Islamabad | Perdana
Menteri Malaysia Mahathir Mohamad melontarkan kritik pedas kepada Israel. Ia menyebut Israel sebagai “negara perampok”. Pernyataannya itu dikemukakan saat kujungannya ke
Pakistan.
“Kami tidak menentang orang Yahudi tetapi kami tidak bisa mengakui
Israel karena pendudukannya atas tanah Palestina,” kata Mahathir dalam sambutan
yang disiarkan oleh penyiar lokal selama kunjungan tiga hari ke Pakistan.
“Anda tidak dapat merebut
tanah orang lain, dan membentuk negara. Ini seperti negara perampok,”
tambahnya.
Pernyataan Mahathir
dianggap sebagai respon terhadap Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bahwa
sudah waktunya Dataran Tinggi Golan Suriah, diakui sebagai wilayah Israel yang telah
diduduki sejak 1967.
Kedua
petinggi negara “AS dan Israel” ini dikabarkan akan bertemu minggu depan di
Amerika Serikat, sesuai dengan jadwal kunjungan Presiden Netanyahu.
Konon, Netanyahu telah
menekan Washington selama bertahun-tahun supaya mendapat dukungan atas klaimnya di Dataran Tinggi Golan yang telah diduduki selama puluhan tahun lalu.
Akibatnya, atas tekanan
itu, Departemen Luar Negeri AS merubah deskripsi Dataran Tinggi Golan dari “yang diduduki Israel” menjadi “yang dikuasai Israel” dalam laporan
tahunan hak asasi manusia global mereka.
Pengakuan
Washington atas wilayah yang diduduki Israel itu akan menandai perubahan besar
dalam kebijakan AS. Padahal di pihak lain, PBB menekankan kedaulatan Suriah
atas wilayah tersebut.
Melacak jejak sejarah
masalah ini, mulanya pada tahun 1967, Israel melancarkan perang berskala besar
terhadap wilayah-wilayah Arab, di mana ia berhasil menduduki sebagian besar wilayah
Golan dan kemudian mencaploknya. Tindakan Israel tentu tidak pernah diakui oleh
masyarakat internasional.
Pada tahun 1973, perang lain
pecah dan setahun kemudian gencatan senjata yang ditengahi PBB mulai berlaku.
Hasilnya, Tel Aviv dan Damaskus sepakat untuk memisahkan kedua pasukan mereka
dan menciptakan zona penyangga di Dataran Tinggi Golan.
Akibat tindakan Israel yang dilakukan belakangan ini, Suriah merespon dan mengatakan bahwa mereka
siap untuk berperang dengan Israel demi membebaskan wilayahnya yang diduduki.
Editor: Beranda Desa
Sumber:
Arrahmahnews.com
