“Mengolah Biji Karet menjadi Tempe memerlukan waktu yang panjang, namun kami mendapatkan keuntungan yang banyak yaitu selain rasanya yang enak kandungan gizi dan protein yang terdapat dalam biji karet pun sangat tinggi”
Metro, Berandadesa.com – Tim Program Kreatifitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) Universitas Muhammadiyah Metro berhasil membuat produk olahan bernama Tembikar.
Sesuai namanya, Tembikar adalah produk olahan yang memanfaatkan
bahan baku utama berupa Biji Pohon Karet.
Sehingga Tim PKMK UM Metro yang beranggotakan mahasiswa
pendidikan Matematika Trimasrifah, Merry Andhriyani, Muhammad Faiz Syamil, Sinta
Khusnul Latifah dan Annisa Nurani mahasiswa S1 pendidikan Biologi serta Ira
Vahlia, M.Pd., selaku dosen pembimbing menyebut olahannya bernama Tembikar “Tempe
Biji Karet”.
Tim PKMK UM Metro menyebut Tempe Biji Karet memiliki
rasa yang tidak kalah dengan tempe kedelai umumnya. Selain memiliki rasa yang
enak, tempe biji karet juga memiiki gizi yang tinggi sehingga tidak diragukan
lagi manfaatnya untuk kesehatan tubuh.
Selain itu, Tembikar juga memiliki prospek usaha
yang tidak diragukan lagi karena produk ini sangat jarang ditemukan dipasaran.
Tembikar memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh produk tempe
lainnya.
“Karena belum ada yang terjun dalam usaha bisnis
tempe biji karet ini sehigga hal ini menjadi peluang usaha bagi kami untuk
mengembangkan tempe biji karet ini,” ungkap Trimasrifah Ketua Kelompok Tim PKMK
UM Metro.
Merry Andhriyani menyebut “Mengolah Biji Karet
menjadi Tempe memerlukan waktu yang panjang, namun kami mendapatkan keuntungan
yang banyak yaitu selain rasanya yang enak kandungan gizi dan protein yang terdapat dalam biji karet pun sangat
tinggi.”
Sementara Muhammad Faiz Syamil mencoba memasarkan Tembikar
dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang berkembang pesat pada saat ini.
“Penjualan Tempe Biji Karet melalui E-Commerce
merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian saat ini yang sedang
sulit karena wabah Covid-19 sehingga
bisa meningkatkan perekonomian saat ini,” ujar Faiz.
Perlu diketahui PKMK UM Metro ini sebelumnya, Rabu
(05/08/2020), telah lolos seleksi proposal dari Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Dan tertuang
dalam SK Ditjen Dikti Kemdikbud tentang
pengumuman pendanaan PKM 5 Bidang Tahun 2020.
PKMK adalah bagian dari program Ditjen Dikti Kemdikbud Republik Indonesia. Terdiri dari 5 Bidang, seperti PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Teknologi (PKM-T), dan PKM-Karsa Cipta (PKM-KC).

