
Beranda Desa | Judul di atas terilhami oleh
seorang professor berkebangsaan Belanda, Charles Jeurgens, yang telah
lama menggeluti sejarah sosial dan ekonomi di Leiden University. Atas kerja
keras dan ketekunannya, pada Tahun 2004 ia ditetapkan
sebagai profesor ilmu Kearsipan dari Leiden University.
Dalam tulisannya yang berjudul
Pengalaman-Pengalaman
Seorang Arsiparis Belanda Di Indonesia, ia mengaku senang bisa mempelajari banyak hal tentang sejarah bangsanya. Terutama saat berkunjung ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), di sana ia banyak
menemukan dokumen-dokumen tua yang mencatat perjalanan bangsa Belanda di
Indonesia.
Dari tulisannya yang tidak kurang dari
lima lembar, ia menulis sepenggal paragrap yang menurutnya, seorang mahasiswa
sejarah harus banyak mengkaji sejarah suatu bangsa dibandingkan dengan
mempelajari keadaan suatu bangsa atau negara pada masa sekarang.
“Tinggal
dan bekerja di Indonesia telah memberikan kesempatan yang sangat
luar biasa bagi kami semua. Hal ini
dikarenakan ketika anda merupakan seorang
mahasiswa sejarah, maka anda harus mempelajari lebih banyak hal
tentang sejarah dari suatu bangsa daripada
mempelajari keadaan yang terjadi pada
bangsa tersebut di masa sekarang.”
Pernyataannya di atas bisa
saja mendapat perdebatan, karena tidak menutup kemungkinan kedua objek yang ia
bandingkan dalam mengkaji suatu bangsa sama pentingnya. Namun kita bisa
memaklumi, Charles Jeurgens merupakan seseorang yang memiliki minat tinggi
terhadap arsip atau dokumen-dokumen sejarah.
Menjadi wajar bila pandangannya dalam
memahami suatu bangsa diukur dari perjalanan masa lalu sebuah bangsa tersebut. Bahkan ia mengaku selalu dipandang
aneh perihal kecintaannya terhadap arsip.
“Terkadang banyak orang bertanya kepada
Saya: mengapa kamu begitu tertarik dengan semua dokumen tua ini? Saya selalu menjawab
bahwa saya sangat tertarik dengan arsip karena arsip merupakan tempat menyimpan
memori/ingatan.” Tulis
Jeurgens,
seperti dilansir anri.go.id.
Jeurgens, berkunjung
ke Indonesia pada tahun 2007 dan diketahui melakukan penelitian di Arsip
Nasional Republik Indonesia (ANRI) selama kurang lebih dua bulan, dari tanggal 20
Januari sampai Februari 2007.
Selama di Indonesia ia merasa senang, karena selain melakukan penelitian sesuai minatnya, Jeurgens juga mengaku betah terhadap sikap ramah masyarakat Indonesia. Terlebih, makanan khas dan pemandangan alam yang ia temui selama berada di Indonesia tak luput dari pujiannya.
“Berada di Indonesia tidak hanya membantu
penelitian kami, namun juga merupakan suatu pengalaman
yang menyenangkan bertemu dengan orang-orang baru, makan makanan
Indonesia yang lezat dan menikmati keindahan Indonesia. Tentu saja
keadaan di Indonesia sangat berbeda dengan di negeri Belanda, dan kami
masih berjuang mempelajari Bahasa Indonesia. Namun karena kehangatan dan
keramahan orang-orang Indonesia, kami merasa seperti di rumah
sendiri,” kenangnya.