BERBICARA tentang sejarah Lampung, pasti kita menemui cerita atau segala sesuatu yang berkaitan dengan irigasi. Karena periodesasi sejarah Lampung pada masa kolonial hingga orde baru masih sangatlah gelap, dan banyak kalangan sejarawan yang ingin meneranginya menggunakan obornya.
Pintu air ini terletak di desa Srisawahan, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah. Pintu air ini adalah yang mengatur jumlah debet air, yang akan mengairi Desa Sritejo Kencono. Meski tidak berfungsi saat saya mengunjunginya pada 01/06/22. Karena tuas dan Katrol yang sudah disuntik mati, tidak tahu sebabnya.
Pintu air ini dibangun adalah salah satu bukti dari Implementasi program Repelita II (1974-1979) yang menekankan pada pembangunan di luar pulau Jawa (Sumatera,Bali dan Madura) di masa Orde Baru.
Menurut sumber yang saya temukan, pembangunan irigasi yang mengairi Tiga Desa Induk (Badran-Srisawahan-Sritejo Kencono) mendatangkan para pekerja lokal dari Desa dimana saya dibesarkan yaitu Desa Notoharjo Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah. Hal yang Unik, mengingat jarak antara desa dimana saya dibesarkan terbilang jauh,kurang lebih 15KM dari jalur Irigasi ini dibangun.
Pandu Pinuju
