Dalam menghadapi tantangan melemahnya nilai moral dan karakter di generasi muda, pendidikan dan pembinaan karakter menjadi isu penting untuk terus dibahas dan didiskusikan pada saat ini. Dalam mencari informasi lebih dalam mengenai hal ini, Apriza Bagus Saputra (Peserta Pelatihan Kader Taruna Melati Utama dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah Lampung) melakukan observasi dan wawancara bersama Dr. Budi Santosa, M.Si., Med., seorang akademisi dan pemerhati pendidikan karakter Islam dari Universitas Muhammadiyah Semarang.
Pendidikan Islam: Pilar Utama Pembentukan Karakter
Dr.
Budi menekankan bahwa pendidikan islam dalam pembentukan karakter adalah sebuah
sistem kompleks dalam membentuk karakter generasi muda.
"Pendidikan
Islam berfungsi sebagai fondasi pembentukan karakter. Ia bukan hanya ilmu yang
mengajarkan tentang apa yang benar, tetapi juga bagaimana bersikap yang baik
dan benar secara konsisten," jelas beliau.
Beliau juga menambahkan bahwa pendidikan Islam memiliki visi dalam membentuk insan kamil (manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang mulia).
Karakter
dalam Sudut Pandang Islam: Transformasi Nilai Menuju Perilaku
Mengutip
pandangan Fakhry Gaffar, Dr. Budi mengungkapkan bahwa pendidikan karakter dalam
islam harus melibatkan tiga hal penting yaitu perubahan nilai melalui
pembelajaran dan pembiasaan, pertumbuhan kepribadian yang dibentuk oleh
pengalaman hidup serta integrasi nilai dalam perilaku sehari-hari sebagai hasil
akhir dari proses pembinaan karakter.
"Karakter bukan sekadar tahu apa yang baik dan apa yang buruk, tapi menjadikan yang baik sebagai kebiasaan hidup," tegas Dr. Budi
Strategi
Pembinaan Karakter dalam Pendidikan Islam
Dr.
Budi juga menyampaikan bahwa pendidikan islam dalam pembinaan karakter generasi
muda melalui beberapa hal yang diantaranya yaitu:
- Penguatan nilai-nilai keislaman seperti kejujuran, kedisiplinan, kesederhanaan, keadilan dan menghargai perbedaan melalui pembelajaran kontekstual di sekolah, perguruan tinggi, keluarga dan lingkungan sekitar.
- Penanaman kebiasaan berpikir kritis dan reflektif, merupakan upaya agar generasi muda mampu menilai situasi secara objektif dan juga melakukan sesuatu sesuai dengan nilai-nilai
- Mendorong kemandirian dan keberanian moral, terutama dalam menghadapi tantangan pergaulan diera digital.
- Penumbuhan rasa empati dan kepedulian sosial, yang diajarkan melalui kegiatan kemanusiaan dan sosial berbasis nilai-nilai Islam.
- Pendidikan toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan, sesuai semangat Islam sebagai rahmat bagi semesta
Peran
Keluarga dan Lingkungan dalam Pembentukan Karakter
Dr.
Budi juga mengingatkan bahwa dalam pembinaan dan pembentukan karakter tidak
cukup dilakukan di lembaga pendidikan saja namun juga perlu adanya dukungan dan
peran dari lingkungan terkecil yaitu di rumah dan lingkungan sekitar.
"Orangtua
adalah madrasah pertama. Keteladanan mereka terhadap orang-orang dewasa yang
ada disekitar mereka menentukan arah karakter generasi muda kita,"
ungkapnya.
Lingkungan sekitar kita seperti masjid, komunitas remaja Islam seperti IPM, hingga media sosial memiliki pengaruh besar dalam pendidikan karakter. Jika ketiga unsur pendidikan (keluarga, sekolah, dan masyarakat) dapat bersinergi dan saling mendukung, maka pendidikan islam dalam membentuk karakter generasi muda dapat dengan mudah akan tercapai.
Investasi
Karakter Generasi Muda untuk Masa Depan Bangsa
Dapat
disimpulkan bahwa akhlak adalah pondasi utama dalam membangun karakter generasi
muda. Islam menyediakan kerangka lengkap yang tidak hanya menyentuh aspek
intelektual, tetapi juga spiritual dan sosial dalam pembentukan karakter
generasi muda Indonesia.
"Membentuk
akhlak bukan hanya agenda dakwah, tapi strategi keberlanjutan bangsa
Indonesia," kata Dr. Budi menutup perbincangan kami.
Sebagai kader IPM, saya meyakini bahwa dalam perjuangan melakukan misi IPM dalam pembinaan karakter pada generasi muda bukan hanya menjadi tugas guru atau tokoh agama di tempat peribadatan. Tugas pembinaan karakter justru menjadi sebuah panggilan bagi diri kita semua elemen masyarakat luas untuk dapat menjaga nilai-nilai Islam dan warisan luhur bangsa Indonesia.
Mulailah dengan diri sendiri, dari lingkungan yang terdekat, dan dari hal terkecil yang bisa dilakukan untuk dapat menanamkan akhlak mulia demi masa depan bangsa Indonesia yang lebih berkemajuan.
- Substansi tulisan sepenuhnya tanggung jawab penulis.
