![]() |
| Ilustrasi |
Kehidupan prasejarah merupakan salah satu periode penting dalam sejarah manusia. Masa ini terjadi sebelum manusia mengenal tulisan, sehingga informasi diperoleh melalui peninggalan berupa fosil, artefak, hingga situs arkeologi. Di Indonesia, termasuk di wilayah Lampung, bukti kehidupan prasejarah dapat dilihat dari peralatan batu, situs pemukiman, hingga peninggalan megalitikum yang menunjukkan perkembangan budaya dan sistem bertahan hidup.
Mempelajari kehidupan prasejarah tidak hanya penting untuk memahami asal-usul peradaban manusia, tetapi juga membantu kita mengenali akar budaya lokal, seperti yang terlihat pada situs prasejarah di Lampung. Pemahaman ini relevan bagi generasi muda, khususnya siswa SMA, agar lebih menghargai sejarah panjang bangsa dan warisan leluhur yang masih ada hingga kini (Soekmono, 2000: 11).
Konsep Prasejarah dan Periodisasi
Pengertian Prasejarah
Prasejarah adalah masa ketika manusia belum mengenal tulisan. Oleh karena itu, rekonstruksi kehidupan masa ini dilakukan melalui penelitian arkeologi, antropologi, dan geologi (Koentjaraningrat, 2009: 37).
Periodisasi Kehidupan Prasejarah di Indonesia
Secara umum, kehidupan prasejarah di Indonesia dibagi berdasarkan perkembangan teknologi:
-
Zaman Batu (Paleolitikum, Mesolitikum, Neolitikum, Megalitikum)
-
Zaman Logam (Perunggu dan Besi)
Pembagian ini menunjukkan tahapan perkembangan keterampilan manusia, dari penggunaan alat sederhana hingga teknologi logam yang lebih maju (Kartodirdjo, 2014: 42).
Kehidupan Masyarakat Prasejarah di Indonesia
1. Zaman Paleolitikum (Batu Tua)
-
Manusia hidup berpindah-pindah (nomaden).
-
Sistem bertahan hidup: berburu binatang, menangkap ikan, meramu buah dan umbi-umbian (food gathering).
-
Alat yang digunakan: kapak genggam, kapak perimbas, alat serpih.
-
Tokoh manusia purba yang hidup di masa ini: Homo erectus di Jawa (Soekmono, 2000: 19).
2. Zaman Mesolitikum (Batu Madya)
-
Alat lebih halus, mulai ada peralatan tulang dan tanduk.
-
Manusia mulai tinggal di gua-gua (abris sous roche).
-
Ditemukan kjokkenmoddinger (tumpukan kerang) di Sumatra Timur.
-
Sistem bertahan hidup masih berburu dan meramu, tetapi lebih terorganisir (Koentjaraningrat, 2009: 48).
3. Zaman Neolitikum (Batu Muda)
-
Revolusi besar dalam sejarah manusia, disebut Revolusi Neolitik.
-
Alat: kapak persegi, kapak lonjong, beliung.
-
Sistem bertahan hidup: mulai bercocok tanam (food producing), beternak, dan hidup menetap.
-
Muncul pembagian kerja sederhana dan sistem sosial lebih teratur (Bellwood, 2017: 63).
4. Zaman Megalitikum (Batu Besar)
-
Berkembangnya sistem kepercayaan animisme dan dinamisme.
-
Peninggalan monumental: menhir, dolmen, punden berundak, sarkofagus.
-
Menunjukkan adanya praktik religius dan penghormatan kepada leluhur (Sutaba, 2021: 80).
5. Zaman Logam
-
Muncul teknologi perunggu dan besi.
-
Alat: nekara, kapak corong, perhiasan, senjata besi.
-
Sistem bertahan hidup: pertanian maju, perdagangan barter berkembang.
-
Kehidupan sosial semakin kompleks dengan adanya kepemimpinan dan pembagian kerja yang jelas (Kartodirdjo, 2014: 67).
Kehidupan Prasejarah di Lampung
Situs Pugungraharjo
Situs prasejarah terpenting di Lampung adalah Pugungraharjo, Kabupaten Lampung Timur. Situs ini ditemukan pada 1957 dan menyimpan peninggalan dari masa megalitikum hingga masa Islam awal (Sutaba, 2021: 76).
Temuan penting di situs ini antara lain:
-
Punden berundak: tempat ritual keagamaan.
-
Batu altar: bukti pemujaan terhadap roh leluhur.
-
Batu bergores: lukisan simbolik yang diyakini berkaitan dengan aktivitas religius.
-
Kolam kuno: diduga digunakan sebagai bagian dari ritual kepercayaan.
Sistem Kehidupan di Lampung
Masyarakat purba Lampung menunjukkan pola kehidupan yang mirip dengan wilayah lain di Nusantara, yaitu:
-
Bertahan hidup dengan bercocok tanam sederhana.
-
Memanfaatkan hasil hutan dan perburuan.
-
Menjalankan sistem kepercayaan animisme.
-
Hidup berkelompok dengan struktur sosial sederhana (Setiawan, 2020: 102).
Sistem Bertahan Hidup Masyarakat Purbakala
-
Berburu dan Meramu
Cara hidup awal manusia purba dengan memanfaatkan alam secara langsung. -
Bercocok Tanam
Tonggak penting perubahan hidup, membuat manusia tidak lagi bergantung sepenuhnya pada alam (Bellwood, 2017: 65). -
Beternak
Hewan dimanfaatkan sebagai sumber makanan, tenaga, dan perlengkapan hidup. -
Perdagangan Barter
Pertukaran barang hasil produksi antarkelompok mulai berkembang di akhir zaman prasejarah. -
Kehidupan Sosial dan Religius
Muncul aturan sederhana, pembagian kerja, serta praktik religius untuk menjaga harmoni dalam kelompok (Koentjaraningrat, 2009: 56).
Ringkasan Poin Penting
-
Prasejarah: masa sebelum tulisan, dibagi dalam zaman batu dan logam.
-
Indonesia: manusia purba hidup dari berburu-meramu hingga bercocok tanam.
-
Lampung: situs Pugungraharjo bukti peradaban megalitikum.
-
Sistem hidup: berburu, bertani, beternak, barter, dengan kehidupan sosial dan religius yang berkembang.
Latihan Soal
-
Jelaskan perbedaan utama antara kehidupan Zaman Paleolitikum dan Neolitikum!
-
Apa arti Revolusi Neolitik bagi perkembangan peradaban manusia?
-
Sebutkan tiga peninggalan budaya Megalitikum yang ditemukan di Indonesia!
-
Mengapa Situs Pugungraharjo dianggap penting dalam sejarah prasejarah Lampung?
-
Bagaimana sistem barter memengaruhi kehidupan sosial masyarakat prasejarah?
Referensi
-
Bellwood, P. (2017). First Islanders: Prehistory and Human Migration in Island Southeast Asia. Wiley-Blackwell.
-
Koentjaraningrat. (2009). Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: UI Press.
-
Kartodirdjo, Sartono. (2014). Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia.
-
Setiawan, A. (2020). Prasejarah Nusantara dan Situs Pugungraharjo. Bandar Lampung: Universitas Lampung Press.
-
Soekmono. (2000). Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 1. Yogyakarta: Kanisius.
-
Sutaba, I. (2021). Situs Pugungraharjo: Jejak Peradaban Prasejarah di Lampung. Bandar Lampung: Unila Press.
