Kakek Penjaga Air Terjun Sangir Batu Putu




Bandar Lampung | Usia bukan menjadi alasan kakek ini berdiam diri menghabiskan usia senjanya di rumah. Bagi Abah Karyo, begitu sapaan akrabnya, menjaga dan merawat kebersihan sekitar Wisata Air Terjun Sangir Batu Putu merupakan suatu kebahagiaan.

Kecintaannya kepada alam mendorong Abah Karyo setia menjaga kebersihan lokasi wisata alam yang letaknya tidak jauh dari pusat Kota Bandar Lampung. Sempat pulang ke daerah asalnya Cirebon dan menetap selama delapan tahun, namun waktu juga yang membawanya kembali ke tempat ini.

"Saya dari 2002 sampai 2009 sudah di sini, terus berenti karena pulang ke Jawa, sekarang di sini lagi baru sekitar delapan bulan yang lalu," katanya.

Dari mulai terbit di ufuk timur hingga menjelang terbenamnya matahari Abah Karyo setia menjaga posnya. Aktivitas di pagi hari ia gunakan untuk menyapu daun-daun yang berserakan sepanjang jalan akibat diterjang tiupan angin semalam.

Memang untuk membersihkan sampah di sepanjang jalan ini ia tidak sendiri, ibu-ibu yang rumahnya berada di sekitar lokasi wisata sering membantunya. Alasan Abah Karyo giat menyapu dedaunan yang rontok setiap kali diterpa angin adalah untuk menutupi rasa malunya jika para pengunjung datang.

"Mulai dari depan sini sampai parkiran di dalam sana setiap hari saya sapu, coba liat kalau bersih gini enak kan dimata, ngga malu kalau kedatangan tamu" ucapnya sembari menunjuk ke arah jalan.

Sejauh mata memandang nyatalah memang yang diungkapnya. Dari gerbang masuk hingga sepanjang akses menuju Wisata Air Terjun Sangir Batu Putu terlihat bersih dan terawat. Udaranya sejuk dan pemandangannya sangat asri.

Meski mengaku ikhlas, sebagai manusia biasa Abah Karyo kerap merasa pilu ketika usahanya selama ini tidak mendapat perhatian.

Konon, untuk mengelola lokasi ini ia dan dua rekannya itu hanya mengandalkan uang yang dikumpulkan dari pemberian para pengunjung. Besarannya tidak menentu, sebab pengunjung ke lokasi ini tidak lebih dari hitungan jari.

Menurut pengakuanya, uang yang terkumpul digunakan untuk merawat fasilitas lokasi wisata, membayar upah ibu-ibu yang membantunya menyapu setiap pagi, dan upah dua orang rekannya yang lain.

Selain Abah Karyo sang penjaga pintu gerbang memang terdapat dua orang rekannya yang menjaga pos parkir. Saat dimintai keterangan keduanya mengaku bernama Sayiman dan Dani.

"Uang yang dikutip dari tamu-tamu yang datang ini nanti dihitung dan dibagi rata, buat upah ibu-ibu nyapu, membeli lampu kalau ada yang rusak, membeli cat dan upah temen-temen saya yang menjaga parkir," tegasnya.

Harapan Abah Karyo Sang Penjaga Gawang Air Terjun Sangir Batu Putu




Dari pantauan berandadesa.com, untuk menuju lokasi wisata ini sangatlah mudah. Akses jalan yang cukup baik dan berdekatan dengan pusat kota tentunya sangat berpotensi dijadikan destinasi wisata alam favorit di Bandar Lampung. Sebagaimana harapan sang kakek penjaga gerbang Air Terjun ini.

Menurut penuturannya, ia berharap kepada pihak pemerintah kota atau kepada siapa saja yang memiliki kemampuan bergerak dibidang ini supaya sudi membantunya mengembangkan potensi yang selama ini belum terkelola secara maksimal.

Salah satu impiannya adalah supaya di lokasi wisata ini terdapat wahana lain selain Air Terjun. "Para pengunjung yang datang ke sini lama-lama bosan karena tidak ada pilihan lain selain ke Air Terjun. Kalau ada yang membantu, saya ingin menambah wahana lain seperti Outbound, kolam renang, dan wahana permainan lain," harapnya.

Seperti di wisata air terjun lainnya, untuk dapat langsung menyaksikan air terjun Batu Putu ini pengunjung terpaksa harus rela berjalan kaki menuruni jalan setapak selama kurang lebih 15 menit dari lokasi parkiran.

Bagi yang berminat mengunjungi wisata alam air terjun Sangir Batu Putu ini pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat. Lokasinya berada di Desa Batu Putu, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung. 30 menit dari pusat kota. Atau bila pengunjung dari luar daerah masih bingung dan khawatir tersesat bisa menghubungi kami di kontak yang tertera di laman ini.










Kolom Komentar

Previous Post Next Post