Bandar Lampung, 23 Februari 2025 – Dosen Universitas Muhammadiyah Metro, Kian Amboro, bersama mahasiswa Aditya Nurrohman turut berpartisipasi dalam Kopdar Kader Digital Muhammadiyah Regional Lampung yang diselenggarakan di Gedung PWM Lampung, Bandar Lampung. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 peserta pilihan dari berbagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di Lampung.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Bendahara PWM Lampung, Prof. Warsito DEA, yang menekankan pentingnya kader digital dalam menyebarluaskan dakwah Muhammadiyah di era digital. Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PWM Lampung, Saad Sobari, juga turut hadir memberikan sambutan dan dukungan terhadap program kaderisasi digital ini.
Dalam kegiatan ini, hadir sejumlah narasumber berkompeten yang memberikan wawasan mendalam dalam bidang masing-masing.
Ismail Fahmi, Ketua MPI PP Muhammadiyah, memaparkan tentang strategi digitalisasi dalam dakwah Muhammadiyah. Ia menyoroti bagaimana perkembangan teknologi dapat menjadi alat yang efektif dalam menyebarluaskan nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya keterampilan literasi digital bagi kader Muhammadiyah agar dapat menyaring informasi dengan bijak serta menghadapi tantangan era informasi yang semakin kompleks.
Azaki Khorudin, Tenaga Ahli Kemendikdasmen, membahas pentingnya literasi digital dalam dunia pendidikan. Menurutnya, kader Muhammadiyah harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan konten yang edukatif dan inspiratif. Ia juga menjelaskan bagaimana pola komunikasi digital dapat berperan dalam membangun opini publik yang positif, terutama dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.
Khoirul Huda, Staf Khusus Kemendesa, memberikan wawasan tentang optimalisasi media sosial sebagai alat pendukung gerakan sosial dan pembangunan masyarakat berbasis digital. Ia menekankan bagaimana kader Muhammadiyah dapat berperan dalam memperkuat jejaring komunitas berbasis digital yang dapat berdampak luas bagi pembangunan desa dan masyarakat secara umum. Ismail Fahmi, Ketua MPI PP Muhammadiyah, membahas strategi digitalisasi dakwah Muhammadiyah serta peran kader digital dalam menghadapi tantangan era informasi. Azaki Khorudin, Tenaga Ahli Kemendikdasmen, memaparkan pentingnya literasi digital bagi kader Muhammadiyah dalam menciptakan konten edukatif dan inspiratif. Sementara itu, Khoirul Huda, Staf Khusus Kemendesa, memberikan wawasan tentang optimalisasi media sosial untuk mendukung gerakan sosial dan pembangunan masyarakat berbasis digital.
Fasilitator dalam acara ini adalah Nabhan Mudrik, Widya Kumala, dan Ayunda Fikri, yang membantu mengarahkan jalannya diskusi serta sesi praktik dalam pembuatan konten digital.
Diskusi dalam kopdar ini menyoroti peran kader digital Muhammadiyah sebagai ujung tombak dakwah di era teknologi. Para peserta dibekali dengan wawasan dan keterampilan dalam menyusun opini serta menciptakan konten digital yang menarik dan sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah.
Kian Amboro, yang juga merupakan akademisi di Universitas Muhammadiyah Metro dengan fokus penelitian pada komunikasi digital dan dakwah, serta memiliki konsentrasi dalam penulisan sejarah lokal dan juga dalam penulisan sejarah Muhammadiyah di Lampung, menyampaikan bahwa keterlibatan dalam acara ini menjadi kesempatan berharga untuk memperdalam pemahaman mengenai dakwah digital dan mengembangkan kompetensi dalam memanfaatkan media digital untuk menyebarkan informasi sejarah secara lebih menarik dan efisien. Ia menekankan bahwa dunia digital harus dimanfaatkan secara positif untuk membangun opini yang baik bagi masyarakat.
Aditya Nurrohman, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro yang memiliki minat dalam kajian media digital serta sejarah dan budaya, serta aktif dalam penelusuran dan penulisan sejarah Muhammadiyah, khususnya di Lampung, sehingga program ini sangat relevan baginya, mengungkapkan antusiasmenya dalam mengikuti kegiatan ini. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk mengedukasi dan menginspirasi generasi muda melalui platform digital, sehingga dakwah Muhammadiyah semakin luas dan berdampak positif.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kader digital Muhammadiyah di Lampung untuk semakin memperkuat peran mereka dalam menyebarluaskan dakwah dan membangun opini publik yang positif melalui media digital.
Oleh : Nurrohman.

