LAMPUNG TIMUR – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) melalui Program Studi S1 Pendidikan Sejarah berkolaborasi dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Kabupaten Lampung Timur menyelenggarakan workshop dan kuliah dosen tamu pada Sabtu, (31/10/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Pedagogi Modern Humanis sebagai Pendekatan Pengembangan Bahan Pembelajaran Sejarah” sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah yang lebih humanis, kontekstual, dan bermakna bagi peserta didik.
Kolaborasi ini menjadi ruang pertemuan antara perguruan tinggi, guru, mahasiswa, dan akademisi untuk berbagi pengetahuan serta memperkuat pengembangan pembelajaran sejarah. Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yaitu Ahmad Ruslan, dosen dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), dan Sudarto, dosen dari Universitas Galuh. Keduanya membahas pentingnya pendekatan pedagogi modern humanis dalam pengembangan bahan pembelajaran sejarah, terutama dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, menumbuhkan empati, dan mendekatkan peserta didik dengan sejarah di lingkungan mereka.
Ketua MGMP Sejarah Lampung Timur, Adi Setiawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini merupakan kegiatan penting untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas wawasan guru sejarah. Menurutnya, guru perlu terus mengembangkan pengetahuan dan kemampuan agar dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
![]() |
| Ketua MGMP Sejarah Lampung Timur, Adi Setiawan |
“Melalui workshop ini, kami berharap para guru sejarah memperoleh ilmu, pengetahuan, dan wawasan baru yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman dan mengembangkan pendekatan pembelajaran sejarah yang lebih kreatif dan bermakna,” ujar Adi Setiawan.
Ia menambahkan bahwa pengembangan kompetensi guru perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pembelajaran sejarah tidak hanya menekankan hafalan peristiwa, tokoh, dan tahun, tetapi juga mampu membangun pemahaman, karakter, serta kesadaran peserta didik terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah.
Senada, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Metro, Arif Rahman Aththibby, menyampaikan bahwa kolaborasi antara UM Metro dan MGMP Sejarah Lampung Timur memiliki arti penting dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan praktisi pendidikan. Menurutnya, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan wawasan akademik dan peningkatan kualitas pembelajaran sejarah.
“Kegiatan ini sangat penting karena menjadi ruang pertemuan antara akademisi, mahasiswa, dan guru sejarah untuk bertukar pengetahuan serta pengalaman. Kami berharap kolaborasi ini memberikan dampak positif, khususnya bagi mahasiswa Pendidikan Sejarah dan guru-guru sejarah, agar semakin terbuka terhadap perkembangan pendekatan pembelajaran dan mampu menerapkannya dalam kegiatan pendidikan,” ungkap Arif Rahman Aththibby.
![]() |
| Arif Rahman Aththibby, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Metro. |
Ia juga berharap kolaborasi antara UM Metro dan MGMP dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan akademik dan pengembangan profesional guru. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh dari perguruan tinggi dapat terhubung dengan praktik pembelajaran di sekolah sehingga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan sejarah.
Dalam pemaparan materinya, Ahmad Ruslan menekankan bahwa pembelajaran sejarah harus memiliki fungsi kemanusiaan. Sejarah tidak seharusnya dipahami hanya sebagai kumpulan fakta dan peristiwa masa lalu, tetapi juga sebagai sarana untuk menumbuhkan empati, kepedulian, dan pemahaman terhadap pengalaman manusia.
“Pembelajaran sejarah harus memiliki fungsi kemanusiaan. Sejarah bukan sekadar mempelajari peristiwa masa lalu, tokoh, dan tahun kejadian, tetapi juga bagaimana kita dapat mengambil pelajaran dari pengalaman manusia. Melalui pembelajaran sejarah, peserta didik diharapkan mampu menumbuhkan empati, menghargai perbedaan, memahami perjuangan orang lain, serta membangun kesadaran untuk menjadi manusia yang lebih baik,” jelas Ahmad Ruslan.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan pedagogi modern humanis menempatkan peserta didik sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. Melalui pendekatan tersebut, guru diharapkan mampu mengembangkan bahan ajar yang tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga mendorong refleksi, pemikiran kritis, dan pemahaman terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Sementara itu, Sudarto dari Universitas Galuh menyoroti pentingnya mendekatkan peserta didik dengan sejarah melalui lingkungan dan kearifan lokal. Menurutnya, pembelajaran sejarah akan lebih mudah dipahami apabila dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan peserta didik, seperti sejarah daerah, tradisi masyarakat, tokoh lokal, kebudayaan, dan peninggalan sejarah di lingkungan sekitar.
“Untuk mendekatkan peserta didik dengan sejarah, pembelajaran perlu dimulai dari lingkungan terdekat mereka, yaitu sejarah lokal dan kearifan lokal di daerah masing-masing. Peserta didik perlu mengenal sejarah daerahnya sendiri, memahami tradisi masyarakatnya, serta mengetahui tokoh dan peninggalan sejarah yang ada di sekitarnya. Dari sana, mereka dapat membangun kesadaran sejarah yang lebih luas dan memahami keterkaitan antara sejarah lokal dan sejarah nasional,” ungkap Sudarto.
Ia menambahkan bahwa kearifan lokal dapat menjadi sumber pembelajaran yang kaya dan relevan bagi peserta didik. Dengan memanfaatkan potensi sejarah di lingkungan sekitar, guru dapat mengembangkan bahan ajar yang lebih kontekstual sehingga pembelajaran sejarah tidak hanya bergantung pada buku teks, tetapi juga terhubung dengan realitas kehidupan masyarakat.
Kegiatan workshop ini dihadiri oleh mahasiswa Pendidikan Sejarah, guru-guru sejarah dari berbagai sekolah di Kabupaten Lampung Timur, serta sejumlah peserta umum yang terdiri atas pencinta sejarah dan kalangan akademisi. Kehadiran berbagai kalangan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas diskusi dan memperkuat pertukaran gagasan mengenai pengembangan pembelajaran sejarah di dunia pendidikan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Metro bersama MGMP Sejarah Lampung Timur berharap dapat memperkuat sinergi antara akademisi dan guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah. Pendekatan pedagogi modern humanis diharapkan mampu mendorong lahirnya pembelajaran yang tidak hanya memberikan pemahaman tentang masa lalu, tetapi juga menumbuhkan empati, membangun karakter, memperkuat identitas lokal, dan mengembangkan kesadaran kemanusiaan bagi generasi muda.
Kegiatan workshop ini dihadiri oleh mahasiswa Pendidikan Sejarah, guru-guru sejarah dari berbagai sekolah di Kabupaten Lampung Timur, serta sejumlah peserta umum yang terdiri atas pencinta sejarah dan kalangan akademisi. Kehadiran berbagai kalangan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas diskusi dan memperkuat pertukaran gagasan mengenai pengembangan pembelajaran sejarah di dunia pendidikan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Metro bersama MGMP Sejarah Lampung Timur berharap dapat memperkuat sinergi antara akademisi dan guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah. Pendekatan pedagogi modern humanis diharapkan mampu mendorong lahirnya pembelajaran yang tidak hanya memberikan pemahaman tentang masa lalu, tetapi juga menumbuhkan empati, membangun karakter, memperkuat identitas lokal, dan mengembangkan kesadaran kemanusiaan bagi generasi muda.

.jpeg)
.jpeg)