#VIDEO: Bangunan Peninggalan Sejarah Kolonial di Kota Metro


 

Rumah tua yang berdiri di depan Kepolisian Resort (Polres) Kota Metro, tepatnya di Jalan Dipenogoro No. 6, Imopuro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Lampung ini adalah satu dari beberapa bangunan di Kota Metro yang bernilai sejarah tinggi. Mungkin hanya nilai sejarah itulah yang masih menjadi daya tarik, itupun bagi sebagian kecil orang saja.

Bangunan bersejarah di beberapa daerah ataupun kota-kota lain di Indonesia (Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya, Malang, dll) biasanya masuk dalam katagori bangunan cagar budaya dan keberadaannya dilindungi oleh undang-undang (UURI No. 11 Tahun 2010). Yang berbunyi "Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan." dilansir https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ Dan kita di Kota Metro pun sama, dari keberadaan bangunan bersejarah yang bisa kita jumpai saat ini sedikitnya bisa dipetik pengetahuan, pendidikan ataupun pelajaran. Paling tidak untuk di Kota Metro, dari bangunan bergaya Indis ini kita menjadi tahu bahwa di Kota Metro pernah menjadi pusat pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Dari sisi pendidikan, bukti adanya bangunan bersejarah tentunya bisa menceritakan kehidupan era kolonisasi di Kota Metro. Barangkali, Kota Metro bisa seperti sekarang ini karena berkat kerja keras para pendahulu kita. Puluhan hektar sawah, lahan pertanian dan ratusan kilometer panjang saluran irigasi sebagai penyuplai air ke lahan pertanian menjadi kesatuan kisah perjuangan para kolonisasi/transmigran di Kota Metro. Atau paling tidak dari peninggalan sejarah, kisah sejarah ini, kita bisa belajar bersyukur dan bersikap bahwa sisa-sisa warisan para pendahulu kita ini patut untuk dijaga, dirawat dan dilestarikan. Directed by: Barnas Rasmana Editing Video: Barnas Rasmana & Arif Budianto Editing Gambar: Barnas Rasmana Pengisi suara: Barnas Rasmana Inspirator: Nana Murtiarina

Kolom Komentar

Previous Post Next Post