Kecerdasan Sosial Penting Dimiliki Setiap Orang






Bukan lagi kecerdasan intelektual yang akan menunjang kesuksesan seseorang. Tetapi kecerdasan sosial saat ini dinilai turut mempengaruhi sukses seseorang dalam berkarir maupun dalam kehidupannya sebagai manusia.

Kecerdasan sosial disebut-sebut sebagai kematangan seseorang dalam kesadaran berpikir dan bertindak yang teraktualisasi kepada perannya sebagai makhluk sosial dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. 

Kecerdasan sosial dapat juga dimaknai sebagai kemampuan berinteraksi, kemampuan bekerja sama dalam organisasi, dan melakukan negosiasi. 

Dalam sebuah seminar yang diselenggarakan UPT Asrama ITB, Prof Ichsan Setya Putra sebagai pembicara dari KK Struktur Ringan Fakultas Teknik  Mesin dan Dirgantara (FTMD), menyebutkan bahwa  kecerdasan sosial sangat penting dimiliki sebagai penopang kesuksesan seseorang dalam berkarir.

Ia juga membagi kecerdasan sosial kedalam beberapa elemen, seperti:

1. Mampu membaca situasi dari perasaan orang-orang dan konten sosial yang mempengaruhi orang 
    lain (situational awarenes).
2. Menunjukkan sikap percaya diri (presence)
3. Berperilaku jujur dan tulus (authenticity)
4. Bertutur kata dengan jelas dan sopan sehingga mampu dimengerti oleh orang lain (claurity),
5. Mampu merasakan apa yang dirasakan orang lain (empathy).   

Laman resmi ITB merilis tentang hal ini, yang mana menjelaskan bahwa mahasiswa yang memiliki kecerdasan sosial mumpuni dapat beradaptasi terhadap lingkungan sosial sehingga memudahkan dalam melakukan kerjasama dengan kelompok-kelompok sosialnya. 

Teruntuk mahasiswa, kecerdasan sosial sangat bermanfaat dan akan melancarkan kesuksesannya nanti ketika terjun di dunia kerja. 

Pengembangan kecerdasan dapat dilatih, terutama dengan terut aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Di sini mahasiswa akan berproses dan lambat laun kecerdasan sosialnya akan semakin terbentuk.

Organisasi kemahasiswaan merupakan wadah bagi mahasiswa dalam mengembangkan kecerdasan sosialnya.

Seperti yang diungkapkan Prof Ichsan Setya Putra "Dalam organisasi kemahasiswaan, mahasiswa dapat belajar bagaimana memahami orang lain dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan sosial serta mampu berfikir kreatif dalam mencapai visi dan misi organisasi," ucapnya seperti dilansir laman resmi ITB.

ITB sendiri kabarnya akan menerapkan bahwa mengikuti organisasi kemahasiswaan atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai salah satu syarat meraih predikat cum laude. Hal ini sebagai salah satu respon dalam menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan sosial mahasiswa dengan tujuan meningkatkan kualitas lulusan sehingga mampu berguna bagi kemajuan bangsa.

Di lokasi yang berbeda, walaupun dari istilah tidak memiliki kesamaan namun ada keterkaitan antara program wajib yang diterapkan ITB kepada mahasiswanya dengan program yang tengah digagas oleh Universitas Muhammadiyah Metro.

Baru-baru ini melalui laman resminya, Kamis (28/02/2019), tengah menggodok masalah Pengelolaan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) bagi para lulusannya.

Fungsi dari SKPI ini nantinya untuk menunjang kompetensi para lulusan. Kompetensi itu didapat oleh mahasiswa melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh program studi sebagai pendidikan keterampilan dan keahlian alternatif. 

Di kampus ini sendiri, pada tiap-tiap program studi terdapat sebuah wadah organisasi bagi para mahasiswa untuk melatih dan mengembangkan bakatnya. Baik itu wadah yang melatih kecerdasan akademik maupun kecerdasan sosial yang dalam sebuah bentuk Himpunan Mahasiswa Jurusan.

Masih dikutip dari laman resmi UM Metro, kabarnya SKPI tersebut dapat menggambarkan keterampilan atau keahlian para lulusan. Dan berharap, melaluli program itu setiap sarjana dapat terserap oleh dunia kerja dan siap berkompetisi dengan para lulusan dari universitas lain.



Kolom Komentar

Previous Post Next Post