Komisioner KPU Kota Bandar Lampung, Pemilu Sarana Paling Konkrit Dari Demokrasi



Fadilasari, Komisioner KPU Kota Bandar Lampung/Foto:@DesyListhianaa

Komisioner KPU Kota Bandar Lampung bersama Relawan Demokrasi berbasis warga net gelar Workshop dan Kompetisi Jurnalistik dengan melibatkan puluhan pegiat media sosial, Blogger, Instagram dan Facebook di Eatboss Cafe, Minggu 31 Maret 2019 kemarin.

Sebagai seorang pemula di dunia blogger tentu sangat tertarik dan ingin sekali mengikuti acara ini. Dan Alhamdulillah, meski mendadak siang itu saya berkesempatan hadir dan menyaksikannya hingga usai. 

Terimakasih pegiat media sosial, terutama admin instagram @tapisblogger yang merilis informasi acara ini hingga terbaca oleh saya. 

Acara dimulai sekira pukul 14.00, antusias saya meningkat saat seorang pria berkacamata dan berompi coklat menyampaikan mukadimahnya.

Konon pria itu akrab disapa Bang Adian, Adian Saputra lengkapnya. Perannya di sini sebagai Ketua Relawan Demokrasi KPU Kota Bandar Lampung. Beliau menyebut Komisioner KPU yang akan berbicara diacara ini merupakan mantan jurnalis dibeberapa media nasional. 

Tentunya ini merupakan bonus bagi saya, selain ingin tau bagaimana cara warga net meliput isu Pemilu. Juga berkesempatan bertemu dengan seseorang yang telah sukses dibidang tulis-menulis merupakan tambahan inspirasi bagi saya pribadi.

Baiklah warga net, tinggalkan saja curhatan saya di atas. Sebab, kalaupun diteruskan hanya akan memperpanjang paragraf ini saja. Lebih parah, kesannya nanti hanya basa-basi tanpa esensi sebagaimana pesan yang ingin disampaikan oleh Komisioner KPU Kota Bandar Lampung terkait Pemilu 2019, terkhusus di Kota Tapis Berseri.

Siang itu seusai santap siang, sekira Pukul 14.15, Fadilasari yang hadir sebagai pembicara Komisioner KPU Kota Bandar Lampung menyampaikan bahwa Pemilu tahun ini banyak beredar berita hoax. Ironisnya masyarakat justru lebih menyukai hal-hal seperti ini, terutama berita yang bersifat bombastis. 

Padahal menurutnya masih banyak isu-isu positif tentang Pemilu yang layak dikonsumsi publik. Dan tidak menutup kemungkinan akan menarik tingkat partisipasi masyarakat datang ke TPS. Menggunakan hak suaranya untuk memilih Capres, Calon DPD RI, Caleg DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota pada 17 April 2019 mendatang.

"Masyarakat lebih menyukai berita hoax yang bersifat bombastis, padahal di Pemilu ini banyak hal positif yang bisa digunakan untuk menciptakan image yang baik tentang pemilu dan bisa meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat," ucapnya.

Atas dasar itulah acara workshop dan lomba jurnalis warga meliput isu Pemilu-Pilpres digelar. Komisioner KPU Kota Bandar Lampung nampaknya ingin meningkatkan peran aktif masyarakat untuk datang ke TPS.

Sebenarnya masyarakat tidak perlu bingung di mana lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS), Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah membentuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara di tiap-tiap kelurahan, bahkan hingga tingkat RT/RW. Hal ini dilakukan tentunya untuk mempermudah masyarakat menyalurkan hak suara pada 17 April 2019 mendatang. 

Strategi lain yang dilakukan KPU untuk mensukseskan Pemilu 2019 yaitu dengan melibatkan pegiat media sosial maupun media profesional. Tujuannya supaya menggaungkan betapa pentingnya partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019.

Hal itu tercermin dari ungkapan Komisioner KPU Kota Bandar Lampung "KPU memerlukan Pers dan pegiat media sosial karena dampaknya yang besar." 

"Kegiatan menulis dampaknya lebih besar daripada berbicara, karena orang akan membaca dan gaungnya akan lebih besar," lanjut Fadilasari dihadapan puluhan Blogger Lampung yang memenuhi salah satu ruang di lantai dua Eatboss Cafe Bandar Lampung.

Sebagai masyarakat kita harus sadar dan konsisten dalam menjalankan sistem demokrasi yang telah disepakati oleh para pendiri bangsa. Berpartisipasi dalam Pemilu merupakan bentuk paling konkrit untuk menunjang kemajuan demokrasi di negara kita. "Pemilu adalah sarana paling konkrit dari demokrasi," ucap Fadilasari.

Dalam Pemilihan Umum (Pemilu), masyarakat memang berada diposisi yang strategis untuk menentukan calon presiden atau wakilnya di gedung parlemen nanti. Suara yang diberikan oleh masyarakat merupakan alat legalitas para calon pemimpin bangsa ini.

Melalui proses yang konstitusional, siapapun yang memperoleh suara terbanyak itulah nantinya yang berhak mengisi kursi-kursi pemerintahan. Maka dari itu masyarakat harus sadar, bahwa Pemilihan Umum yang akan digelar 17 April 2019 sangat menentukan masa depan bangsa Indonesia.

Fadilasari siang itu juga menyebut "Kalau ikut Pemilu itu mencegah orang yang buruk berkuasa. Kenapa harus putus asa (golput), diantara calon itu pasti ada yang baik," tuturnya.


Gambar: Adian Saputra, Ketua Relawan KPU Kota Bandar Lampung/foto:@DesyListhianaa

Dikesempatan yang sama Ketua Relawan Demokrasi KPU Kota Bandar Lampung, Adian Saputra juga menambahkan bahwa peran masyarakat dalam Pemilu itu sangat penting. Satu suara dari masyarakat akan menentukan masa depan kita.

"Memilih itu penting, kita penting punya wakil dan satu suara nantinya menentukan masa depan kita," ucap pria yang sering menyebut-nyebut keinginannya menjadi Walikota Kota Bandar Lampung itu.

Dua minggu menjelang resepsi pesta demokrasi, kiranya masih ada waktu untuk kita memantapkan hati datang ke TPS yang tersebar di tiap-tiap kelurahan. Pada 17 April 2019 nanti masyarakan akan mendapatkan 5 lembar kertas surat suara yang masing-masing untuk memilih Capres-Cawapres, Calon DPD RI, Calag DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. 

Mengingat pentingnya sosok seorang pemimpin atau wakil rakyat, harapannya masyarakat jangan salah memilih apa lagi golput. Pilihlah wakil rakyat yang kiranya memperjuangkan aspirasi rakyat tanpa syarat.

Yakinlah, meski perpolitikan bangsa ini terlihat sedang carut marut, benarlah kiranya ungkapan Komisioner KPU Kota Bandar Lampung di atas bahwa diantara calon wakil kita ada yang baik dan serius ingin mendharmabaktikan dirinya untuk nusa dan bangsa.


Oleh: Barnas Rasmana (Blogger dan founder Berandadesa.com)

4 Comments

Kolom Komentar

  1. Mas, tolong wa masmient admin bloggerlampung.id ya.. ada sedikit hal yang perlu di bicarakan

    ReplyDelete
  2. saya mahasiswa asal lampung tengah, bisa milih di bandar lampung gak min

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya bisa, terakhir mengurus pindah memilih sampai besok 10 april 2019, check aja ig @kpukota_bandarlampung

      Delete
Previous Post Next Post