Kota Metro, Berandadesa.com - Rasanya tidak begitu sulit bagi kita untuk menemukan pedagang atau penjual Nasi Kuning di berbagai daerah di Indonesia. Meski sudah bisa dibilang masuk dalam kategori masakan tradisional, eksistensi Nasi Kuning nampaknya masih berani bersaing dengan berbagai kuliner modern yang ada saat ini.
Selayang pandang (Asal Usul) tentang Nasi Kuning di Indonesia
Sayang, meski namanya sangat terkenal di seantero nusantara, sampai saat ini kita belum tahu pasti siapa penemu resep Nasi Kuning dan kapan Nasi Kuning mulai ada di Indonesia.
Adapun perkiraan, Nasi Kuning mulanya berasal dari masyarakat yang berada di Tanah Jawa dan muncul semasa kerajaan Hindu. Dugaan ini mengambil pendekatan kepada keyakinan masyarakat Jawa atau Hindu kala itu yang menganggap bahwa warna kuning sebagai warna kemakmuran.
Karena dianggap melambangkan kemakmuran atau kekayaan, masyarakat terdahulu sering memasak nasi diberi pewarna kuning (Kunyit) untuk dihidangkan pada prosesi-prosesi slametan atau syukuran. Dan jika dihidangkan dalam prosesi slametan atau syukuran, namanya berganti menjadi Nasi Tumpeng. Bentuknya menyerupai kerucut.
Dan Konon, selain warna kuning, masyarakat Hindu juga menempatkan warna putih, hitam dan merah sebagai warna sakral bagi kepercayaannya.
Kemudian belakangan, karena rasanya yang gurih, nasi kuning nampaknya banyak diminati masyarakat modern sehingga mendorong para pegiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berkreasi menjajakan nasi kuning. Umumnya nasi kuning oleh para pegiat UMKM sering dijadikan sebagai menu sarapan pagi yang mudah kita jumpai di pinggir-pinggir jalan suatu kota atau daerah di Indonesia.
Warung Nasi Kuning Salira, Kota Metro, Lampung
Seperti warung Nasi Kuning Salira yang Beranda Desa jumpai di Jalan Ahmad Yani No. 31, Iringmulyo, Kec. Metro Timur, Kota Metro, Lampung 34124. Atau tepat berada di depan percetakan Prima Media.
Buka sejak pukul 06.00 WIB, warung Nasi Kuning Salira sering kebanjiran pembeli. Sempat Beranda Desa datang pukul 08.00 ke warung nasi tersebut dan ternyata nasi kuningnya sudah ludes terjual.
Hal itu menandakan bahwa nasi kuning masih menjadi kuliner favorit dikalangan masyarakat Indonesia, Kota Metro khususnya.
Selain mungkin karena harganya yang cukup ekonomis (8000 rupiah)/porsi lengkap dengan suiran telur dadar, kering tempe dan kacang tanah porsinya juga memang mengenyangkan, "cocok untuk anak kosan".
Di Warung Nasi Kuning Salira ini pembeli bisa menyantap nasi kuningnya di tempat atau pun meminta penjualnya untuk membungkus dan menyantapnya bersama keluarga atau kerabat lainnya.
Tapi sering Beranda Desa membeli Nasi Kuning di sini dengan cara dibungkus dan menyantapnya bersama rekan kerja yang memang lokasinya tidak begitu jauh.
Selain Nasi Kuning, di Warung Nasi Kuning Salira, Kota Metro ini juga tersedia makanan pelengkap lainnya seperti bergam jenis kue basah, telur asin, dan keripik (Penyek).
Sekian ulasan dari Beranda Desa mengenai kuliner tradisional Indonesia bernama Nasi Kuning. Jika bermanfaat silahkan share supaya eksistensi kuliner asli nusantara ini tetap ada dan semakin dikenal dunia.

