![]() |
| Jejak yang Tersisa Sebuah Dokumenter Gotong-Royong |
METRO, BERANDADESA.COM - Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Metro bersama berbagai komunitas bergotong-royong memproduksi film dokumenter sejarah terkait dengan keberadaan rumah dokter di Kota Metro.
Seprita dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro menjelaskan dokumenter ini sendiri dibuat tanpa menggunakan dana APBD.
"Dari mulai peralatan, pengerjaan hingga editing dikerjakan bersama-sama komunitas mulai dari videografer, editor, alih bahasa, hingga mempromosikannya, semua warga bekerja sama-sama", jelasnya.
Seprita menambahkan didalamya terlibat juga youtuber ternama Ibaf Fabi yang memberikan masukan dan saran dalam proses pengerjaanya dan peralatan dibantu oleh Mahel Photography.
Teaser film ini sendiri telah mulai muncul di akun-akun komunitas Pegiat Sejarah dan media sosial sejak Sabtu (9/1/2021). Dokumenter ini sendiri rencananya akan dirilis pada 12 Januari 2021 mendatang via youtube.
Sejarawan UM Metro Kian Amboro mengatakan keberadaan Rumah Dokter ini sendiri menyimpan kenangan perjalanan sejarah Kota Metro.
"Dokterswoning ini dibangun pada tahun 1939 di era Pemerintahan Belanda dan masih berdiri hingga saat ini, jelas sejarawan yang tengah menempuh studi doktoral di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta tersebut.
Arkeolog museum Lampung, I Made Giri Gunadi mengatakan bahwa rumah dokter ini telah memenuhi kriteria sebagai cagar budaya dan telah terdaftar di BPCB Banten pada tahun 2015.
"Selain usianya yang telah melampaui lebih dari 50 tahun, gaya arsitekturnya hingga nilai sejarah yang terkandung didalamnya", ungkapnya.
Anggota DPRD Metro Ancilla Hernani berharap keberadaan rumah dokter ini selain sebagai cagar budaya juga bisa menjadi museum.
"Metro sendiri telah memiliki Perda Pendirian Museum, bila Metro menyatakan diri sebagai kota pendidikan harapannya keberadaan rumah dokter ini bisa menjadi perhatian bersama," pungkasnya.
