Workshop Perbankan Syariah, Guna Tingkatkan Kompetensi Siswa SMK Muhammadiyah 2 Metro Di Era Revolusi Industri 4.0




Menghadapi era revolusi industri 4.0 SMK Muhammadiyah 2 Metro selenggarakan workshop perbankan syariah dengan tema Perbankan Syariah Menyikapi Perkembangan Kompetensi Era Revolusi Industri 4.0.

Menurut Wiwit Ambarwati, S.E. selaku ketua workshop, yang juga menjabat ketua program keahlian perbankan syariah di SMK Muhammadiyah 2 Metro, bahwa persaingan dunia perbankan akan semakin berat. Maka kompetensi  siswa perlu terus ditingkatkan dengan berbagai pelatihan.

“Tantangan yang dihadapi dunia perbankan syariah di masa depan cukup berat. Karenanya workshop perbankan syariah yang diselenggarakan oleh SMK Muhammadiyah 2 Metro dan diperuntukkan siswa yang berjumlah 72 orang ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi di bidang administrasi keuangan perbankan."

"Juga, siswa mampu membuat pengelolaan akuntansi perusahaan jasa dan barang. Mampu mengelola kas bank perkreditan. Serta mampu melakukan tata kelola administrasi transaksi keuangan," ungkapnya.




Dalam workshop ini panitia menghadirkan Patlas Bruri Nogroho, sebagai keynote speaker yang digelar di ruang aula gedung perpustakaan. Patlas, praktisi Bank Syariah Metro Madani menyampaikan bahwa efek dari revolusi industri  4.0  harus disikapi.

Sebagai siswa SMK Perbankan Syariah sudah  selazimnya memiliki kompetensi yang adaptif terhadap perkembangan revolusi industri.

"Dewasa ini tingkat penetrasi internet dalam aktivitas kehidupan masyarakat telah mencapai 57 persen. Diperkirakan pada tahun 2020 akan mencapai 88 persen. Hal ini yang kemudian direspon oleh perbankan dengan melakukan berbagai inovasi yang memudahkan nasabah, misal dengan membuat aplikasi perbankan mobile. Peluang dan tantangan ini juga berlaku bagi perbankan syariah, bagaimana mereka beradaptasi dengan perubahan dan kemajuan tersebut," tuturnya.

Patlas juga menyampaikan bahwa pangsa pasar industri keuangan syariah terus meningkat. Ini menunjukkan ada peluang yang bisa kita respon dan mengelolanya.

Salah satu cara di antaranya adalah dengan melakukan sinergi untuk membangun ekosistem dan simbiosis mutualis ekonomi syariah yang dilakukan oleh setiap elemen. Baik sekolah, masyarakat, warga Muhammadiyah, media, regulator dan bank syariah itu sendiri.

Selain Patlas, Workshop ini turut dihadiri oleh Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PC Muhammadiyah Metro Barat, Drs. Hi. Suwahab.

Saat memberikan ceramah, beliau menyampaikan pentingnya memahami empat konsep pendidikan yang menjadi ruh dunia pendidikan di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.

"Untuk memajukan dunia pendidikan di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah, kita harus mengaktualisasikan empat konsep pendidikan yang diberikan KH Ahmad Dahlan  yaitu kesatuan hidup, sikap kritis, penggunaan akal sehat dan hati suci. Untuk menjadikan pendidikan Muhammadiyah unggul, para pengelola pendidikan perlu merevitalisai sistem pendidikan Muhammadiyah menghadapi era revolusi industri 4.0," ucapnya, Sabtu 26 Januari  2019.

Lanjut Suwahab menegaskan, bahwa kesiapan dunia pendidikan Muhammadiyah menghadapi revolusi industri 4.0, mestinya tidak boleh kalah dengan pemerintah maupun masyarakat.

Bahkan menurutnya, menghadapi perkembangan perbankan syariah di masyarakat yang sedang lesu, kesigapan kader pendidikan di Muhammadiyah menjadi sangat penting.

"Itulah sebabnya dalam kompetisi global ini bagaimana pendidikan di SMK Muhammadiyah 2 Metro mampu menghadirkan strategi visioner dan bagaimana pula menyiapkan sistem pendidikan yang mampu mengakselerasi peserta didiknya untuk siap menghadapi perbankan syariah di era revolusi industri 4.0," ungkapnya.

Previous Post Next Post