PW IPM Lampung Ikuti Historical Riding Tour Telukbetung, Perkuat Literasi dan kepedulian terhadap Sejarah

 


Bandar Lampung – Belajar sejarah ternyata tidak harus selalu di dalam kelas. Itulah pengalaman yang dirasakan oleh delegasi Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Lampung saat mengikuti kegiatan Historical Riding Tour Telukbetung yang diselenggarakan oleh Metro Heritage dan Metro Walking Tour, Sabtu (11/7). Kegiatan ini menjadi ruang belajar alternatif bagi kader IPM untuk mengenal sejarah lokal secara langsung melalui penelusuran kawasan-kawasan bersejarah di Telukbetung, Kota Bandar Lampung.

Sebanyak 10 kader PW IPM Lampung ikut menyusuri kawasan-kawasan bersejarah di Telukbetung bersama peserta dari berbagai latar belakang. Mulai dari unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Provinsi Lampung, mahasiswa Arsitektur Universitas Lampung, mahasiswa dan dosen Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Raden Intan Lampung, media Lampung Geh, komunitas Lamban Lembah, Warta Sejarah, Lampongsche, Foto Antik Lampung, para pegiat sejarah, hingga masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap sejarah dan budaya Lampung.

Selama perjalanan, peserta diajak mengunjungi sejumlah titik penting yang menjadi saksi perkembangan Kota Bandar Lampung, seperti Kawasan Rumah Residen Lampung, Kompleks Pemerintahan Karesidenan, Kawasan Pecinan Telukbetung, hingga Kompleks Masjid Al Anwar. Di setiap lokasi, peserta tidak hanya melihat bangunan-bangunan bersejarah, tetapi juga mendengarkan kisah di balik setiap ruang yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Lampung.

Bagi PW IPM Lampung, kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang berbeda. Sejarah tidak lagi sekadar dibaca dari buku, tetapi benar-benar dirasakan melalui perjalanan menyusuri kota dan berdialog langsung dengan ruang-ruang yang menyimpan banyak cerita.

Ketua Umum PW IPM Lampung, dalam hal ini diwakilkan oleh Ketua Bidang Seni Budaya, Tyara Agustin menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini menjadi ruang belajar yang sangat relevan bagi pelajar. Menurutnya, mengenal sejarah lokal merupakan salah satu cara untuk membangun karakter sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah sendiri.

"Kami sangat mengapresiasi inisiatif Metro Heritage dan Metro Walking Tour yang telah menghadirkan ruang belajar sejarah dengan cara yang menarik. Kegiatan seperti ini membuat kader IPM tidak hanya mengetahui sejarah, tetapi juga memahami mengapa warisan budaya harus dijaga bersama. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak pelajar yang terlibat." Ujar Tyara.

Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan kolaborasi antar komunitas, akademisi, pemerintah, media, hingga organisasi kepemudaan. Suasana yang hangat dan penuh diskusi membuat perjalanan terasa lebih hidup, karena setiap peserta dapat saling berbagi pengetahuan dan perspektif mengenai sejarah Kota Bandar Lampung.

Sementara itu dari Metro Walking Tour, Aditya Nurrohman, mengungkapkan bahwa keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk kader IPM, menjadi semangat tersendiri dalam mengembangkan gerakan sejarah publik di Lampung.

"Kami percaya sejarah akan lebih bermakna ketika dipelajari langsung di ruang kota. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk melihat bahwa setiap sudut kota menyimpan cerita yang layak dikenali, dipahami, dan dilestarikan. Kehadiran teman-teman IPM menjadi bukti bahwa pelajar juga memiliki peran penting dalam merawat warisan sejarah daerah." ungkap Aditya.

PW IPM Lampung berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di berbagai daerah di Provinsi Lampung. Selain menjadi media pembelajaran yang menyenangkan, kegiatan seperti ini juga mampu memperkuat kepedulian generasi muda terhadap sejarah lokal, cagar budaya, dan identitas daerah.

Bagi IPM, pelajar berkemajuan bukan hanya mereka yang unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga mereka yang mengenal akar sejarahnya, mencintai budayanya, dan siap berkontribusi menjaga warisan tersebut untuk masa depan.


Kolom Komentar

Previous Post Next Post