Kota Metro, Berandadesa.com - Bertepatan dengan 15 Ramadhan 1443 H atau Jum'at 15 April 2022 Dr. M. Ihsan Dacholfany, selaku Ketua MUI Kota Metro yang juga Pengurus Daerah dan Cabang Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Kota Metro mengisi Kajian Jum’at menjelang buka bersama di Masjid Mujahidin Komplek Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro, Lampung.
Dr. Ihsan mengaku kegiatannya tersebut atas undangan Ta’mir Masjid Mujahidin Ustadz Garianto, M.Pd.I.
Dalam pengajian itu, beliau menukil hadist yang diriwayatkan Ahmad bahwa Rasulullah bersabda dari Abdullah bin Amru radhiallahu’anhu yang artinya Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya perumpamaan mukmin itu bagaikan lebah yang selalu memakan yang baik dan mengeluarkan yang baik. Ia hinggap (di ranting) namun tidak membuatnya patah dan rusak. (HR Ahmad).
Dari materi yang disampaikan oleh Dr. Ihsan dengan menilik dari kehidupan lebah tersebut ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik, diantaranya:
Bersungguh-sungguh
Jika dalam bahasa filosofi Pesantren “man jadda wajada” artinya bersungguh-sungguh, bekerja maksimal, perumpamaan lebah selalu bersunguh-sungguh dalam mencari bunga adalah bersungguh-sungguh, terus berupaya, tidak putus asa, tidak menyerah untuk mendapatkan bunga, terus memberi manfaat serta mampu bekerjasama, tidak memusuhi, saling menghargai, dan memberi tahu tempat sumber makanan kepada lebah lainnya, dan tidak mengambil hak orang lain.
Sebagimana firmal Allah surat Almaidah ayat 2 yang
berbunyi wata'awanu Alal birri wattaqwa
wala ta'awanu Alal Ismi Wal udwan, yang artinya: Dan tolong-menolonglah kamu
dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam
berbuat dosa dan permusuhan.
La Tufsidu (Tidak Merusak)
Lebah yang hinggap pada bunga, mengambil sari bunga secukupnya tanpa merusak bunga tersebut. Adapun perilaku manusia, melakukan produksi dan konsumsi secara berlebih-lebihan, hingga berujung pada kerusakan lingkungan dan penumpukan sampah. Sikap lebah, menjadi perenungan dan pembelajaran bagi manusia untuk mengkonsumsi secukupnya, tidak mubazir dan tidak berlebih-lebihan. Baik itu konsumsi pangan, air, hingga energi.
Mindset yang perlu dibangun oleh muslim adalah tidak merusak lingkungan, darat dan laut sebab banyak karunia Allah yang diberikan kepada manusia, sebagaimana firman Allah Surat Ar-Rum Ayat 41 ẓaharal-fasādu fil-barri wal-baḥri bimā kasabat aidin-nāsi liyużīqahum ba'ḍallażī 'amilụ la'allahum yarji'ụn.
Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut
disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada
mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan
yang benar).
Toyyibun (Baik)
Memakan yang baik: Lebah selalu memilih makanan yang thayib. Menghampiri bunga yang paling bersih, segar dan murni; juga tidak mengambil bunga yang ada lebah lainnya. Dengan harapan manusia mengambil dan mencari makanan yang baik dan bersih serta yang terpenting adalah halal.
Sebagaimana H.R. at –Tirmizi yang berbunyi Innallaha ta'ala thoyyibu yuhibbu thoyyiba nadhifun yuhibbun nadhofata kariimun yuhibbul karoma jawaadun yuhibbu juuda fanadhifu afniyatikum.
Artinya: Sesungguhnya Allah swt. Itu baik, Dia menyukai kebaikan. Allah itu bersih, Dia menyukai kebersihan. Allah itu mulia, Dia menyukai kemuliaan. Allah itu dermawan ia menyukai kedermawanan maka bersihkanlah olehmu tempat-tempatmu.
Ukhuwah (Kebersamaan dan kebersatuan)
Lebah mampu bekerja membangun komunitas: Lebah kembali kepada komunitasnya untuk membangun sarang, bahkan upaya yang dilakukan lebah menghasilkan kebaikan yang terus mengalir. Madu pada sarang lebah bermanfaat bukan hanya untuk komunitas lebah, bahkan menjadi obat bagi manusia.
Lebah menyadarkan, tujuan dan mindset sesungguhnya dalam mengkonsumsi barang, makanan dan bekerja, yakni untuk memberi manfaat, menyebar kebaikan dan bersama membangun komunitasnya, dalam bahasa kerennya Kolektif Kolegial, manusia diharapkan tidak berbuat semaunya, walaupun ada yang paling tua dan berkuasa, adanya ukhuhuwah dan musyawarah dalam mengambil suatu keputusan atau kebijakan.
Sebagaimana
firman Allah: Surat Ali Imran: 103 yang artinya : Dan berpeganglah kamu
semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan
ingatlah kamu akan nikmat Allah kepadamu, ketika kamu dahulu (masa jahiliyah)
bermusuh-musuhan, maka Allah akan mempersatukan kamu lalu menjadikan kamu
karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara
Anfa’ (bermanfaat)
Lebah mengeluarkan yang baik. Lebah bukan saja mengambil sedikit makanan, namun dia juga memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi bunga, yaitu membantu penyerbukan, inilah yang menjadi pembelajaran bagi kehidupan manusia, bagaimana mampu bermanfaat bagi orang lain, membina hubungan dengan orang tua, keluarga, teman, kawan kerja, dan masyarakat.
Manfaatnya menjadi meluas, bukan hanya bagi bunga, namun juga bagi kehidupan tanaman. Lebah membantu memberikan keberlangsungan hidup bagi tanaman tersebut sebagaimnana firman Allah yang artinya: “Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain.” Artinya: “Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7).
Terakhir, dalam kajian tersebut, Dr. Ihsan yang juga sekretaris Dewan Pendidikan Kota Metro berharap semoga sebagai muslim dan muslimah dapat mencontoh dan belajar dari kehidupan lebah.
Baca juga: Masuk Jajaran Dewan Pendidikan Kota Metro, M Ihsan Dacholfany Wakili Unsur MUI dan Dewan Dakwah
Kajian di Masjid Mujahidin Komplek Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro, turut diiringi buka bersama dengan shodaqoh bubur Manja (Man Jadda Wajada) milik ustadz Fadel yang merupakan alumni Pesantren Gontor.
