Sangat jelas, Toyota Vios Limo ini berdandan mengikuti suasana kontestasi politik. Memang harus kita sadari, tahun 2019 merupakan tahun yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia.
Terutama adanya Pesta Demokrasi ini diperkirakan akan berdampak pada pemerintahan Lima tahun kedepan.
Terutama adanya Pesta Demokrasi ini diperkirakan akan berdampak pada pemerintahan Lima tahun kedepan.
Dalam setiap
golongan, kelompok dan lapisan
masyarakat tentunya memiliki
pilihan tersendiri untuk menentukan sosok yang dianggap mampu menjembatani aspirasinya. Terutama berkenaan dengan kebijakan ekonomi, politik dan kebijakan-kebijakan diera pemerintahan mendatang.
Uniknya, peran aktif masyarakat dalam menyuarakan aspirasi
dewasa ini banyak dituangkan ke berbagai media. Salah satunya seorang pria yang
bernama Fajar. Ia menghias mobil Vios Limo kesayangannya menjadi media sosialisasikan aspirasi.
Kita tidak bisa menafikan, kendaraan saat ini menjadi suatu simbol bagi seseorang dalam
memenuhi gaya hidup maupun kebutuhan. Setiap golongan kendaraan memiliki kastanya masing-masing.
Fajar yang saya sebutkan di atas adalah pemilik Toyota Vios Limo. Menyambut
Pesta Demokrasi tahun ini, Fajar yang juga berprofesi sebagai karyawan disalah satu perusahaan memanfaatkan kendaraan
pribadinya sebagai media untuk mengkampanyekan Pasangan Calon Presiden.
“Saya punya
prinsip aja, kalok ada yang bertanya mengapa saya tempel stiker itu dimobil
saya, itu sebuah pilihan Demokrasi,
itu bebas Bro asalkan jangan yang dilarang Undang-undang hehehe...” tutur Fajar saat ditemui tim berandadesa.
Mungkin bagi sebagian kalangan pecinta otomotif adalah
hal yang tabu untuk mengikutsertakan Politik dalam lingkar Hobinya, tapi ini
adalah Hak seorang warga negara dalam menyalurkan pendapatnya. Maka dari itu mobil Vios Limo berwarna orange itu dipasang stiker gambar Paslon presiden 2019-2024.
Fajar yang juga salah satu anggota dari komunitas mobil
di Lampung ini juga menyatakan dia tidak dibayar apalagi bagian dari tim sukses
salah satu paslon
“engga, saya sama sekali engga dibayar, saya cuman menganalisa aja kalau paslon tersebut berpotensi membangun Indonesia menjadi yang lebih baik,” tegasnya.
“engga, saya sama sekali engga dibayar, saya cuman menganalisa aja kalau paslon tersebut berpotensi membangun Indonesia menjadi yang lebih baik,” tegasnya.
Siapapun yang terpilih menjadi pemimpin bangsa Indonesia, ia adalah peraih dukungan terbanyak dari rakyat. Pendapat
boleh beda tapi jangan sampai memecah belah bangsa ini.
Dan harus ingat, setiap rakyat tentunya berhak mengekspresikan suaranya. Mempromosikan sosok yang didukungnya di ruang-ruang tertentu. Seperti Fajar yang menghias Toyota Vios Limo dengan gambar paslon presiden pilihannya. (Pandu)
Dan harus ingat, setiap rakyat tentunya berhak mengekspresikan suaranya. Mempromosikan sosok yang didukungnya di ruang-ruang tertentu. Seperti Fajar yang menghias Toyota Vios Limo dengan gambar paslon presiden pilihannya. (Pandu)

