Pringsewu Mana Trotoarmu?

Pringsewu, Berandadesa.com - Rasa bangga tak terhingga melihat para pejalan kaki (pedestrian) yang lalu lalang di kawasan ramai Kabupaten Pringsewu.

Mereka bak pahlawan penyelamat dunia, khususnya kabupaten ini. Disaat para pengguna kendaraan berbahan bakar tidak ramah lingkungan asik menyebarkan polusi udara. Para pedestrian sebaliknya. Mereka berkontribusi menciptakan udara sehat untuk kita semua. Belum lagi mereka juga ikut berhemat energi.

Melihat hal itu, rasanya tidak berlebihan menyebut mereka sebagai pahlawan. Atau mungkin lebih tepatnya kita sebut pahlawan lingkungan. Meski kita tidak tahu alasan pasti mereka berjalan kaki.

Lantaran insitaif diri sendiri kah? Atau karena terpaksa kah? Tapi tak apalah, tetap kita anggap mereka pahlawan lingkungan!

Kita akui, pemandangan para pedestrian yang wara-wiri di Bumi Jejama Secancanan ini masih sangat jarang kita temui. Jika pun ada, dasar kebanyakan karena keterpaksaan. Hal itu disebabkan karena banyak faktor. Salah satunya fasilitas yang tidak memadai.

Ironi memang, disaat kabupaten/kota lain berlomba-lomba memberikan fasilitas terbaik bagi pedestrian dan disabilitas. Pemerintah kabupaten (pemkab) ini soalah tutup mata dengan hal tersebut. Sejak kabupaten ini mekar hingga kini belum ada proyek pembangunan trotoar. Padahal, keberadaan kabupaten ini diketahui sudah sejak 10 tahun di Provinsi Lampung sebagai daerah otonomi baru. 

Apalagi memliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang setiap tahun mengalamai peningkatan. Kabarnya APBD kabupaten ini mencapai sekitar RP 1,24 Triliun. Menilik APBD yang cukup lumayan itu. Sepertinya bukan perkara sulit bagi pemkab untuk merealisasikan hal tersebut.

Namun, kita tidak boleh berprasangka buruk dulu terhadap pemerintah terkait penggunaan APBD. Bisa jadi, APBD sedang digunakan untuk keperluan yang lebih penting ketimbang menyediakan trotoar bagi pendestrian.

Emangnya trotoar itu enggak penting? Jawabnya penting!

Sejatinya berjalan kaki bisa dilakukan di mana saja. Namun trotoar merupakan fasilitas yang penting bagi pedestrian. Fasilitas itu membuat pedestrian lebih nyaman dan aman pada saat berjalan. 

Trotoar memang dikhususkan sebagai jalur bagi para pejalan yang umumnya sejajar dengan jalan dan lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan untuk menjamin keamanan pejalan. Karena lalu lintas adalah tempat berbahaya bagi para pejalan kaki. Artinya trotoar penting dibangun dilokasi yang ramai kendaraan.

Berdasarkan UU No. 22 tahun 2009, trotoar merupakan salah satu fasilitas pendukung penyelenggaraan lalulintas, sama seperti tempat penyebrangan (zebra cross dan jembatan penyebrangan). Dalam PP No. 79 tahun 2013 pasal 114, Troatoar pun dapat digunakan untuk para pesepeda, jika tak ada alternatif jalur sepeda.

Selain itu, pemanfaatan trotoar juga berdampak pada pola hidup masyarakat. Seperti kesehatan bagi pedestrian, mengurangi intensitas kemacetan, dan mengurangi polusi yang berasal dari moda transportasi.

Masih soal seputar manfaat trotoar. Dr RM Petrus Natalivan Indradjati ST MT dari Kelompok Keahlian Perencanaan dan Perancangan Kota, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB berpendapat, keberadaan trotoar dan pedestrian menjadi indikator sebuah daerah layak ditinggali atau tidak. Sebab jalan itu bukan merepresentasikan sistem transportasi saja, tapi juga kehidupan sosial ekonomi kota itu sebenarnya.

Jelas, pembangunan trotoar seyogianya memang perlu dikaji lebih mendalam. Namun menimbang manfaat yang bakal dirasakan, pemkab Pringsewu harus mulai berfikir ke arah sana. Jangan menunggu Pringsewu sampai dinilai tak ramah pejalan kaki dulu...



Penulis: Fazri Nirwan (Pemerhati Perkembangan Pembangunan di Kab. Pringsewu)

Kolom Komentar

Previous Post Next Post