UM Metro mengirimkan empat mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Sejarah dengan pendampingan Dr. Yuver Kusnoto, M.Pd sebagai dosen pendamping. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut yaitu M. Habsyi Istavano, M. Ulil Fadli, Bagas Juan Saputra, dan Mawang Deswita.
Selama
kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi akademik yang membahas
kajian sejarah Muhammadiyah melalui pendekatan metodologi penelitian sejarah,
sejarah lokal, sejarah biografi, sejarah lisan, hingga pelestarian heritage
Muhammadiyah. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi
sejarah, di antaranya Prof. Purnawan Basundoro, Prof. Mutiah Amini, Zalfaa
Nabila A.Z., S.S., Ahmad S. Paramastaya, S.Sej., Dr. Iwan Setiawan, M.Si., Dr.
Revianto Budi Santoso, M.Arc., Muhammad Yuanda Zara, Ph.D., Ghifari Yuristiadhi
Masyhari Makhasi, SS, MA, MM, CHE, serta M. Ichsan Budi Prabowo, M.Hum.
Selain mendapatkan materi pembelajaran, mahasiswa juga mengikuti sesi review dan coaching class penyusunan tugas akhir. Melalui proses tersebut, mahasiswa mendapatkan arahan dalam mengembangkan topik penelitian, memperkuat metode kajian sejarah, serta menyusun rancangan penelitian berbasis sumber sejarah.
Dari
rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah UM
Metro berhasil menghasilkan draft proposal penelitian dengan berbagai tema.
Draft proposal penelitian yang dihasilkan yaitu “Transmigran Jawa Timur Dalam
Perkembangan Dinamika Kehidupan Islam Di Lampung Timur, 1950–1980” oleh M. Ulil
Fadli, “Dinamika Peralihan Pengelolaan Panti Asuhan Budi Utomo kepada
Muhammadiyah di Metro, 1946–1981” oleh Mawang Deswita, “Ekoteologi: Menelisik
Keberpihakan Pemikiran Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Metro Terhadap
Isu-Isu Lingkungan Dari Periode Ke Periode” oleh Bagas Juan Saputra, serta
“Perkembangan Universitas Muhammadiyah Metro Lampung (1990–2002)” oleh M.
Habsyi Istavano.
Selain kegiatan akademik, peserta juga mengikuti rangkaian ekskursi sejarah dengan mengunjungi Museum Muhammadiyah, Masjid Gede Kauman, Kampung Kauman, Langgar Kidoel, Komplek Makam tokoh pendiri Muhammadiyah, Pusat Arsip Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), serta Pusat Arsip Majalah Suara Muhammadiyah di SM Tower.
Kunjungan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami keterkaitan antara sumber sejarah, arsip, dan perkembangan gerakan Muhammadiyah. Melalui kegiatan ini mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai proses dokumentasi, pelestarian, dan pemanfaatan sumber sejarah dalam penelitian akademik.