Beranda Desa – Penggunaan Dana Desa yang dikucurkan oleh pemerintah kepada masing-masing desa dan dikelola oleh lurah dan perangkat desa memang sering menimbulkan pertanyaan warga. Terutama bila pengelola dana desa kurang memberikan transfaransi terkait dengan pengalokasian anggaran yang mencapai 1 Milyar itu.
![]() |
| Foto: Baliho berukuran besar yang berisi nama-nama penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa oleh Kampung Waigama, Distrik Misool Utara, Kabupaten Raja Ampat | sumber: @kemendespdtt |
Sehingga transfaransi penggunaan dana desa menjadi penting
diketahui oleh setiap warga desa, bahkan seharusnya, dalam rencana-rencana
pembangunan desa, Lurah atau perangkat desa harus melibatkan partisipasi
masyarakat.
Seperti yang dilakukan oleh Kepala Kampung Waigama, Distrik Misool Utara, Kabupaten Raja Ampat, mungkin bisa menjadi contoh dalam mengelola dana desa.
Kepala Kampung Waigama beserta jajarannya tidak
menutup-nutupi anggaran dana desa yang diterima. Jumlah total dana desa yang
diterima dan pengalokasian dana tersebut disampaikan secara transfaran kepada
publik melalui baliho berukuran besar.
Atas kinerjanya itu, Kampung Waigama mendapat apresiasi dari
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie
Setiadi, saat berkunjung di Kampung Waigama, Distrik Misool Utara, Kabupaten
Raja Ampat pada Jumat (4/6).
Terdapat baliho berukuran besar yang berisi nama-nama
penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Tak hanya BLT Dana Desa,
Seluruh anggaran pendapatan dan belanja desa juga dipajang melalui baliho
berukuran besar.
Wamen Budi Arie mengapresiasi transparansi DanaDesa di
Kampung Waigama ini. Ia berharap seluruh desa-desa di Indonesia melakukan
transparansi Dana Desa seperti
yang dilakukan Kampung Waigama tersebut.
Editor: Barnas
Sumber: kemendes.go.id
