Ngopi di Warkop Waw Bandar Lampung "Dengan Sajian Beragam Kopi Nusantara"




Bandar Lampung, Sabtu 2/2/2019. Bagi sebagian kalangan anak muda, akhir pekan biasa dimanfaatkan dengan beragam hal. Nonton film, maen game, nongkrong bareng keluarga, sahabat atau pasangan. Dan di akhir pekan kali ini saya mencari kedai kopi yang terdapat di kota Bandar Lampung.

Salah satu kedai kopi yang direkomendasi anak-anak muda di sini adalah Kedai Warkop Waw. Lokasinya berada berdekatan dengan Kantor Kecamatan Tanjung Senang.

Bagi yang belum paham seluk beluk daerah Bandar Lampung seperti saya, tentu akan sedikit bingung untuk menuju ke tempat ini. Tapi gak perlu khawatir, kita bisa mencarinya lewat google map, mudahkan.

Lebih mudah lagi jika kita punya teman atau sahabat di daerah sana, kita bisa mengajaknya untuk menunjukan jalan menuju Warkop Waw.

Contohnya sahabat saya yang satu ini, namanya Sobri. "tempat ngopi yang enak di mana Sob"? tanya saya.  Nggak pake lama mikir, "kita ke Warkop Waw aja," ucap Sobri yang saat ini tengah menyelesaikan tugas akhir perkuliahannya di salah satu kampus negeri di Bandar Lampung.

Singkat cerita, tibalah kami di Warkop Waw. Kesan yang pertama kali dirasakan adalah keramahan.

Iya, keramahan. Sebab, sewaktu turun dari kendaraan dan masuk ke kedainya, kami langsung disambut dan dipersilahkan memilih tempat duduk.

"Silahkan mas pilih tempat duduk, mau di teras, di bawah pohon sana, atau di dalam juga bisa," ucap seorang pria yang belum tahu namanya itu.

Nggak berselang lama, setelah kami duduk. Seorang pria berbeda datang menghampiri dan menyodorkan sebuah daftar menu kopi.

Saya pesan Kopi Arabica dan Sobri, sahabat saya itu pesan Kopi Lampung. Sekitar lima menit, kopi pesanan datang.

Sejak awal memang saya sangat penasaran dengan kopi di sini. Jadi, merasa mubajir kalo sekedar minum kopi tapi gak tahu seluk beluk kopi yang ada di Warkop Waw ini.

Kami pun memutuskan pindah tempat duduk dan berjalan menuju kursi di ruangan barista (peracik kopi). Awalnya kami duduk dikursi yang ada di pelataran halaman.

Andri, pemuda asal Lampung Timur adalah baristanya. Selain kerja di sini, ia juga tengah kuliah di salah satu kampus swasta di kota Bandar Lampung.




Awalnya sebatas ngobrol basa-basi, sesaat setelah suasana mencair, saya tanya "bang Andri, kalau boleh tau apa yang membedakan kopi di sini dan di tempat lain?" "kopi di sini petik merah," jawabnya. 

Sempet bingung, apa maksudnya "petik merah". Setelah ditanya, petik merah itu maksudnya buah kopi yang dipetik ketika sudah berwarna merah. Jadi menurutnya kopi sudah tua, dan itu akan berpengaruh terhadap rasa kopinya.

Ngga selesai di situ, saya kembali bertanya "Bang, di sini kopinya berasal dari mana aja?" "Banyak hampir dari seluruh nusantara, ada Aceh, Toraja, Papua dan lain-lain," ucapnya. 

"Kalo yang dari Lampung sendiri ada bang?" tanya saya, "ada, dari Hanakaw, Way Tenong dan Sekincau, ketiganya terletak di kabupaten Lampung Barat," sebut Andri sambil meracik kopi pesanan pengunjung yang baru datang.

Pertanyaan saya yang terakhir adalah "pemilik kedai ini siapa bang?" "Pemiliknya Bang Ismail Komar, itu orang yang berkaos biru, pake kaca mata", katanya.

Ketika ditengok, ternyata yang menyambut kami tadi adalah pemilk dari Warkop Waw itu sendiri. Selain membuka usaha kedai kopi, menurut Andri sang barista itu, Ismail Komar juga sebagai owner Trans Lampung, salah satu portal berita di Lampung.

Sedikit informasi lagi, kedai kopi Warkop Waw buka 24 Jam dan tersedia spot free wifi. Menurut Sobri, sahabat saya tadi, cocok buat ngerjain skripsi dan download vidio, katanya.

Bagi yang berminat minum kopi di Warkop Waw ngga perlu khawatir sama harga. Dari pengalaman ngopi di sini, kami mendapati harga kopinya berada dikisaran 10.000-20.000 rupiah per gelasnya. Dijual juga kopi bubuk dalam kemasan, bisa jadi alternatif buah tangan untuk sekedar berbagi rasa dengan sesama pecinta kopi.


Baca juga




Previous Post Next Post