Kota Metro - Taman Merdeka Kota Metro terletak di jantung kota Metro itu sendiri. Selain taman ini, sebetulnya banyak sebaran taman-taman kota yang terdapat diberbagai kecamatan yang ada di Kota Metro. Namun, Taman Merdeka merupakan taman terbesar dan terfavorit untuk dikunjungi.
Menurut Kamus Bahasa Indonesia, taman adalah kebun yang ditanami dengan bunga-bunga (tempat bersenang-senang) atau tempat yang menyenangkan. Taman dapat diartikan sebagai tanaman yang ditanam dan ditata sedemikian rupa, baik sebagian maupun semuanya hasil rekayasa manusia untuk mendapatkan komposisi tertentu yang indah.
Sejalan dengan itu, Arifin dalam digilib.unila.ac.id menjelaskan, taman kota merupakan salah satu kawasan ruang terbuka hijau lengkap dengan segala fasilitasnya sesuai untuk pemenuhan kebutuhan rekreasi masyarakat setempat, baik rekreasi aktif maupun pasif. Sedangkan menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5 Tahun 2008 adalah lahan terbuka yang berfungsi sosial dan estetika sebagai sarana kegiatan rekreatif, edukasi atau kegiatan lain pada tingkat kota.
Jika ketiga pemaparan di atas menjelaskan bahwa taman kota adalah lahan terbuka yang sengaja ditata untuk dijadikan ruang sosial, sarana rekreasi, edukasi dan kegiatan lainnya di tingkat kota. Begitu juga halnya dengan Taman Merdeka Kota Metro.
Taman Merdeka Kota Metro sebagai ruang publik ibarat suatu wadah yang di dalamnya terjadi berbagai interaksi sosial. Mereka yang berkunjung ke sini melakukan aktivitas yang berbeda-beda, ada yang sekedar membaca buku di bawah pohon, jogging, dan sebagian ada yang sengaja berdagang, menyediakan jasa angkutan untuk berkeliling taman dan lain-lain.
Seperti seorang pria bernama Sanuri, ia menggaku telah berusia 48 tahun. Dirinya berprofesinya sebagai pedagang di Taman Merdeka Kota Metro sejak tahun 2000 atau sekitar 16 tahun yang lalu. Sanuri merupakan warga pendatang asal Kota Serang, sekarang ia berdomisili di Bedeng 22 Metro Barat.
Setiap Sanuri berjualan dari pukul 16:00 WIB hingga larut malam. Penghasilan rata-rata yang ia peroleh sekitar 200.000 rupiah/hari. Sanuri mengungkapkan bahwa kondisi Taman Merdeka Kota Metro yang selalu ramai pengunjung membawa berkah tersendiri. Sebab, perekonomiannya terbantu oleh para pengunjung di Taman Merdeka yang sering membeli barang-barang yang dijajakan oleh para pedagang kaki lima. Sanuri menyadari di tengah sulitnya mencari lapangan pekerjaan, berdagang di areal Taman Merdeka Kota Metro cukup membantu ia dalam menafkahi kedua anak dan istrinya di rumah.
Melihat kasus yang diatas dapat kita ambil pengertian bahwa Taman Merdeka Kota Metro tidak hanya sebagai ruang terbuka hijau untuk berekreasi dan bersantai, melainkan juga berfungsi sebagai penopang roda ekonomi warga sekitar. Hal ini ditandai oleh keberadaan warga Kota Metro yang memanfaatkan areal Taman Merdeka sebagai lahan untuk menopang perekonomian keluarga.
Selain Sanuri ada juga pedagang lain yang bernama bapak Neni. Usianya kini 33 tahun dan sudah berjualan sejak 2005 atau sekitar sebelas tahun silam. Pak Neni lahir di Kota Bumi (Lampung Utara), kini menetap di Bedeng 21 Polos.
Setiap hari sejak pukul 15:00 WIB hingga 23:00 ia berjualan Mie Ayam dengan gerobak lengkap satu paket dengan meja dan tikar yang sengaja ia sediakan untuk para pengunjung yang ingin membeli Mie Ayamnya. Satu porsi Mie Ayam pak Neni seharga 12.000 rupiah. Pendapatan per hari pak Neni dari hasil berjualan Mie Ayam rata-rata 250.000 rupiah per hari, bahkan bisa lebih di waktu-waktu tertentu saat banyak pengunjung yang datang untuk berwisata di Taman Merdeka Kota Metro.
Berjualan Mie Ayam merupakan satu-satunya pekerjaan pak Neni. Belum terlintas di benak pak Neni untuk mencari pekerjaan lain, justru pak Neni bercita-cita ingin mengembangkan usaha Mie Ayamnya. Pak Neni merasa bersyukur bisa berjualan di Taman Merdeka, karena ia menyadari sulitnya mencari lapangan pekerjaan terutama di Kota Metro. Sebab menurut pengakuannya, pak Neni yang hanya lulusan SMA.
Menurut pak Neni, Taman Merdeka Kota Metro berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi warga. Hal ini ditandai dengan banyaknya pedagang yang menjajakan berbagai macam dagangan di areal Taman Merdeka. Faktor munculnya para pedagang di Taman Merdeka menurut pak Neni karena "kondisinya yang selalu ramai dikunjungi warga, baik itu warga Kota Metro maupun dari luar Kota Metro sehingga kami berinisiatif untuk menjajakan berbagai jenis makanan," ungkapnya.
Seperti yang diungkapkan pengunjung asal Bandar Jaya berikut ini. "Selain bermain bersama keluarga, kami juga sekalian cari makan di sini. Banyak pilihannya terus harganya juga tidak terlalu mahal," ungkap Nano yang ditemui di lokasi yang sama pada 19 Desember 2016.
Taman Merdeka Kota Metro sedikit banyak telah memberimanfaat bagi sebagian warganya. Di tengah sulitnya mencari pekerjaan, warga Kota Metro memanfaatkan sebagian dari areal Taman Merdeka Kota Metro sebagai lahan untuk mencari penghasilan guna mencukupi berbagai kebutuhan ekonomi keluarga. Meski tidak sedikit dari mereka yang merasa hasil dari usahanya di Taman Merdeka hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain pedagang seperti pak Neni, di Taman Merdeka Kota Metro juga terdapat penjual Siomay yang tidak menyediakan tempat duduk dan meja. Pedagang Siomay ini hanya menggunakan gerobak yang dilengkapi roda untuk membawa barang dagangannya. Pada salah satu sisi gerobak siomay tersebut dilengkapi dengan payung. Hal ini agar penjual Siomay tidak kepanasan ketika mendorong gerobaknya keliling taman atau saat dari rumah menuju lokasi berjualan.
Pedagang Siomay itu adalah Heru, anak muda berusia 28 tahun. Ia berdagang di Taman Merdeka sejak dua tahun yang lalu. Dirinya menuturkan bahwa dengan berjualan di area Taman Merdeka pendapatannya meningkat dibandingkan saat berdagang keliling.
Heru berpendapat bahwa semakin banyak pengunjung yang datang ke Taman Merdeka semakin banyak pula kemungkinan yang akan membeli dagangannya. Profesi sebagai penjual Siomay di Taman Merdeka menurut Heru cukup membantu perekonomian ia dan keluarga. Kebutuhan sehari-hari bisa tercukupi dari hasil berjualan Siomay.
Heru berpendapat bahwa semakin banyak pengunjung yang datang ke Taman Merdeka semakin banyak pula kemungkinan yang akan membeli dagangannya. Profesi sebagai penjual Siomay di Taman Merdeka menurut Heru cukup membantu perekonomian ia dan keluarga. Kebutuhan sehari-hari bisa tercukupi dari hasil berjualan Siomay.
Baca Juga Gapura Ganjar Agung, Gerbangnya Kota Metro
Taman Merdeka Kota Metro sebagai lokasi rekreasi diperuntukan bagi semua kalangan masyarakat Kota Metro maupun warga dari luar daerah Kota Metro. Taman ini selain berfungsi sebagai tempat rekreasi juga berfungsi sebagai lokasi pengembangan ekonomi kreatif masyarakat Kota Metro. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga masyarakat yang menyediakan berbagai jenis makanan, minuman serta penyedia jasa hiburan seperti Odong-Odong, Kereta Kuda atau Andong dan Badut-badut kecil yang unik dan lucu.
DAFTAR NARASUMBER
Bapak Sanuri warga Bedeng 22 Metro Barat berprofesi sebagai penjual minuman dan makanan ringan
Bapak Neni warga Bedeng 21 Polos berprofesi sebagai penjual Mie Ayam
Bapak Heru warga Bedeng 22 berprofesi sebagai penjual Siomay