
Jembatan sesek jalur irigasi Desa Badran-Srisawahan-Sritejokencono Kecamatan Punggur
JEMBATAN SASAK, Jembatan yang tebuat dari anyaman bambu, yang menjadi penghubung antar desa ataupun hanya sekedar menjadi alternatif untuk akses di dalam desa.
Jembatan ini sering disebut jembatan Sesek, atau beberapa wilayah di Indonesia menyebutnya jembatan "krapyak".
Salah satu warisan budaya Indonesia pada bidang kerajinan tangan yang sangat memiliki dampak dalam roda perekonomian, kususnya didesa-desa yang terpencil.
Jika minilik pada peta sejarah Lampung, pada setiap pembangunan irigasi di daerah-daerah kolonisasi, kita sering menjumpai jembatan sesek tersebut menjadi salah satu hiasan yang tak tertinggal. Dikarenakan pembangunan jembatan permanen sangatlah jarang, mungkin hanya setiap radius tertentu, atau hanya disetiap pintu air saja.
Oleh karena itu jembatan sesek menjadi salah satu solusi, untuk menghubungkan akses di setiap desa yang terlewati irigasi. Jembatan sesek biasanya dibangun secara kelompok masyaraat ataupun personal, dengan menggunakan dana pribadi. Dibutuhkan keahlian kusus, dalam menganyam atau memperhitungkan beban yang akan melewatinya.
Di Daerah-daerah eks kolonisasi seperti Trimurjo-Batanghari-Sukadana dan Metro, kita masih bisa menjumpai jembatan tersebut walau jumlahnya yang sudah mulai berkurang, karena tergantikan oleh jembatan permanen (Beton/Baja).
.
Foto : Jembatan sesek jalur irigasi Desa Badran-Srisawahan-Sritejokencono Kecamatan Punggur
Pandu Pinuju