7 Destinasi Wisata Sejarah di Lampung yang Wajib Dikunjungi

Provinsi Lampung menyimpan jejak peradaban dan tradisi yang kaya, menjadikannya surga wisata sejarah di Pulau Sumatra. Mulai dari museum berarsitektur kolonial hingga situs megalitik kuno, setiap sudut Lampung menawarkan kisah unik tentang masyarakat lokal dan pengaruh luar yang membentuk provinsi ini. Bagi penggemar perjalanan budaya, menjelajahi lorong waktu di Lampung bukan hanya cara untuk melepas rasa lelah, tapi juga jalan mendalam untuk mengetahui akar budaya Nusantara.

Museum Lampung

                                    Gambar Museum Lampung | sumber: Dok. Museum Lampung

Museum Lampung berada di Jalan ZA Pagar Alam, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung. Museum ini memiliki lebih dari 4.700 artefak yang mencakup geologika, historika, dan arkeologika, serta merekonstruksi kehidupan orang Lampung dari masa prasejarah hingga era modern. Diorama pakaian adat, peralatan rumah tradisional, hingga fosil purba dipajang rapi, memperkaya wawasan pengunjung tentang keberagaman budaya Lampung dan Sumatra Selatan.

Tips berkunjung:
Buka setiap Selasa–Minggu, pukul 08.00–15.00.
Tiket dewasa Rp4.000, anak-anak Rp500, rombongan dewasa Rp1.000 per orang.
Manfaatkan pemandu museum gratis untuk mendapatkan narasi mendalam.

Museum Transmigrasi Bagelen

Gambar Museum Transmigrasi | Sumber: UPTD Museum Ketransmigrasian

Beralamat di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, museum ini menjadi monumen penting proses alih penduduk dari Pulau Jawa ke Lampung pada era kolonial. Di dalam koleksi, terdapat sekitar 254 benda mulai dari foto, perabot tradisional, hingga alat pertanian kuno yang menunjukkan tantangan sosial-ekonomi para transmigran dulu. Di luar museum, terdapat miniatur rumah adat dari berbagai suku Nusantara yang membentuk keragaman budaya Lampung saat ini.

Tips berkunjung:
Jangan lewatkan spot foto di antara replika rumah adat khas Bali, Minangkabau, dan Betawi.
Kawasan ini cocok untuk edukasi kelompok pelajar.
Area parkir dan taman bermain anak tersedia di sekitar museum.

Taman Purbakala Pugungraharjo

Gambar Taman Purbakala Pugungraharjo | Sumber: Kemdikbud

Taman Purbakala Pugungraharjo di Sekampung Udik, Lampung Timur, adalah situs megalitik paling penting di Lampung. Sitrus ini ditemukan pada 1957, luasnya beberapa hektar, dan menampilkan berbagai bangunan megalitik seperti batu menhir, arca Bodhisattva, serta prasasti Dalung yang menunjukkan adanya pengaruh agama Hindu-Buddha. Jejak makam berinskripsi Arab juga menunjukkan interaksi awal komunitas lokal dengan Islam sejak abad ke-14, menjadikan Pugungraharjo titik temu budaya lintas zaman dan agama.

Tips berkunjung:
Waktu terbaik: pagi hari untuk menghindari terik dan mendapat pencahayaan foto optimal.
Gunakan alas kaki tertutup karena medan berbatu.
Bawa air minum dan topi, lalu ikuti jalur trekking yang telah ditandai.

Buay Pernong

Gambar Rumah adat Buay Pernong | Sumber: buaypernong.blogspot

Rumah adat Buay Pernong berlokasi di Way Pernong, sebelum memasuki Liwa, Lampung Barat. Struktur bangunan khas rumah panggung Palembang ini memiliki meriam besar peninggalan Belanda, lemari kuno, serta makam Raja Selalau ketiga dan keturunannya. Meskipun beberapa bagian sempat rusak akibat gempa 1993, restorasi menjaga keaslian arsitektur kayu dan ukiran tradisional yang kaya simbolisme hierarki sosial Lampung Tengah.

Tips berkunjung:
Akses via jalan raya Liwa–Krui, ambil belokan ke Desa Way Pernong.
Berkunjung siang menjelang sore untuk menikmati pemandangan kaki Gunung Pesagi.
Respect area pemakaman dengan berpakaian sopan dan menjaga kebersihan.

Vihara Thay Hin Bio

Gambar Vihara Thay Hin Bio | Sumber: tribunlampung

Vihara Thay Hin Bio di Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, berdiri sejak 1850 dan menjadi kelenteng tertua di provinsi ini. Menariknya, vihara ini difungsikan bagi umat Konghucu, Buddha, dan Hindu secara bersamaan, menegaskan toleransi beragama sejak masa lampau. Letusan hebat Gunung Krakatau tahun 1883 pernah merusak atap dan ornamen rumah Tionghoa, namun kemudian dipugar dan diubah nama menjadi Kwan Im Thing, yang menunjukkan ketangguhan budaya Tionghoa-Lampung di tengah bencana alam besar.

Tips berkunjung:
Gratis tiket masuk; sumbangan sukarela diterima dengan senang hati.
Nikmati arsitektur pagoda dan relief naga di halaman utama.
Waktu terbaik: sore hari menjelang lampu lentera mulai dinyalakan.

Situs Batu Bedil


Di Dusun Gunung Meraksa, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, ada menhir raksasa dengan tinggi 220 cm dan lebar 109 cm. Dinamai Batu Bedil karena legenda suara tembakan yang terdengar di malam hari, situs ini diperkirakan dibangun sekitar akhir abad ke-9 hingga awal abad ke-10. Pagar batu pembatas dan interpretasi arkeologis menandakan fungsi pertahanan sekaligus kawasan ritual masa prasejarah Lampung Barat.

Tips berkunjung:
Datang pada musim kemarau untuk jalan setapak yang kering.
Bawa senter dan jas hujan ringan jika hujan datang tiba-tiba.
Ikuti petunjuk papan interpretasi untuk memahami setiap menhir.

Rumah Daswati

Gambar Rumah Daerah | Sumber: Sinarlampung

Rumah Daerah Swatantra Tingkat I, dikenal sebagai Rumah Daswati, terletak di Jalan Tulang Bawang No. 11, Enggal, Bandar Lampung. Pada 7 Maret 1963, tokoh Lampung berkumpul di sini untuk merumuskan status Lampung sebagai provinsi, memisahkan diri dari keresidenan Sumatra Selatan. Bangunan bergaya kolonial Belanda ini sekarang menjadi saksi bagaimana identitas administratif Lampung terbentuk, lengkap dengan ruang pertemuan asli serta dokumen piagam berdirinya provinsi.

Tips berkunjung:
Beri waktu sekitar 1–2 jam untuk tur keliling dan dokumentasi.
Sempatkan membaca naskah asli piagam di ruang arsip.
Pengunjung disarankan melakukan reservasi kelompok via dinas pariwisata setempat.

Ringkasan Destinasi Wisata Sejarah Lampung

DestinasiLokasiFitur Utama
Museum LampungBandar Lampung4.700 artefak sejarah
Museum Transmigrasi BagelenGedong Tataan, PesawaranSejarah transmigrasi Jawa ke Lampung
Taman Purbakala PugungraharjoSekampung Udik, Lampung TimurSitus megalitik, arca Bodhisattva
Buay PernongWay Pernong, Lampung BaratRumah adat khas, meriam Belanda, makam raja
Vihara Thay Hin BioTeluk Betung Selatan, Bandar LampungKlenteng tertua, tiga ibadah, saksi letusan Krakatau
Situs Batu BedilGunung Meraksa, TanggamusMenhir 220 cm, peninggalan abad 9–10
Rumah DaswatiEnggal, Bandar LampungLokasi perumusan Daerah Swatantra Tingkat I Lampung

Tabel ringkasan di atas diolah dari berbagai sumber untuk memudahkan perbandingan destinasi sejarah Lampung


Menjelajahi destinasi sejarah Lampung bukan hanya soal dokumentasi masa lalu, tetapi juga cara memahami jati diri dan toleransi budaya masyarakat setempat. Rencanakan perjalanan Anda dengan memadukan kunjungan pagi hingga sore hari, suvenir khas, serta kuliner lokal seperti seruit dan pempek Lampung di sekitar situs. Dengan memperhatikan waktu yang paling cocok, persiapan transportasi yang matang, dan menghormati nilai sejarah setiap tempat, perjalanan ke Lampung akan menjadi pengalaman perjalanan budaya yang tak terlupakan.

Kolom Komentar

Previous Post Next Post