MPI PDM Kota Metro Gelar Rapat Koordinasi Lanjutan: Matangkan Pendirian Museum Muhammadiyah Metro

 

METRO, 21 Juli 2025 – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro hari ini menggelar rapat koordinasi lanjutan mengenai gagasan pendirian Museum Muhammadiyah Metro. Pertemuan penting ini berlangsung di ruang rapat PDM Kota Metro dan berfokus pada pemaparan hasil studi lapangan yang telah dilakukan tim. Ahad 20 Juli 2025.

Ketua MPI, Imam Sapi’i, memimpin langsung rapat didampingi oleh Sekretaris MPI, Lefran Sasabone. Hadir pula tim studi lapangan Museum Muhammadiyah yang beranggotakan para ahli dan pegiat sejarah, yaitu Kian Amboro, M.Pd., Kuswono, M.Pd., Aditya Nurrohman, Barnas Rasmana, S.Pd., Dimas Setiawan, S.Pd., dan Noval Sahnitri. Kehadiran mereka membawa perspektif mendalam dari hasil kajian lapangan yang telah dilakukan.

Imam Sapi’i dalam arahannya menegaskan bahwa museum ini bukan hanya sekadar mendokumentasikan jejak langkah Muhammadiyah dari masa ke masa, melainkan diproyeksikan sebagai pusat edukasi, riset, dan rekreasi yang modern dan inspiratif.

"Gagasan Museum Muhammadiyah Metro adalah sebuah lompatan strategis yang visioner, melampaui sekadar dokumentasi sejarah. Museum ini kami proyeksikan sebagai pusat peradaban yang modern dan inspiratif, mengintegrasikan fungsi edukasi, riset, dan rekreasi untuk membentuk masa depan gemilang," ujar Imam.

Tim Studi Lapangan memaparkan secara menyeluruh latar belakang, tujuan, urgensi, konsep dasar, pendekatan perencanaan, dan rencana implementasi museum. Mereka menjelaskan bahwa pendirian museum ini memiliki beragam tujuan utama. Museum ini akan berfungsi sebagai pusat edukasi kesejarahan dan penelitian, menyediakan bahan edukasi komprehensif serta menjadi sarana penelitian bagi berbagai kalangan, mulai dari akademisi hingga masyarakat umum. Selain itu, museum ini juga akan berperan sebagai tempat rekreasi yang menarik dan edukatif, dikemas secara modern agar dapat dinikmati luas, sekaligus menjalankan fungsi museum modern yang lebih komprehensif.

Dalam rapat itu Kian Amboro, sebagai tim studi lapangan, memaparkan hasil kunjungan ke beberapa museum. Dari berbagai museum yang dikunjungi, tim memilih tiga museum yang paling relevan dan memiliki keunggulan yang dapat diadaptasi untuk Museum Muhammadiyah Metro. Ketiga museum tersebut adalah: Museum Muhammadiyah UAD Yogyakarta, yang menjadi rujukan utama karena materi Muhammadiyahnya yang komprehensif; Museum Pers Nasional Surakarta, dengan layanan kearsipan yang sangat baik sebagai contoh adaptasi; dan Museum Purbakala Sangiran, Jawa Tengah, yang keunggulannya terletak pada kelengkapan koleksi artefak serta media interaktifnya yang menarik bagi pengunjung.

Urgensi pendirian museum ini dinilai vital untuk pelestarian warisan sejarah dan memori kolektif Muhammadiyah di Metro. Museum ini juga akan menjadi media efektif untuk edukasi, memberikan pemahaman menarik tentang sejarah dan kontribusi Muhammadiyah, khususnya di Metro. Ke depan, museum ini diharapkan membuka peluang pemanfaatan wisata sejarah, selaras dengan agenda Pemerintah Kota Metro dalam mengembangkan kawasan pusat kota sebagai objek wisata sejarah, berpotensi menjadi destinasi baru dalam tren "Historical Walking Tour" dan amal usaha di bidang pariwisata sejarah dan budaya.

Rencananya, lokasi museum akan memanfaatkan Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Metro saat ini, yang juga merupakan bekas berdirinya HIS Muhammadiyah Metro pertama. Lokasi ini dinilai strategis dan sarat nilai sejarah, diharapkan dapat bertransformasi menjadi simbol kemajuan bagi masyarakat Kota Metro.

Tim studi juga telah merencanakan tahapan pendirian dan pembangunan museum secara matang, meliputi persiapan awal, revitalisasi, pengembangan ruang pameran utama, hingga finalisasi seluruh infrastruktur museum.

Tim studi lapangan menyadari bahwa mewujudkan Museum Muhammadiyah Metro membutuhkan waktu serta sinergi dan dukungan dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal. Laporan studi lapangan ini diharapkan menjadi panduan awal untuk langkah-langkah selanjutnya. Kehadiran museum ini akan menandai tonggak sejarah baru dalam upaya pelestarian dan penyebarluasan sejarah Muhammadiyah di Metro dan Lampung, menjadikannya pusat kajian dan inspirasi berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. MPI PDM Kota Metro dan Tim berharap museum ini tidak hanya menjadi kebanggaan Muhammadiyah, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kota Metro dan Provinsi Lampung, serta menjadi destinasi penting dalam peta wisata sejarah dan budaya Indonesia.

Sebagai hasil penting dari diskusi, disepakati bahwa seluruh hasil studi pendahuluan dan pembahasan akan segera disampaikan kepada Pleno PDM Kota Metro. Langkah ini diharapkan dapat ditindaklanjuti secara progresif, memastikan gagasan besar untuk mewujudkan Museum Muhammadiyah Kota Metro dapat terealisasi sebagaimana mestinya.

Oleh Aditya N Rohman

Kolom Komentar

Previous Post Next Post