Solo, 30 Agustus 2025 — Dalam upaya memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam bidang pendidikan sejarah, Program Studi S1 Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) menjalin kerja sama strategis dengan Program Studi S2 Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kerja sama ini secara resmi ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang dilaksanakan di Kampus Pascasarjana UNS, Rabu (30/8).
Penandatanganan
MoA dilakukan langsung oleh Ketua Program Studi S1 Pendidikan Sejarah UM Metro,
Dr. Johan Setiawan, M.Pd., dan Ketua Program Studi S2 Pendidikan Sejarah UNS,
Prof. Dr. Ahmad Arif M., M.Pd. MoA ini mencakup kerja sama dalam bidang
pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari
implementasi tridharma perguruan tinggi.
Dalam
sambutannya, Dr. Johan Setiawan menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan
langkah strategis yang tidak hanya bertujuan memperluas jejaring akademik,
tetapi juga untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sejarah di
tingkat sarjana.
“Kerja
sama ini menjadi momentum penting bagi kami untuk memperluas akses mahasiswa
dan dosen terhadap kegiatan akademik yang lebih variatif, termasuk riset
kolaboratif, seminar ilmiah, hingga publikasi bersama. Kami berharap mahasiswa
kami dapat turut merasakan atmosfer akademik di jenjang pascasarjana sebagai
bentuk persiapan menghadapi tantangan akademik yang lebih tinggi,” ujar Dr.
Johan.
Senada
dengan hal tersebut, Prof. Dr. Ahmad Arif M., M.Pd menegaskan bahwa kerja sama
ini akan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan ilmu
sejarah. Baik melalui integrasi kegiatan akademik seperti joint research,
pertukaran narasumber, seminar nasional dan internasional, hingga pembinaan
publikasi ilmiah yang dapat berkontribusi dalam peningkatan reputasi kedua
institusi.
“Kita
ingin menciptakan ekosistem akademik yang aktif dan produktif, tidak hanya di
lingkup lokal atau nasional, tetapi juga dalam kancah global. Melalui kerja
sama ini, kami berharap dapat menghasilkan produk-produk keilmuan sejarah yang
relevan dan berdampak bagi masyarakat,” tegas Prof. Arif.
Kegiatan
penandatanganan MoA ini merupakan bagian dari rangkaian studi objek sejarah
yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari kedua program studi. Para peserta
berkesempatan untuk melakukan kunjungan dan eksplorasi ke sejumlah situs
bersejarah di kawasan Solo dan sekitarnya. Studi ini dirancang untuk memberikan
pengalaman belajar yang kontekstual dan memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap
sejarah secara langsung di lapangan.
Selain
penandatanganan dan kunjungan, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi akademik
seputar isu-isu kontemporer dalam kajian sejarah, pengembangan kurikulum
sejarah berbasis lokalitas, serta strategi membangun jejaring riset sejarah
antar lembaga pendidikan tinggi.
Dengan
terjalinnya kemitraan ini, UM Metro dan UNS menegaskan komitmennya untuk terus
berinovasi dalam pengembangan pendidikan sejarah yang berbasis nilai, kritis,
dan berorientasi pada penguatan identitas kebangsaan. Penandatanganan MoA ini
menjadi titik awal bagi kolaborasi berkelanjutan dalam menghasilkan lulusan
sejarah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan
kontribusi nyata bagi masyarakat dan perkembangan ilmu sejarah di Indonesia.
Aditya N Rohman