Menurut Wiwit Ambarwati, S.E. selaku ketua workshop, yang
juga menjabat ketua program keahlian perbankan syariah di SMK Muhammadiyah 2
Metro, bahwa persaingan dunia perbankan akan semakin berat. Maka kompetensi siswa perlu terus ditingkatkan dengan berbagai
pelatihan.
“Tantangan yang dihadapi dunia perbankan syariah di masa
depan cukup berat. Karenanya workshop perbankan syariah yang diselenggarakan
oleh SMK Muhammadiyah 2 Metro dan diperuntukkan siswa yang berjumlah 72 orang
ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi di bidang administrasi keuangan
perbankan."
"Juga, siswa mampu membuat pengelolaan akuntansi perusahaan jasa dan barang. Mampu mengelola kas bank perkreditan. Serta mampu melakukan tata kelola administrasi transaksi keuangan," ungkapnya.
"Juga, siswa mampu membuat pengelolaan akuntansi perusahaan jasa dan barang. Mampu mengelola kas bank perkreditan. Serta mampu melakukan tata kelola administrasi transaksi keuangan," ungkapnya.
Dalam workshop ini panitia menghadirkan Patlas Bruri
Nogroho, sebagai keynote speaker yang digelar di ruang aula gedung
perpustakaan. Patlas, praktisi Bank Syariah Metro Madani menyampaikan bahwa
efek dari revolusi industri 4.0 harus disikapi.
Sebagai siswa SMK Perbankan Syariah sudah selazimnya memiliki kompetensi yang adaptif terhadap perkembangan revolusi industri.
Sebagai siswa SMK Perbankan Syariah sudah selazimnya memiliki kompetensi yang adaptif terhadap perkembangan revolusi industri.
"Dewasa ini tingkat penetrasi internet dalam aktivitas
kehidupan masyarakat telah mencapai 57 persen. Diperkirakan pada tahun 2020
akan mencapai 88 persen. Hal ini yang kemudian direspon oleh perbankan dengan
melakukan berbagai inovasi yang memudahkan nasabah, misal dengan membuat
aplikasi perbankan mobile. Peluang dan tantangan ini juga berlaku bagi
perbankan syariah, bagaimana mereka beradaptasi dengan perubahan dan kemajuan
tersebut," tuturnya.
Patlas juga menyampaikan bahwa pangsa pasar industri
keuangan syariah terus meningkat. Ini menunjukkan ada peluang yang bisa kita
respon dan mengelolanya.
Salah satu cara di antaranya adalah dengan melakukan sinergi untuk membangun ekosistem dan simbiosis mutualis ekonomi syariah yang dilakukan oleh setiap elemen. Baik sekolah, masyarakat, warga Muhammadiyah, media, regulator dan bank syariah itu sendiri.
Salah satu cara di antaranya adalah dengan melakukan sinergi untuk membangun ekosistem dan simbiosis mutualis ekonomi syariah yang dilakukan oleh setiap elemen. Baik sekolah, masyarakat, warga Muhammadiyah, media, regulator dan bank syariah itu sendiri.
Selain Patlas, Workshop ini turut dihadiri oleh Ketua Majelis
Pendidikan Dasar dan Menengah PC Muhammadiyah Metro Barat, Drs. Hi. Suwahab.
Saat memberikan ceramah, beliau menyampaikan pentingnya memahami empat konsep pendidikan yang menjadi ruh dunia pendidikan di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.
Saat memberikan ceramah, beliau menyampaikan pentingnya memahami empat konsep pendidikan yang menjadi ruh dunia pendidikan di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.
"Untuk memajukan dunia pendidikan di lingkungan
Persyarikatan Muhammadiyah, kita harus mengaktualisasikan empat konsep
pendidikan yang diberikan KH Ahmad Dahlan
yaitu kesatuan hidup, sikap kritis, penggunaan akal sehat dan hati suci.
Untuk menjadikan pendidikan Muhammadiyah unggul, para pengelola pendidikan
perlu merevitalisai sistem pendidikan Muhammadiyah menghadapi era revolusi
industri 4.0," ucapnya, Sabtu 26 Januari
2019.
Lanjut Suwahab menegaskan, bahwa kesiapan dunia pendidikan
Muhammadiyah menghadapi revolusi industri 4.0, mestinya tidak boleh kalah dengan
pemerintah maupun masyarakat.
Bahkan menurutnya, menghadapi perkembangan perbankan syariah di masyarakat yang sedang lesu, kesigapan kader pendidikan di Muhammadiyah menjadi sangat penting.
Bahkan menurutnya, menghadapi perkembangan perbankan syariah di masyarakat yang sedang lesu, kesigapan kader pendidikan di Muhammadiyah menjadi sangat penting.
"Itulah sebabnya dalam kompetisi global ini bagaimana
pendidikan di SMK Muhammadiyah 2 Metro mampu menghadirkan strategi visioner dan
bagaimana pula menyiapkan sistem pendidikan yang mampu mengakselerasi peserta
didiknya untuk siap menghadapi perbankan syariah di era revolusi industri
4.0," ungkapnya.

