator
berdampak dan semangat kaderisasi IPM Lampung akan menghasilkan regenerasi yang
solid dan berkelanjutan, yang akan membawa organisasi ini menuju masa depan
yang lebih gemilang.” Ujar Bagus
Di akhir kegiatan, suasana haru dan harapan menyelimuti penutupan. Dengan telah selesainya Pelatihan Fasilitator dan Pendamping II ini, PW IPM Lampung berharap akan lahir para fasilitator dan pendamping kaderisasi yang tidak hanya kompeten dalam metodologi, tetapi juga teguh dalam ideologi, luas dalam wawasan, dan tegas dalam membina. Fasilitator-fasilitator ini diharapkan menjadi pemantik utama lahirnya kader-kader IPM yang progresif, berdaya cipta, dan memberi dampak nyata bagi umat dan bangsa.
PFP II bukan sekadar pelatihan. Ia adalah ikhtiar nyata untuk menyalakan kembali pelita gerakan pelajar Islam di tengah dunia yang penuh hiruk pikuk dan kebisingan zaman. Di ruang-ruang kecil inilah ide besar dilahirkan. Dari semangat para pelajar ini, harapan baru itu tumbuh.
Kegiatan pembukaan juga turut dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain: PDM dan PDA Lampung Tengah, jajaran PW IPM Lampung, PC IPM Terbanggi Besar Polsek Terbanggi Besar, Kepala AUM & AUA, PRM & PRA Terbanggi Besar, serta seluruh kader IPM dari di Lampung Tengah.
Aditya N Rohman

