Cari Tempat Wisata Di Metro Dam Raman Alternatifnya


Perahu di Dam Raman Kota Metro, Tempat Wisata Alternatif bagi semua kalangan 

Berkunjung dan mencari Tempat Wisata Di Kota Metro Datang Saja Ke Dam Raman. Siapa sangka, Dam Raman yang dahulu menyeramkan, kini menjadi tempat liburan yang menyenangkan di Kota Metro.

Tempat wisata di Kota Metro memang terbilang banyak, terutama wisata kuliner. Dam Raman yang akan kita bahas merupakan salah satu tempat wisata di Kota Metro yang sedang digandrungi oleh berbagai kalangan masyarakat.

Pertama kali saya temukan tempat wisata di Kota Metro yang bernama Dam Raman ini sekira tiga tahun lalu, yang terlihat kala itu, persis seperti tempat budidaya tanaman Enceng gondok. Hampir semua permukaan airnya tertutup.

Bersyukur setelah tiga tahun berlalu, waktu memberi saya kesempatan lagi berkunjung ke tempat wisata Dam Raman Kota Metro. 

Kini Dam Raman terlihat bersih dan terawat. Ada berbagai wahana permainan, pepohonan yang berjejer disekelilingnya memberi suasana sejuk.

Bagi siapa saja yang ingin berkunjung ke Dam Raman, tidak perlu khawatir isi dompet terkuras. Semuanya serba ekonomis, Jajanannya murah, sewa perahu hanya 15.000 rupiah. Baru-baru ini juga telah tersedia wahana Flying Fox yang lumayan memacu adrenalin.


Perahu, Bisa Digunakan Mengelilingi Setiap Sisi Dam Raman

Di sini kita juga banyak mendapat bonus, bonus menghirup udara segar, bonus mengabadikan momen dengan keluarga atau pasangan. 

Selain kita, pengelola dan beberapa warga yang berjualan juga merasakan hal yang sama. Kalau dipelajaran biologi yang saya dapat waktu SMP dulu, istilahnya Simbiosis Mutualisme atau sama-sama mendapat keuntungan.

Kalau boleh menyatir kalimatnya Dharma Setyawan, salah seorang tokoh penggerak Ayo Ke Dam Raman. Ia mengajak supaya secara bergotong royong mendongkrak roda perekonomian masyarakat desa.

Menurutnya perputaran uang jangan hanya terpusat di kota, namun desa juga perlu mendapat perhatian karena merupakan penopang kota itu sendiri. "Berjuanglah untuk mengalirkan uang ke pinggiran kota ini. Karena ada desa-desa yang menyangganya," tulisnya seperti dilansir ayokedamraman.com

Kenangan di Wisata Dam Raman Kota Metro

Jujur, selama di lokasi wisata Dam Raman saya teringat Enceng Gondok. Kemanakah gerangan perginya? Sebab ketika itu saya pernah berbincang dengan seorang teman kalau Enceng Gondok bisa jadi bahan baku membuat kerajinan tangan (tikar, contohnya).

Melihat pedagang di sekitar tidak ada yang menjual kerajinan berbahan baku Enceng Gondok, kuat dugaan Encengnya memang tidak dimanfaatkan untuk dibuat kerajinan tangan.

Meski begitu, upaya yang sudah dilakukan para pegiat di sini perlu kita apresiasi. Banyak faedah yang terasa, selain lingkungan bersih sepintas telah menggerakkan ekonomi masyarakat desa. Tergambar dari banyaknya pedagang di sekitar Wisata Dam Raman.

Ide ini kiranya perlu dicontoh, bayangkan kalau setiap desa atau kelurahan bisa menggali potensi dan memberi kesejahteraan kepada warganya, tidak perlu lagi rasanya ada gelombang urbanisasi (perpindahan masyarakat dari desa ke kota).

Wisata Dam Raman di Kota Metro bagi saya merupakan tempat wisata alternatif. Lokasinya yang diapit 3 kabupaten ini bisa jadi ajang interaksi sosial antar warga ke tiganya.

Sebelah utara Dam Raman berbatasan dengan kabupaten Lampung Tengah dan sisi Timur dengan Lampung Timur.

Dalam catatan sejarah tradisional, batas daerah satu dengan daerah lainnya memang biasa ditandai oleh sungai, pohon besar, danau, persawahan dan lain-lain yang bersifat batas alam.

Sama halnya dengan lokasi ini, saya menduga ke tiga kabupaten/kota ini sedikit masih menganut pola seperti itu. Aliran Dam Raman terlihat sebagai batas pemisah antara Kota Metro dan Lampung Tengah.

Hanya saja baru-baru ini tanda batas antar daerah lebih diperindah oleh monumen-monumen yang dihias sedemikian rupa.


Monumen Dam Raman Berada Di Wilayah Administrasi Kabupaten Lampung Tengah

Monumen ini menggambarkan bahwa setelah kita melintasi jembatan di atas aliran Dam Raman dari arah selatan, berarti kita sudah berada di wilayah Kab. Lampung Tengah.

Untuk menguatkan posisi strategis Wisata Dam Raman Di Kota Metro ini, saya menyadur tulisan dari laman Nuwobalak.id "Dam Raman berbatasan 3 wilayah Purwoasri Metro Utara, Wonosari Lampung Timur dan Srisawahan Lampung Tengah."


Akhir kata, keberhasilan ini harus senantiasa dipertahankan, syukur meningkat. Terutama kesadaran mengenai kebersihan lingkungan. Bukan hanya pengelola dan pedagang, tetapi pengunjung juga kiranya memiliki visi yang sama untuk menjaga keberlangsungan Wisata Dam Raman.

Terutama pengunjung yang membawa bekal makanan saat berkeliling naik perahu, bungkus makanan yang berbahan plastik jangan sampai dibuang sembarangan ke aliran Dam Raman.


Oleh:
Barnas Rasmana

Kolom Komentar

Previous Post Next Post