Himas UM Metro Gelar Mubes, Usung Tema Kontinuitas Gerakan Perubahan


BERANDADESA - Regenerasi Estafet Kepemimpinan sebagai Kontinuitas Gerakan Perubahan. Begitulah tema yang diusung oleh Himpunan Mahasiswa Sejarah (HIMAS) UM Metro dalam Musyawarah Besar, Sabtu (2/03/2019).

Dari sekelumit kata yang tertuang pada tulisan yang terpampang di depan salah satu ruangan gedung B, kampus setempat, kita sudah bisa menduga bahwa sekelompok mahasiswa ini tengah mengadakan pesta demokrasi untuk merubah struktur kepengurusan organisasinya.

Demikian halnya sambutan yang disampaikan ketua umum Himas periode 2018-2019"acara Musyawarah Besar ini adalah ajang kita semua untuk berdemokrasi, dimana kita semua akan memilih seorang pemimpin yang akan menahkodai Himas di periode mendatang," ucap Arif Budianto.

Sempat terjadi perdebatan dan proses yang memakan waktu, akhirnya terjaring dua mahasiswa calon kandidat yang memenuhi kriteria dan dianggap mampu mengemban amanah untuk
periode kepemimpinan Himas masa mendatang.

Dari tiga puluh enam peserta pemilih yang hadir, menurut Arif, Ratna Widya Sari terpilih sebagai Ketua Umum Himas untuk periode 2019-2020 dengan perolehan 27 suara. Disusul oleh rivalnya Ana Mutaqin yang memperoleh 9 suara.



Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Metro, Kuswono menyampaikan bahwa berorganisasi itu selalu ada batasan waktu, untuk itu sudah sewajarnya pemegang kepemimpinan datang silih berganti.

Lebih lanjut dalam pidatonya beliau menyampaikan "acara seperti ini mesti dilakukan setiap kali periode kepemimpinan berakhir. Bahkan, seharusnya calon pemimpin periode yang baru sudah mempersiapkan dirinya," ujarnya saat menghadiri Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Sejarah itu.

Suksesnya Musyawarah Besar tentu tidak terlepas dari kerja sama yang apik dari seluruh mahasiswa yang menamakan organisasinya Himpunan Mahasiswa Sejarah. Selaku ketua pelaksana M. Faiz Akbar mewakili rekan-rekannya menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan ini semua.

"Alhamdulillah, sejauh ini acara berjalan lancar. Itu semua berkat bantuan rekan-rekan panitia yang telah bekerja maksimal. Saya berterimakasih kepada seluruhnya yang telah membantu dan berpartisipasi pada acara ini," tuturnya kepada kontributor berandadesa, Sabtu (2/03/2019).

Organisasi kemahasiswaan memang telah menjamur diberbagai perguruan tinggi di Indonesia. Nama dan bentuk gerakannya kerap bermacam-macam. Namun, hakikat dari Ini semua tentunya bukan hanya sebatas berkumpul dan melebeli dirinya sebagai mahasiswa organisatoris.

Lebih jauh, wadah yang diperuntukan bagi segenap kalangan mahasiswa ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh warganya. Segenap kepengurusannya harus senantiasa aktif, kreatif dan tak jemu-jemu mendharmabaktikan waktu, tenaga, berikut pikirannya untuk organisasi.

Dengan berproses di dalamnya, kedepan akan semakin terasah kecerdasan intelektual, sikap, serta sosialnya. Dan harapan yang lebih besar, manifestasi dari berorganisasi ini mampu menjawab segala tantangan kehidupan di tengah masyarakat ataupun dunia kerja nantinya.

Kontributor : Arif Budianto
Editor : Barnas Rasmana
Previous Post Next Post