Ikhlas Menjalani Hidup Di Tengah Musibah



Ikhlas sendiri menurut Al ‘Iz bin Abdis Salam maksudnya ialah seseorang melaksanakan ketaatan semata-mata karena Allah. Dia tidak berharap pengagungan dan penghormatan manusia dan tidak pula berharap manfaat dan menolak bahaya.

Foto : Hmass.co
Seperti musibah dan berbagai bencana yang menimpa negeri ini, tidak bisa pula kita menolak datangnya bencana itu.

Ikhlas menghadapi cobaan dan musibah dalam menjalani kehidupan memang tidaklah mudah. Banyak sekali diantara kita yang mengeluh bahkan putus asa jika tertimpa musibah. Datangnya musibah memang tak dapat kita ketahui kapan akan terjadi.

Sehingga seseorang yang tertimpa musibah sering kali merasa tidak percaya dengan apa yang mereka alami. Tak jarang diantara kita tidak dapat menerima musibah hingga berujung pada keputusasaan dalam menghadapinya. Inti permasalahan sebenarnya ialah karena tidak ikhlas menerima keputusan Allah SWT.

Islam telah mengajarkan kepada kita agar senantiasa ikhlas dalam menghadapi cobaan dan musibah dalam kehidupan. Bahkan Islam telah menjelaskan kepada kita  bahwa cobaan dengan beberapa kejadian adalah suatu karunia.

Allah SWT berfirman, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buaha. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ‘Inna Lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al Baqarah : 155-157)

Sebagai seseorang yang sedang tertimpa musibah hendaklah kita bijak dalam menyikapinya. Karena sebenarnya Allah SWT telah menjamin bahwa dibalik kesulitan ada kemudahan. Sebagaimana tertulis dalam firmanNya “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (QS. Al-Insyirah : 5-6).

Dengan kesabaran, keteguhan hati, dan keyakinan yang mendalam yakinlah kita dapat melalui masa-masa sulit yang dialami tanpa perlu merasa khawatir karena musibah bukanlah akhir dari kehidupan ini. Bisa jadi musibah itu akan menjadi sebuah kebaikan bagi orang yang beriman. Karena sesungguhnya Allah SWT hanya menginginkan kebaikan bagi setiap ummatnya.

Rasulullah SAW bersabda, “Alangkah mengagumkan keadaan orang mukmin karena semua urusannya itu baik baginya. Bila ia ditimpa kebahagiaan, ia bersyukur dan itu menjadi kebaikan baginya. Bila ia ditimpa kesusahan, ia bersabar dan itu menjadi kebaikan pula baginya,” (HR. Muslim).

Tidak mudah memang untuk kita mencapai kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi musibah. Tetapi dengan keyakinan bahwa musibah itu merupakan karunia, insya Allah itu modal kita dalam menjalani kesulitan dengan terus berdo’a dan berikhtiar.

Sumber: M. Abdul Ghani. 9 Pesan Terakhir Rasulullah. Taqiya Publishing. Kartasura Solo. 2015

Kolom Komentar

Previous Post Next Post