Bunga Harapan Petani Buah Naga






Di Pekon Siliwangi Kabupaten Pringsewu, hampir setiap warganya tengah getol membudidaya tanaman Buah Naga. Warga biasa menanam di halaman rumah atau pekarangan rumah miliknya. Bunga harapan petani buah naga ini dimaksudkan untuk menggambarkan pertani pekon Siliwangi yang mulai mengharapkan penghasilan dari tanaman buah naga.
Sebelum terlampau jauh, naif rasanya membicarakan buah naga tapi ngga tahu asal-usulnya. Dikutip dari alamtani.com bahwa buah naga itu berasal dari Meksiko dan dibawa oleh bangsa Perancis ke daratan Asia pada tahun 1870.

“Meskipun dikenal sebagai buah dari Asia, tanaman ini aslinya berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Pada tahun 1870, bangsa Perancis membawa buah naga dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Karena rasanya manis, buah naga kemudian dikonsumsi secara meluas di Vietnam dan Cina,” alamtani.com disadur Rabu 12 Februari 2019.

Di Indonesia, buah naga mulai populer sejak tahun 2000. Tidak jelas benar siapa yang pertama kali mengembangkannya. Diperkirakan buah naga yang masuk ke negeri kita berasal dari Thailand dan dibudidayakan oleh para pehobi tanaman secara sporadis.

Terlepas dari itu, Iin Sahidin, seorang petani di Pekon Siliwangi. Telah menekuni budidaya Buah Naga sejak sepuluh tahun yang lalu. Menurutnya tanaman ini salah satu harapan untuk menyambung kebutuhan keluarga dikala peceklik atau tanaman perkebunan lainnya sedang tidak produktif.

“Musim Buah Naga ini biasanya di bulan Oktober sampai April, pas kebetulan tanaman lain di kebun, seperti kopi, kakao itu ngga pada buah. Jadi buah naga ini bisa ngatasi keuangan keluarga di musim peceklik,” ucap ayah dua anak ini saat ditemui di kebun buah naga miliknya.

Foto: Pohon Buah Naga di Pekarangan Rumah Warga

Dilihat dari kondisi demografinya, sebagian besar masyarakat Pekon Siliwangi memang menggantungkan penghasilannya dari pertanian. Meski ada sebagian kecil warganya yang memiliki profesi lain seperti pegawai negeri, pedagang dan pengusaha. Namun, bisa dibilang mayoritas warga di sini semuanya bertani.

Sebelum mengenal tanaman buah naga, Iin Sahidin yang akrab disapa Didin hanya mengharapkan penghasilan dari tanaman Kakao. Menurutnya jika kita bandingkan, hasilnya lebih menguntungkan Buah Naga. Sebab, merawat tanaman Buah Naga tidak serumit tanaman Kakao, apalagi akhir-akhir ini tanaman Kakao banyak terserang berbagai macam penyakit.

“Budidaya Buah Naga itu gampang, tanam, kasih tiang untuk penyangga dan rambatannya, terus kasih pupuk kandang, tunggu satu tahun kemudian kita pasti akan mulai panen,” jelasnya sembari meragakan.

Mengenai pemupukan, sebagian besar pembudidaya buah naga di desa ini memanfaatkan pupuk kandang. Karena, selain bertani mereka juga memelihara hewan ternak seperti ayam, kambing dan bebek. Jadi bisa dipastikan, buah naga yang ada di Pekon Siliwangi termasuk buah naga organik.

"Saya pake pupuk kandang, soalnya orang tua saya pelihara kambing," tegas Iin atau akrab disapa Didin itu.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, meski harga buah naga saat ini terbilang murah namun baginya masih bisa memberikan penghasilan dikala musim peceklik. Sebagai seorang petani, menurutnya potensi yang harus dikembangkan salah satunya dibidang pertanian.

Di lokasi yang berbeda, Lilih Lidiawati yang mengaku akrab disapa bu Lilih menerangkan bahwa selain menanam buah naga, dirinya juga sebagai pengepul. Sebagai pengepul, Bu Lilih biasanya membeli buah naga dari warga sekitar rumahnya di Pekon Siliwangi.

“Saya juga nanam pohon buah naga, tapi cuma sepuluh batang di depan dan samping rumah,” ucap ibu ini, sambil menunjukan tanaman buah naga miliknya.

Untuk mendapatkan penghasilan lebih, ia memiliki inisiatif untuk menjadi pengepul. Memanfaatkan peluang dari buah naga yang banyak ditanam warga di sekitar rumahnya. Ketika musim panen, dirinya berkeliling kesetiap rumah warga yang memiliki pohon buah naga. Menanyakan apakah buah naganya mau dijual atau tidak, dan kalau cocok harga ia langsung membelinya.

“Tanaman buah naga saya cuma sedikit, sedangkan kebutuhan anak saya yang lagi pada sekolah cukup banyak. Jadi untuk menambah penghasilasan, buah naga tetangga saya beli dan dijual lagi ke pasar,” ucap ibu yang mengaku memiliki tiga orang putra.

Saat ditanya soal keuntungan yang didapat dari hasil jual beli buah naga, beliau menjelaskan cukup lumayan untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Minimal tidak begitu berpangku tangan pada penghasilan suami. 

“Keuntungannya ya lumayan, untung seribu-dua ribu dari perkilo buah naga, dan kalo laku puluhan kilo ya lumayan,” ucapnya.

Berbeda dengan bu Lilih, Pak Iin Sahidin alias Didin, dirinya hanya fokus budidaya. Tidak terjun sebagai pengepul. Meski begitu, ia mengaku kebutuhan keluarganya cukup terbantu setelah membudidaya buah naga. 

Dari tiga puluh dua batang pohon buah naganya, bisa menghasilkan rata-rata 80kg setiap panen. Dan menurut perkiraannya, untuk di lingkungannya Dusun 5, setiap musim bisa menghasilkan 4 sampai 5 ton buah naga.

“Kalo sudah musim, punya saya rata-rata sekali panen bisa keluar delapan puluh kilo, uangnya cukuplah untuk beli beras satu bulan ke depan," ia pun melanjutkan "kalo dikumpulkan, satu Dusun 5 ini perkiraan setiap musim panen bisa menghasilkan 4-5 ton buah naga,” tegas Iin dengan penuh keyakinan.

Manfaat Buah Naga

Setiap tanaman buah-buahan tentu memiliki khasiat. Seperti menurut warga sekitar yang ada di Pekon Siliwangi. Mereka menyatakan, selain memiliki nilai ekonomis, buah naga memiliki manfaat untuk kesehatan yaitu menurunkan tekanan darah tinggi.

Seperti dilansir doktersehat.com khasiat buah naga yang mengandung vitamin B3, sangat bagus dikonsumsi oleh penderita darah tinggi. Vitamin ini akan mampu berperan menstabilkan tekanan darah jika kita rutin mengonsumsinya. Selain itu, pasti masih banyak lagi manfaatnya, seperti penambah vitamin C, menurunkan berat badan dan lain-lain.

Info Pemesanan

Bagi yang ingin mendapatkan buah naga dalam bentuk yang masih fresh, petani buah naga di Pekon Siliwangi memberi kesempatan bagi para konsumen untuk memetik buah naga secara langsung dari pohonnya. 

Atau bagi yang ingin memesan, sebagai pengepul buk Lilih siap menerima pesanan. Bahkan ia pun menitipkan nomor telpon. Bagi yang berminat bisa menghubunginya di nomor 087761840336.

Kolom Komentar

Previous Post Next Post